
Jakarta (Trigger.id) – Kabar duka menyelimuti dunia seni Indonesia. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, meninggal dunia pada Sabtu pagi pukul 04.16 WIB dalam usia 73 tahun.
Guruh mengembuskan napas terakhir di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta. Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui pesan yang diterima di Jakarta.
Di balik kiprahnya sebagai politikus, Guruh dikenal luas sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap seni dan kebudayaan Indonesia. Kecintaannya terhadap dunia seni telah tumbuh sejak usia muda, terutama melalui tari dan musik.
Bakat tersebut kemudian berkembang menjadi perjalanan panjang Guruh dalam menciptakan dan mengembangkan karya seni. Ia tidak hanya berkarya sebagai seniman, tetapi juga membangun ruang bagi generasi dan pelaku seni untuk mengekspresikan gagasan mengenai kebudayaan Indonesia.
Salah satu jejak pentingnya adalah ketika Guruh mendirikan kelompok kesenian Swara Mahardhika. Ia juga mendirikan Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production sebagai bagian dari aktivitasnya dalam mengembangkan seni pertunjukan.
Di bidang musik, Guruh turut dikenal melalui kiprahnya bersama grup Guruh Gipsy. Kelompok tersebut mempertemukan unsur musik modern dengan warna musik tradisional Nusantara. Guruh juga terlibat dalam Gank Pegangsaan bersama sejumlah musisi, di antaranya Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.
Sejumlah karya musik yang lahir dari tangan Guruh kemudian menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia. Salah satunya adalah lagu “Kala Sang Surya Tenggelam”, yang dikenal luas melalui suara Chrisye.Perjalanan kesenian Guruh tidak terlepas dari upayanya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dalam bentuk yang lebih modern.
Tari, musik, kostum, dan berbagai unsur tradisi menjadi bagian dari eksplorasi artistiknya.Warisan tersebut membuat nama Guruh tidak hanya tercatat dalam sejarah keluarga Soekarno, tetapi juga dalam perkembangan seni pertunjukan dan musik Indonesia.
Selain sebagai seniman, Guruh juga terjun ke dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 1992–1997 dan kemudian aktif dalam PDI Perjuangan. Di partai tersebut, Guruh dikenang sebagai sosok Marhaenis sekaligus pejuang partai.Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953.
Ia merupakan adik Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI. Guruh pernah menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati, perempuan asal Uzbekistan, pada 2002 dan berakhir pada 2009. (wah)



Tinggalkan Balasan