
Surabaya (Trigger.id) – Memilih daging sapi kebutuhan konsumsi sehari-hari tidak hanya berkaitan dengan harga. Masyarakat juga perlu memperhatikan asal-usul dan proses pemotongan daging untuk memastikan bahan pangan yang dibeli memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam membeli daging sapi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memilih daging yang dipasarkan melalui Pasar Daging Arimbi maupun lapak pedagang yang telah menjadi Mitra RPH Surabaya.
Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, mengatakan tempat pembelian menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan konsumen. Pembeli perlu memastikan daging yang dibeli berasal dari proses pemotongan yang memenuhi standar keamanan dan kesehatan pangan.
Cara mengenali pedagang yang menjual daging dari hasil pemotongan RPH Surabaya, tersedia papan bertanda Mitra RPH Surabaya. “Penanda ini dapat menjadi salah satu acuan konsumen ketika memilih lapak penjualan daging di pasar tradisional,” kata Fajar, Selasa (29/9).
Saat ini, sekitar 300 papan Mitra RPH telah tersebar di sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya. Di antaranya Pasar Pucang, Pasar Genteng, Pasar Tambahrejo, Pasar Pabean, Pasar Wonokromo, Pasar Balongsari, serta sejumlah pasar lain.Selain lapak Mitra RPH, masyarakat juga dapat membeli daging sapi di Pasar Daging Arimbi yang berada di kawasan Pegirian, Surabaya.
Pasar ini menjadi salah satu sentra penjualan daging sapi di Surabaya. Mayoritas daging yang dipasarkan hasil pemotongan RPH Surabaya. Harga daging sapi kelas satu saat ini kisaran Rp135.000 per kilogram.“Memang harga sapi hidup mengalami kenaikan sehingga berpengaruh terhadap harga daging. Namun, di Pasar Daging Arimbi kami memastikan masyarakat memiliki pilihan mendapatkan daging dengan harga yang relatif terkendali dan kualitas yang terjamin,” jelas Fajar.
Bagi masyarakat, memilih tempat pembelian merupakan langkah awal untuk mendapatkan daging yang berkualitas. Konsumen juga dapat memperhatikan kondisi fisik daging sebelum membeli.Secara umum, daging sapi segar memiliki warna merah khas daging sapi, tidak mengeluarkan bau yang menyengat atau tidak wajar, serta memiliki tekstur yang masih baik. Konsumen juga sebaiknya menghindari daging yang tampak berlendir atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Selain kondisi fisik, aspek kebersihan tempat penjualan juga penting. Lapak yang bersih, daging yang ditangani dengan baik, serta penggunaan sarana penyimpanan yang sesuai dapat membantu menjaga kualitas daging hingga sampai ke tangan konsumen. ( wah)



Tinggalkan Balasan