• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

DBD Selalu Mengintai, Harusnya Vaksinasi Jadi Prioritas

27 Februari 2023 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: dr. Ari Baskoro SpPDK, AI – (Divisi Alergi-Imunologi Klinik Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya}

Ketika musim hujan tiba, selalu diiringi berita soal banjir. Banyak daerah di Indonesia yang rutin menjadi “langganan” banjir.“Musibah” itu banyak terkait dengan berbagai persoalan lingkungan yang belum dapat dituntaskan. Surutnya air yang memerlukan waktu  berkepanjangan, menciptakan peluang timbulnya masalah baru.

Air yang tergenang,  merupakan habitat ideal bagi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Lingkungan hidup yang paling disukainya,banyak berdekatan dengan aktivitas manusia sehari-hari.Darah manusia yang dihisapnya, merupakan sumber utama nutrisi dan pematangan sel-sel telurnya.Nyamuk berwarna hitam dengan belang putih di sekujur tubuhnya ini, cenderung aktif pada pagi  hingga siang hari. Ketika menggigit manusia, akan disertai masuknya air liur yang mengandung virus dengue.

Dari tahun ke tahun, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) selalu berfluktuasi. Mengikuti irama musim.Sifatnya endemis dan bisa menyerang siapa saja. Terbanyak pada rentang usia antara 14 hingga 44 tahun. Tanpa kecuali, semua provinsi di Indonesia bisa terjangkit. Namun demikian provinsi yang padat penduduk, terutamadi seluruh pulau Jawa dan Kalimantan Timur, paling banyak dilaporkan kasusnya. Insidennya diperkirakan mencapai 40 per 100 ribu penduduk.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), DBD merupakan salah satu dari sepuluh ancaman terhadap masalah kesehatan global. Lebih dari setengah populasi di seluruh dunia, berisiko terpapar virus dengue. Setiap tahunnya diperkirakan sebanyak 390 juta penduduk dunia terinfeksi. Pada gilirannya, sebanyak 36 ribu di antaranya, tidak dapat diselamatkan jiwanya.

Indonesia merupakan negara yang terkena dampak tertinggi di dunia, akibat beban pembiayaan perawatan DBD. Biaya ekonominya diperkirakan mencapai US$355,2 juta yang tersedot untuk perawatan di rumah sakit. Di sisi lain, “hanya” sebesar US$26,2 juta, jumlah  anggaran yang dialokasikan untuk kasus-kasus rawat jalan. Data tersebut tercatat pada tahun 2015. Sangat mungkin beban ekonomi itu, akan semakin melonjak dari tahun ke tahun.

Pencegahan dan pengendalian DBD, tidak selalu mudah dilakukan. Gerakan satu rumah, satu jumantik (G1R1J), dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), banyak mengalami kendala di lapangan. Tanpa pemahaman dan partisipasi semua warga masyarakat, tindakan-tindakan preventif ini dinilai kurang efektif.

Virus dengue

Terdapat empat jenis virus dengue. Masing-masing memiliki spesifikasi. Dalam bidang virologi, keempat serotipe itu diberi nama DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Semuanya dapat ditemukan di seluruh wilayah Nusantara. Di setiap daerah, memiliki pola dominasi serotipe yang relatif berbeda-beda, antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Seseorang dimungkinkan dapat terserang DBD sebanyak empat kali.

Infeksi DBD memang unik. Polanya spesifik. Paradigmanya hampir tidak didapatkan pada jenis infeksi oleh mikroba lainnya.Pasca terpapar untuk pertama kalinya (primary dengue) oleh salah satu serotipe tertentu DENV, maka individu tersebut akan kebal terhadap serotipe yang sama. Imunitasnya berlangsung dalam tempo yang panjang. Tetapi di sisi lain, kekebalan ini hanya bersifat temporer terhadap tigaserotipe lainnya. Biasanya hanya berjangka waktu relatif singkat.Sekitar dua hingga tiga bulan saja. Setelah periode waktu itu, individu tersebut rentan terinfeksi oleh tiga serotipe lainnya. Dampak klinis paparan yang kedua, justru berisiko menjadi lebih berat.

“Musuh dalam selimut”

Pasca infeksi primer, seseorang akan dapat memproduksizat kebal yang disebut antibodi. Secara bersamaan,dihasilkanpula“memori”sel imun. Fungsinya krusial dalam “mengingat” dan segera merespons, bila terpapar oleh serotipe virus yang sama. Oleh karenanya, infeksi ulang dengan serotipe virus yang sama,tidak akan terjadi. Persoalannya menjadi sangat kontras, tatkala individu tersebut terpapar oleh serotipevirus yang berbeda (secondary dengue).

Antibodi yang seharusnya bersifat protektif/menetralisasi, “anehnya”malah menjadi “teman” bagi serotipe virus yang berbeda berikutnya itu. Dengan pola analogi “musuh dalam selimut”, antibodi tersebut “dimanfaatkan” oleh serotipe virus yang berbeda. Mekanisme tersebut justru memicu replikasi virus di dalam monosit (bagian sel darah putih/lekosit),  dalam jumlah besar. Selanjutnya diikuti pula dengan penyebarannya ke seluruh sirkulasi darah (viremia).Dampak klinisnya berisiko menjadi lebih berat. Akibatnya bisa diperparah, bila individu tersebut memiliki latar belakang penyakit kronis (misalnya asma, diabetes), dan genetik tertentu.

Mekanisme penyakit dengan analogi “musuh dalam selimut” tersebut, dikenal dengan istilah antibody dependent enhancement (ADE). Model peristiwa semacam itu, diduga dapat terjadi pada Covid-19 dan vaksinnya. Tetapi hingga kini, hipotesis tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Manifestasi klinis

Gejala klinis DBD relatif mudah dikenali. Meski demikian, tidak jarang terlewatkan begitu saja.Karena sering dianggap sebagai “demam biasa”, atau diperkirakan seperti  penyakit lainnya. Lambatnya deteksi, bisa berdampak fatal. Gambaran klinis antara satu serotipe dengan lainnya, mempunyai pola yang sama.

Demam menjadi gejala utama. Kadang bisa mencapai 40 derajat Celsius. Gejala lainnya dapat berupa nyeri kepala (terutama area sekitar belakang mata), nyeri sendi dan otot-otot, serta badan terasa lemas. Tidak jarang pula timbul mual, muntah-muntah, nyeri ulu hati, dan batuk. Kecurigaan akan semakin menguat, dengan munculnya bintik-bintik merah. Terutama pada anggota gerak.

Kategori penyakit infeksi virus dengue, seperti suatu spektrum. Mulai demam dengue (DD), hingga DBD derajatIV/empat yang disertai syok/renjatan hebat. Bahkan sering disertai pula dengan perdarahan hebat yang bisa berujung pada kematian. Pada prinsipnya semakin dini deteksi dan penanganannya, akan semakin baik prognosisnya.

Vaksinasi

Vaksinasi terbukti merupakan cara yang paling efektif dalam mencegah transmisi dan pengendalian dampak penyakit infeksi menular. Rekam jejaknya tidak perlu diragukan lagi. Namun demikian tidak mudah untuk mendapatkan vaksin yang tepat. Setiap penyakit infeksi mempunyai karakteristik vaksinnya yang spesifik. Demikian pula untuk vaksin DBD. Risetnya memakan waktu yang sangat panjang. Bahkan diwarnai pula dengan kegagalan dan kendala cara penerapannya.

Saat ini vaksin DBD telah tersedia.Pengembangannya terutama difokuskan pada aspek keamanannya. Mekanisme terjadinya ADE, merupakan pertimbangan utama  penerapan vaksinasi.

Vaksin DBD “generasi pertama” telah direkomendasikan penggunaannya sejak tahun 2015. WHO, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan European Medicines Agenncy telah menyetujuinya. Di negara kita, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah mengeluarkan izin edarnya pada tahun 2016. Penerapan vaksin “generasi pertama” ini, harus disertai “rambu-rambu” yang ketat. Untuk menghindari terjadinya ADE, penggunaannya harus diawali dengan skriningpra-vaksinasi, berupa tes serologi antibodi.Bila tes antibodinya positif, pemberian vaksin tersebut sangat bermanfaat. Dengan kata lain,  jenis vaksin ini tidak diindikasikan untuk mencegah terjadinya primary infection/primary dengue. Jadi hanya berguna untuk mencegah secondary dengue.

Vaksin generasi terbaru yang lebih mudah cara penerapannya, telah dapat digunakan. BPOM telah mengeluarkan izin edar vaksin tersebut yang dinamakan Qdenga, pada tanggal 19 Agustus 2022. Vaksin “generasi kedua” ini,merupakan virus yang dilemahkan (live attenuated tetravalent dengue vaccine/TDV).Tulang punggung komponen antigennya, berasal dari DENV-2 yang sudah dilemahkan (attenuated). Untuk struktur komponen TDV-1, TDV-3, dan TDV-4, dalam bentuk rekombinan denganDENV-2.

Tingkat efikasinya dalam mencegah penularan,sebesar 80,2 persen. Di sisi lain, efikasi pencegahan perawatan di rumah sakit, dapat mencapai 95,4 persen. Indikasi pemberiannya bagi individu yang berusia enam hingga 45 tahun. Hal yang menarik adalah, tidak diperlukannya lagi skrining pra-vaksinasi. Diberikan sebanyak dua dosis, dengan interval waktuantara dosis pertama dan kedua selama tiga bulan. Semoga vaksin DBD dapat menjadi prioritas dalam upaya pencegahan dampak buruk  DBD di tanah air.

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, wawasan Ditag dengan:Aedes aegypti, Ari Baskoro, DBD, Virus Dengue

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

TKD Tembus Rp 599,2 T Sampai September, Stimulus Daerah Diperkuat

10 Oktober 2026 By admin

Veda Pratama Ikut Kualifikasi Moto3 Mandalika

9 Oktober 2026 By admin

Cium Bau Gas LPG ? Jangan Nyalakan Sakelar, Ini Langkah Aman Mengatasinya

9 Oktober 2026 By admin

Biaya Haji 2027 Turun Rp 3,4 Juta, Pelunasan Jemaah Jadi Rp 23 Juta

8 Oktober 2026 By admin

1.000 Guru TK, RA, dan TPQ Jatim Dapat Kacamata Gratis

8 Oktober 2026 By admin

Taisei Marukawa, Mimpi Garuda dari Tanah Sakura

8 Oktober 2026 By admin

Kick Off Hari Santri di Tuban, Disiapkan 14 Agenda Kegiatan

7 Oktober 2026 By admin

Hormati Putusan MK, Gibran Siap Follow Up Terkait Ijazah

7 Oktober 2026 By admin

Kemenag : Penghulu Bisa Jadi Agen Warga Daftar Perlinsos

7 Oktober 2026 By admin

Jawara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Adu Penalti

6 Oktober 2026 By admin

Herdman Ingin Hentikan Dominasi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

5 Oktober 2026 By admin

Pemerintah Siapkan Rp 31 T, Usia Diatas 17 Tahun Dapat Rekening Bank

5 Oktober 2026 By admin

Prabowo Resmikan 204 Satuan TNI dan 6 Kodam Baru

5 Oktober 2026 By admin

Logo HUT Ke-81 Jatim Tegaskan Arah Pembangunan Berkelanjutan

4 Oktober 2026 By admin

Kemkomdigi : Notifikasi Tak Cukup, Operator Harus Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

4 Oktober 2026 By admin

KCL Singhasari Siapkan Dua Magister Baru, Fokus Perkuat Keamanan Siber

3 Oktober 2026 By admin

Dekananto Eko Purwono Dipercaya Jadi Kapolda Jatim

3 Oktober 2026 By admin

“Batik Berlayar” Merawat Tradisi Menggairahkan Ekonomi

2 Oktober 2026 By admin

Gubernur Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 November 2026

2 Oktober 2026 By admin

Jelang Konferensi PWI Jatim, DPS Keluar, Masa Sanggah hingga 2 Oktober 2026

1 Oktober 2026 By admin

PBNU Umumkan 210 Pengurus Periode 2026-2031, Gus Kikin Tekankan Pemerataan Kader

1 Oktober 2026 By isa

BAZNAS Jatim-UNUSA Perkuat Sinergi, Dorong Beasiswa, Riset, dan Pemberdayaan UMKM

1 Oktober 2026 By admin

‘Apartemen’ Lapas Cibinong Tak Tercatat Aset Negara. Siapa Donaturnya ?

1 Oktober 2026 By admin

Kenali Influenza A pada Anak: Gejala dan Cara Cegah Penularan

30 September 2026 By admin

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Rayakan Beragam Potensi Anak di Surabaya dan Malang

30 September 2026 By zam

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Prof Masdar Hilmy Resmi Pimpin UINSA
  • Benahi Permukiman Ala Singapura Menuju Kota Surabaya 2045
  • Cegah Campak Sejak Dini Perlu Edukasi dan Imunisasi MR
  • Barcelona Puncaki Klasemen Liga Champions 2026/2027, Arsenal Tempel Ketat
  • Surabaya Siapkan Website Porprov, Atlet Bisa Cek Hotel hingga Kuliner

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.