• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Kesehatan Jiwa, Sering Disepelekan Dan Dianggap Tidak Penting

3 November 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Surabaya (Trigger.id) – Masalah kesehatan jiwa sering dianggap sepele dan kurang penting dibandingkan kesehatan fisik, padahal keduanya saling terkait dan penting untuk kesejahteraan hidup. Banyak yang masih memiliki stigma atau menganggap kesehatan jiwa sebagai kelemahan, sehingga penderita sering merasa takut untuk mencari bantuan. Ini memperparah kondisi dan menghambat pemulihan.

Kesehatan mental yang buruk dapat mempengaruhi produktivitas, hubungan sosial, serta kualitas hidup. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa perlu ditingkatkan untuk membangun masyarakat yang lebih sehat secara holistik.

“Gangguan mental secara general berarti kita punya rasa tidak nyaman, stres, resah. Dan rasa tidak nyaman itu sudah sampai membuat kita kehilangan beberapa fungsi sehari-hari. Susah tidur, tidak konsentrasi, dan tidak bisa berinteraksi dengan baik,” kata psikiater dr. Tjoeng Steven, kepada DW Indonesia.

Menurut Steven, masih ada stigma yang salah di masyarakat, yang menganggap bahwa gangguan mental sama dengan gila.

“Kita mengidentifikasi kalau gangguan jiwa itu sama dengan gila. Nah, ini sebuah keyakinan dasar yang salah. Asumsi total, ya. Karena tidak semua gangguan jiwa itu identik dengan gila. Gangguan jiwa itu bisa jadi sekadar kita susah tidur,” ujar Steven.

Menurutnya, tak heran jika masih banyak orang yang enggan terbuka karena takut dihakimi.

Mengutip laman ayosehat.kemkes.go.id, seorang penyair dari Aquino bernama Decimus Iunius Juvenalis pada abad kedua Masehi mempopulerkan sebuah ungkapan atau frasa mens sana in corpore sano yang dimaknai sebagai di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Frase tersebut terus berkembang dalam dunia olahraga, agar seorang anak memahami betapa pentingnya berolahraga dalam menjaga kondisi tubuh, baik fisik (badan) maupun psikis (jiwa). Frase tersebut seakan menyiratkan bahwa tubuh yang sehat akan membuat jiwa seseorang menjadi sehat.

Berdasarkan pandangan tersebut, kesehatan jiwa sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kurang penting dibandingkan dengan kesehatan fisik, karena adanya anggapan jika badan sehat, maka jiwa akan ikut sehat. Padahal, kesehatan jiwa memiliki peran yang sangat krusial dalam kualitas hidup seseorang.

Berapa banyak orang yang tubuhnya sehat, namun perilakunya cenderung menyimpang, mudah cemas, depresi dan bahkan sebagian melakukan bunuh diri. Sayangnya, masih banyak orang yang enggan atau takut untuk berbicara tentang masalah kesehatan jiwa, sehingga masalah tersebut seringkali terabaikan. Dampaknya, penyakit yang diderita seseorang sulit untuk diatasi, terlebih untuk disembuhkan. Orang yang ingin berkonsultasi ke psikolog atau psikiater karena masalah depresi atau kecemasan di dalam dirinya, sering kali distigma sebagai orang yang mengalami gangguan jiwa bahkan gila.

Pandangan tersebut tentunya sangat berbeda dengan kondisi di era mileneal. Berdasarkan penelitian pada beberapa tahun terakhir, ditemukan kaitan yang erat antara kesehatan jiwa dengan kesehatan tubuh/fisik seseoarang. Bahkan beberapa hasil penelitan menyebutkan adanya pengaruh kesehatan jiwa terutama depresi dan kecemasan terhadap penyakit kronis, seperti gagal ginjal, gagal jantung, kanker, diabetes melitus, hipertensi, tuberculosis, tukak lambung dan lain-lain. Artinya, jika jiwa seseorang sehat, maka penyakit fisik seseorang akan lebih mudah disembuhkan.

Mengapa Kesehatan Jiwa Sering Terabaikan?

Masyarakat sering kali masih menempelkan stigma negatif dan diskriminasi terhadap orang yang mengalami masalah kejiwaan dan atau gangguan jiwa. Hal ini membuat banyak orang merasa malu atau takut untuk mencari bantuan. Bahkan untuk melakukan skrining kesehatan jiwapun, seseorang sering kali dihantui perasaan takut dikatakan mengalami gangguan jiwa.

Para ahli kesehatan jiwa berpendapat bahwa beberapa faktor membuat kesehatan mental sering terabaikan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental yang setara dengan kesehatan fisik. Stigma sosial juga memainkan peran besar; banyak yang menganggap bahwa masalah mental adalah tanda kelemahan atau masalah yang hanya bisa diatasi sendiri. Selain itu, akses layanan kesehatan jiwa masih terbatas, terutama di daerah-daerah tertentu. Kondisi ini membuat banyak orang ragu untuk mencari bantuan profesional, padahal intervensi lebih dini dapat mempercepat pemulihan dan mencegah masalah lebih serius.

Masalah lainnya adalah masih banyak orang yang kurang memahami tentang gangguan jiwa. Mereka acap kali menganggap gangguan jiwa sebagai kelemahan atau tanda kepribadian yang buruk. Berkonsultasi terkait masalah kesehatan jiwa juga dianggap tabu.

Akses terhadap layanan kesehatan jiwa juga masih terbatas, terutama di daerah-daerah terpencil. Psikolog dan atau dokter spesialis jiwa hanya ada di perkotaan. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap upaya seseorang menyelesaikan masalah kejiwaannya.

Kesehatan fisik juga dianggap lebih penting dan mendesak dibandingkan dengan kesehatan jiwa. Hal tersebut dipengaruhi oleh pandangan terkait dengan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Dampak dari Pengabaian Kesehatan Jiwa

Pengabaian terhadap kesehatan jiwa dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Beberapa dampak tersebut antara lain:

  • Peningkatan risiko bunuh diri dikarenakan gangguan jiwa yang tidak tertangani.
  • Penurunan kualitas hidup disebabkan oleh gangguan jiwa yang mengganggu kemampuan seseorang untuk bekerja, belajar, dan bersosialisasi.
  • Peningkatan risiko penyakit fisik, seperti penyakit jantung, diabetes melitus, gagal ginjal dan gangguan pencernaan.
  • Beban ekonomi dikarenakan penanganan dan pengobatan gangguan jiwa yang terlambat, sehingga membuat seseorang tidak mampu belajar dan bekerja dengan baik yang berdampak pada tidak adanya pemasukan.
  • Dampak pada keluarga dan masyarakat akibat gangguan jiwa yang tidak tertangani dan dapat menyebabkan masalah sosial.

Jika kita masih mengabaikan kesehatan jiwa, konsekuensinya bisa sangat serius. Berbagai studi menunjukkan bahwa tanpa perhatian yang cukup, masalah kesehatan mental bisa berkembang menjadi kondisi yang kronis dan sulit diatasi.

Pengabaian kesehatan jiwa tidak hanya mengurangi kualitas hidup secara pribadi, tetapi juga menghambat kemampuan kita untuk berfungsi secara optimal dalam pekerjaan, hubungan, dan kehidupan sosial. Memperhatikan kesehatan jiwa adalah langkah preventif yang penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan, membantu kita menjalani hidup yang lebih seimbang dan bermakna. (bin)

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, nusantara, update Ditag dengan:Kemenkes, Kesehatan Jiwa, Kurang Penting, Sepele, Tidak Penting

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Jelang Indonesia vs Malaysia, GBK Semarak Hiburan Suporter

28 September 2026 By admin

Syahrini 7 Tahun Setelah Jaga Anak dan Reino Barack

28 September 2026 By admin

Opera Kolosal “Merah Putih Bertanya” Refleksi Perobekan Bendera

27 September 2026 By admin

Manasik Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

27 September 2026 By admin

Guruh Soekarnoputra, Merawat Warna Budaya Indonesia Sampai Akhir Hayat

26 September 2026 By admin

Beasiswa Khofifah ke Al Azhar, Santri Jatim Menorehkan Prestasi di Kairo

26 September 2026 By admin

Jatim Bidik Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Misi Dagang Capai Rp 6,7 Triliun

25 September 2026 By admin

Rebut Emas Pertama Asian Games 2026, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis

25 September 2026 By admin

Memilih Yang Benar Dan Tawakal

25 September 2026 By admin

Muzakki Mundur Sepekan Setelah Jadi Rektor Lagi

24 September 2026 By admin

Ruang Setaman, Membawa Pesona Batik ke Dalam Hunian Modern

24 September 2026 By admin

Influenza A Merebak, Kenali Gejalanya

24 September 2026 By admin

Menjejak Raudhah, Khofifah: Meneladani Sayyidah Aisyah

24 September 2026 By admin

Guru PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu Tanpa Tes

23 September 2026 By admin

Uang Kertas Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor

23 September 2026 By admin

MUI Jatim Imbau 38 Daerah Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

22 September 2026 By admin

Agro Expo 2026 Kenalkan Produk Pangan Premium

22 September 2026 By admin

Waspada Banjir Rob Akibat Super New Moon

22 September 2026 By admin

KDMP Soft Launching Oktober 2026

21 September 2026 By admin

Surabaya Jadi Ruang Bertemu Seni dan Imajinasi

20 September 2026 By admin

Pakar ITS : Jangan Kaitkan Laka KMP Virgo Transport dengan Usia Kapal

20 September 2026 By admin

Khofifah: 100 Tahun Gontor Bukti Pendidikan Bisa Beradaptasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

20 September 2026 By admin

Lautaro Martinez Selamatkan Inter dari Kekalahan, AS Roma Gagal Menang di Olimpico

20 September 2026 By admin

44.000 Anak Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis

19 September 2026 By admin

Prabowo Cium Mushaf Gontor Menandai 100 Tahun Usia Pesantren

19 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • “Batik Berlayar” Merawat Tradisi Menggairahkan Ekonomi
  • Gubernur Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 November 2026
  • Jelang Konferensi PWI Jatim, DPS Keluar, Masa Sanggah hingga 2 Oktober 2026
  • PBNU Umumkan 210 Pengurus Periode 2026-2031, Gus Kikin Tekankan Pemerataan Kader
  • BAZNAS Jatim-UNUSA Perkuat Sinergi, Dorong Beasiswa, Riset, dan Pemberdayaan UMKM

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.