• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Muhasabah Pagi; Kalau Mau Sombong, Pikir Dulu Siapa Dirimu

17 Desember 2022 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi sikap sombong. Foto: Ist.

“Sesaat kita bisa menjadi orang paling kaya dan sesaat kemudian bisa saja kita menjadi orang termiskin.”

Oleh: Habib Ahmad Al Habsyi

Sebagai manusia apa yang mau kita sombongkan. Kita ini berasal dari air mani. Air yang keluar dari kemaluan dan tidak ada orang yang mau menyimpan air maninya sendiri. Bahkan jika air mani tersebut mengenai pakaian, kita cepat-cepat mencucinya.

Jika manusia itu meninggal ia akan jadi “bangkai” dan harus segera dimakamkan. Kemana-mana manusia berjalan dalam perutnya tersimpan kotoran. Lalu apa yang bisa dan mau kita sombongkan dan apa yang mau kita banggakan.

Jika kita memiliki ilmu, ilmu itu titipan dari Allah. Jika kita kaya, yakinlah bahwa semua harta yang kita miliki tersebut juga titipan dari Allah Swt. Dan dalam sekejap harta tersebut bisa saja lenyap, jika Allah sebagai pemilik harta mencabutnya.

Sesaat kita bisa menjadi orang paling kaya dan sesaat kemudian bisa saja kita menjadi orang termiskin karena harta kita sudah diambil oleh Allah Swt.

Begitu juga ilmu yang kita miliki tu sebenarnya titipan dari Allah. KIta masuk kamar mandi terpeleset dan kepala kita terbentur tembok atau lantai sehingga ilmu yang ada dalam otak kita hilang semua. Kita tidak bisa mengingat satupun dari apa yang sudah kita lakukan. Diajak bicara sama orang lain juga tidak nyambung karena otak kita sudah tidak bisa lagi menyimpan memori.

Makanya dalam tingkatan berikutnya, selain semua apa yang ada dalam diri kita ini milik Allah dan kita jangan pernah membanggakan atas apa yang sudah kita lakukan atau membanggakan amal kita.

Kalau seseorang selalu membanggakan atas amal yang sudah dilakukan akan tergelincir pada kesombongan. Dia mengaku sudah mengerjakan ini itu dan sebagainya. Berbeda dengan orang yang ikhlas, yang selalu merasa kurang atau belum merasa melakukan apa-apa atas semua amal kebaikannya. Ia sangat yakin bahwa sedekah yang ia keluarkan tidak berarti apa-apa dibanding ;pemberian rezeki yang ia terima dari Allah Swt.

Sabda Nabi Muhammad Saw.:

عن أبي هُريرة رضيَ اللَّهُ عنه أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْداً بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً ، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ للَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وجلَّ » رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah bersabda: “Tidaklah sesuatu pemberian sedekah itu mengurangi banyaknya harta. Tidaklah Allah itu menambahkan seseorang akan sifat pengampunannya, melainkan ia akan bertambah pula kemuliaannya. Juga tidaklah seseorang itu merendahkan diri kerana mengharapkan keredhaan Allah, melainkan ia akan diangkat pula darjatnya oleh Allah ‘Azzawajalla.* (Hadits Riwayat Muslim).

Seseorang yang memberikan hartanya kepada orang lain, sesungguhnya hartanya tidak berkurang sama sekali. Begitu juga seseorang yang memberikan maafnya kepada orang lain, maka Allah akan menambah kemuliaan atas orang tersebut. Derajatnya bertambah naik.

Zaman sekarang ini terbalik. Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain dianggap pribadi yang lemah. Justru orang tersebut dalam Islam termasuk orang yang kuat, yang tidak terpengaruh oleh kejelekan atau kesalahan orang lain. Ini sangat berat, karena tidak semua orang bisa melakukannya.

Jika orang dizalimi membalas dengan kezaliman, dipukul lalu balas memukul, itu gampang dan semua orang bisa. Hewan saja bisa melakukan. Dicakar balas mencakar. Tetapi orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain, itulah sesungguhnya orang yang kuat.

Contoh nyata ada pada diri Muhammad Saw. Bagaimana Nabi sangat menghormati semua sahabatnya termasuk menghormati orang paling miskin sekalipun.

Pernah suatu hari, ketika Nabi bersama para sahabatnya berjalan kaki menuju suatu tempat untuk urusan yang sangat penting, tiba-tiba langkah Nabi dihentikan orang lain, yang merasa penting untuk bicara langsung dengan Nabi. Nabi berhenti dan menuruti orang tersebut. Bahkan orang tersebut ingin bicara hanya empat mata di suatu tempat juga dituruti oleh Nabi Saw. Ini menunjukkan betapa luar biasanya sikap tawadu’ Rasulullah tersebut. Kepada orang miskin sekalipun Rasulullah tetap menaruh hormat dan menuruti apa maunya orang miskin tersebut.

Tidak ada sikap sombong sedikitpun dari Rasulullah Saw. Semua yang bisa dikerjakan sendiri oleh Rasulullah ya dikerjakan sendiri oleh beliau. Ketika belanja dan membawa barang belanjaan ke rumah, Rasulullah sendiri yang membawa barang belanjaan tersebut. Padahal para sahabat saling berebut untuk membawakan barang belanjaan tersebut, tetap Nabi tidak mau dan memilih membawanya sendiri.

Salah satu tanda orang tawadu’ adalah ketika ia keluar dari rumah ia tidak berjumpa dengan orang muslim yang lain kecuali menganggap orang muslim tersebut lebih tinggi derajatnya atau lebih tinggi ilmunya daripada dirinya.

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, nusantara, Tips Ditag dengan:Muhasabah Pagi, Siapa Dirimu, Sombong

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Luka Lama di Puncak Organisasi Sepak Bola Dunia

10 Juni 2026 By admin

Khofifah Ajak Pelaku Konstruksi Tingkatkan Daya Saing dan Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

10 Juni 2026 By admin

Ketika Ilmu Pengetahuan Menjadi Kekuatan Bangsa

10 Juni 2026 By admin

Menjaga Kesucian Haji dari Praktik Curang Oknum KBIHU

10 Juni 2026 By admin

Ketika Iklim Berubah, Anak-Anak Menjadi Kelompok yang Paling Rentan

10 Juni 2026 By admin

Menjaga Kemabruran dari Tanah Suci: Upaya Lindungi Jemaah Haji dari Praktik Penipuan

10 Juni 2026 By admin

TRIONDA: Ketika Bola Piala Dunia Menjadi Perangkat Cerdas di Lapangan

10 Juni 2026 By admin

Kisah Wasit Somalia yang Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

10 Juni 2026 By admin

DPRD Surabaya Dorong Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Kebutuhan Investasi

9 Juni 2026 By admin

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah Guna Jaga Daya Beli dan Kendalikan Inflasi

9 Juni 2026 By admin

MBG di Persimpangan: Ketika Program Strategis Diuji oleh Tata Kelola

9 Juni 2026 By admin

Vape, Rokok Pintar, dan Ancaman yang Mengintai Generasi Muda

9 Juni 2026 By admin

Iqra di Harvard: Saat Al-Quran Menggema dari Jantung Intelektual Dunia

9 Juni 2026 By admin

Kantin Sekolah Jadi Andalan Baru MBG, Solusi Efisien untuk Menjangkau Wilayah 3T

9 Juni 2026 By admin

Indonesia Antisipasi Kecepatan Mozambik pada FIFA Match Day di GBK

9 Juni 2026 By isa

Mensesneg Pastikan Tindak Lanjut Putusan Etik Ombudsman terhadap Hery Susanto

8 Juni 2026 By admin

Air Mata Menetes di Tanah Suci: Kisah Lansia Temukan Keluarga Baru dalam Pelayanan Haji

8 Juni 2026 By admin

Misi Ghana Mengulang Keajaiban Piala Dunia 2010

8 Juni 2026 By admin

Mengenal Diri, Menemukan Tuhan: Jalan Sunyi Menuju Makrifat

8 Juni 2026 By admin

Trump Tegaskan Netanyahu Ikuti Hasil Negosiasi AS dengan Iran

8 Juni 2026 By admin

Sekolah Rakyat Jatim 1: Membangun Generasi Unggul dari Satu Kawasan Pendidikan Terpadu

8 Juni 2026 By admin

Menkeu Purbaya: Rupiah Tembus Rp18.000, Tapi Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

7 Juni 2026 By admin

Piala Dunia 2026: Maroko Datang dengan Mimpi Lebih Besar

7 Juni 2026 By admin

Rapimnas HIMKI 2026: Membangun Ekosistem, Menguatkan Daya Saing dan Meningkatkan Ekspor

6 Juni 2026 By admin

Rezeki yang Tak Pernah Tertukar

6 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Brasil Ditahan Maroko 1-1, Alisson Jadi Penyelamat Selecao di Laga Perdana Piala Dunia 2026
  • Menyapa Awan di Pegunungan Thaif, Kereta Gantung yang Jadi Magnet Jamaah Haji Indonesia
  • Operasional Haji 2026 Masuki Hari ke-54, Pemulangan Jemaah Indonesia Terus Berjalan
  • UEFA Percayakan Omar Artan Pimpin Piala Super Eropa 2026
  • Evaluasi Besar Haji 2026, Pergerakan Jamaah dan Syarat Kesehatan Jadi Sorotan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.