
Probolinggo (Trigger.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah dinamika harga pangan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pasar murah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penjualan bahan kebutuhan pokok dengan harga subsidi, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Menurut Khofifah, kegiatan pasar murah memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, menstabilkan harga komoditas strategis, dan mengurangi tekanan inflasi. Karena itu, Pemprov Jatim secara konsisten menggelar kegiatan tersebut di berbagai wilayah, termasuk Pasar Murah ke-76 Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang, Kota Probolinggo.
“Pasar murah merupakan upaya bersama untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jenis komoditas yang disediakan dalam setiap penyelenggaraan pasar murah selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan harga di lapangan. Fokus utama diberikan pada komoditas pangan yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi sehingga dampak pengendaliannya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap program pasar murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai efektif dalam menjaga kestabilan harga serta memperkuat daya beli masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, upaya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pasar murah, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, distributor, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya yang turut berkontribusi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Ia turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo atas keberhasilannya menjaga laju inflasi daerah sehingga memperoleh penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri.
Pada pelaksanaan pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu tersedia pula telur ayam ras seharga Rp22.000 per paket, daging ayam ras Rp30.000 per paket, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, dan cabai Rp5.000 per 200 gram yang menjadi salah satu komoditas paling diminati masyarakat.
Tidak hanya menyediakan bahan kebutuhan pokok, pasar murah juga menjadi wadah promosi bagi produk-produk unggulan Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal. Kehadiran produk IKM diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi pelaku usaha daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (ian)



Tinggalkan Balasan