
Surabaya (Trigger.id)- Serangan jantung tidak hanya menjadi ancaman bagi kelompok usia lanjut. Pola hidup tidak sehat membuat risiko gangguan jantung juga dapat meningkat pada usia muda, termasuk mereka yang berusia di bawah 40 tahun.
Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Premier Surabaya, dr. Christian Pramudita Budianto, Sp.JP., mengatakan kebiasaan merokok dengan intensitas tinggi, obesitas, kurang tidur, serta pola hidup yang tidak seimbang menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada kelompok usia muda.Menurutnya, risiko juga dapat diperburuk oleh kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori.
Misalnya, kopi yang ditambahkan gula, krimer, atau susu kental manis, serta kebiasaan mengonsumsi camilan tinggi kalori secara berlebihan.”Selain pola makan dan kebiasaan merokok, tekanan pekerjaan yang berlangsung terus-menerus dan kurangnya waktu istirahat juga perlu diperhatikan,” demikian pesan Chrsitian dikutip dari laman LKBN Antara, Selasa (29/9).
Christian menjelaskan, stres tidak berarti seseorang akan langsung mengalami serangan jantung. Namun, stres yang berlangsung dalam jangka panjang dan disertai pola hidup kurang sehat dapat menjadi bagian dari rangkaian faktor yang meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.
Karena itu, menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan mengurangi satu faktor risiko. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, pengelolaan stres, serta kebiasaan merokok perlu diperhatikan secara menyeluruh.Nyeri Dada setelah aktivitas jangan dianggap sekadar masuk angin.
Salah satu persoalan yang kerap terjadi pada usia muda adalah mengabaikan gejala yang berhubungan dengan jantung.Keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada setelah melakukan aktivitas fisik terkadang dianggap sebagai kelelahan, masuk angin, atau nyeri otot.
Padahal, nyeri dada yang muncul saat atau setelah aktivitas dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.Christian menggambarkan nyeri dada yang berkaitan dengan gangguan jantung dapat terasa seperti dada tertindih atau mendapat tekanan berat.
Terlebih jika keluhan tersebut muncul berulang ketika melakukan aktivitas fisik.Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan nyeri dada yang tidak biasa, terutama apabila disertai gejala lain seperti sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang.
Jika gejala terasa berat, menetap, atau memburuk, pemeriksaan medis segera diperlukan.Aktivitas fisik secara rutin merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Namun, olahraga sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.
Bagi masyarakat yang baru mulai berolahraga, peningkatan intensitas sebaiknya dilakukan secara bertahap.Sementara itu orang yang rutin melakukan olahraga dengan intensitas tinggi perlu mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Pemeriksaan jantung juga penting bagi orang yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti kebiasaan merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, riwayat penyakit jantung dalam keluarga, maupun keluhan yang mengarah pada gangguan jantung. (wah)



Tinggalkan Balasan