• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Waspada “Super Flu”

3 Januari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Ari Baskoro*

Publik memang kreatif. Mereka “mengungguli” Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menyematkan gelar “super flu”, pada jenis influenza terbaru. Padahal, baik WHO maupun Pusat Pengendalian dan Penyakit (CDC) AS, masih mempelajari “tingkah laku” varian virus influenza yang kini marak. Banyak negara di dunia yang telah melaporkan peningkatan insidennya. Amerika Serikat (AS) adalah negara pertama yang mengawali laporan epidemiologinya. Pihak berwenang setempat menyatakan, “super flu” mencapai puncak rekor tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Sedikitnya ada 34 negara lainnya yang melaporkan fenomena serupa. Terutama Inggris, Jepang, Kanada, Australia, dan beberapa negara di Eropa. Mungkin negara kita relatif “terlambat” merilisnya. Kementerian Kesehatan RI telah mendeteksi sebaran “super flu”, sejak 25 Desember 2025. Sedikitnya telah melaporkan sebanyak 62 kasus. Sangat mungkin angka itu akan terus melonjak, seperti halnya yang terjadi di negara-negara lainnya. Pasalnya saat ini tengah dalam liburan tahun baru 2026. Masyarakat cenderung berkerumun di area destinasi wisata. Kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengenaan masker, sudah “terlupakan”. Sebab, pola penularan “super flu”, serupa dengan transmisi Covid-19.

Bersamaan dengan mulai meningkatnya “super flu” di tanah air, terdeteksi pula strain influenza A (H1N1Pdm09) dan influenza B (Victoria).

 “Super flu”

Entah siapa yang mengawali, sebutan “super flu” bukanlah terminologi resmi dari lembaga yang berkompeten. “Super flu” hanya sebutan informal atau julukan, terhadap “keturunan” virus Influenza yang kini mewabah. Prinsipnya agar mempermudah komunikasi dan relatif gampang diingat publik.  

Mengamati perilaku netizen, penulis jadi teringat saat pandemi Covid-19. Ketika itu publik dunia juga aktif memberi sebutan pada beragam varian Covid-19 yang sedang melonjak kasusnya. Padahal WHO sebagai otoritas kesehatan tertinggi dunia, belum memberikan identitasnya secara resmi. Sebut saja ada penamaan varian Arcturus, Kraken, Centaurus, hingga FLiRT. Sejatinya semuanya itu hanya merupakan virus “turunan” dari varian Omicron Covid-19. 

Kini giliran virus influenza varian terbaru yang mendapat “gelar” dari publik. Memang bila dipelajari, sangat tidak mudah mengingat sebutan angka-angka untuk mengidentifikasi “turunan” virus influenza. Istilah “turunan” juga bertujuan mempermudah komunikasi belaka.  Pasalnya di antara berbagai macam mikroba, virus influenza memiliki hierarki tingkat mutasi tertinggi. Laju mutasinya, jauh melampaui  SARS-CoV-2 (virus penyebab Covid-19).  

Dalam terminologi resmi virologi, “super flu” adalah H3N2 subclade K  yang tergolong dalam influenza A. Ada tata nama yang tidak terlalu dipahami awam, tetapi penting diketahui. Virus influenza memiliki banyak struktur. Komponen terpenting  yang berefek langsung pada manifestasi penyakit, dikode H/HA (Hemaglutinin) dan N/NA (Neuramidase). Hingga kini, setidaknya ada 16 subtipe H dan sembilan subtipe N.   Karena laju mutasinya yang luar biasa cepat, setiap saat mampu bertukar materi genetik di antara subtipe H dan N. Hasilnya “melahirkan” virus “keturunan” baru. Telah terjadi sebanyak  tujuh substansi mutasi pada “super flu”, dibanding “induknya” H3N2. Dampaknya lebih menular, meski tingkat fatalitasnya masih dalam penelitian (Gavi/The Vaccine Alliance, 2025).

Ada contoh sejarah paling fenomenal, terkait virus influenza A subtipe H1N1. Virus tersebut bertanggungjawab atas pandemi flu Spanyol tahun 1918. Kala itu memicu kematian 20-100 juta penduduk dunia. Tahun 2009, terjadi wabah H1N1 lagi. Pemicunya virus “keturunannya”, yakni strain virus H1N1/pdm09. Sumbernya dari babi. Pdm 09, mengartikan pandemi tahun 2009. Karena itulah peristiwanya dikenal dengan sebutan pandemi flu babi. Angka kematian resmi yang dilaporkan, mencapai 284 ribu penduduk dunia. Disinyalir,  realitas di lapangan jauh melampaui catatan tersebut. 

Galur virus yang pernah mewabah di Indonesia, bersumber dari unggas/burung     (H5N1). Pada tahun 2005, tercatat 20 kasus. Sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal. Wabah terakhir, terjadi tahun 2017. Dari 200 kasus yang terpapar, sebanyak 168  orang di antaranya meninggal. Tingkat fatalitasnya tergolong sangat tinggi. 

Virus influenza terdiri dari tiga “marga” (genus), yaitu influenza A,B, dan C. Virus influenza A, paling ganas bila menginfeksi manusia. Tetapi juga  bisa menyerang hewan, khususnya unggas dan babi. Genus B secara eksklusif hanya menyerang manusia, sedangkan genus C bisa menginfeksi manusia, anjing, dan babi. Paparan genus C, sangat jarang terjadi. Biasanya hanya menimbulkan penyakit ringan pada anak. 

Jika virus influenza menyerang babi, perlu mendapatkan atensi khusus. Pasalnya potensi bahayanya sangat tinggi, bila dua jenis virus menyerang secara bersamaan. “Perkawinan” keduanya, berpotensi “melahirkan” virus influenza jenis baru yang berbeda dengan kedua “induknya”. Perubahannya bisa hanya sebagian (antigenic drift), tetapi bisa juga total (antigenic shift). Virus “keturunan” baru inilah yang berpotensi berbahaya dan memantik terjadinya pandemi.

Gejala

Influenza sering dianggap sama dengan selesma. Padahal mikroba penyebabnya  sangat berbeda. Meski mirip, dampak influenza berpotensi lebih berat dan berbahaya. 

Gejala semua virus influenza relatif sama, meski masing-masing berbeda tingkat gradasinya.  Misalnya batuk, pilek, demam, sakit kepala, nyeri otot, dan sesak napas. Secara prinsip, dapat sembuh sendiri (self limiting disease). Sistem imunitas yang kompeten pada seseorang, mampu mengeliminasinya. Tetapi pada individu rentan dan  gangguan imunitas (imunokompromi), berisiko mengakibatkan penyakit yang lebih berat, bahkan fatal. Misalnya pada perempuan hamil, balita, lansia, dan individu yang memiliki komorbid atau penyakit kronis. Khususnya pada  orang dewasa yang memiliki penyakit dasar asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), atau perokok. 

Sejatinya mayoritas penduduk dunia sudah pernah terpapar influenza. Hal itu  dibuktikan dengan melacak jejak antibodinya masing-masing. Apabila “lahir” virus influenza strain baru, antibodi yang sudah terbentuk tidak mampu memproteksinya lagi.  Akibatnya berisiko menyebar dengan cepat, bahkan memantik pandemi. Situasi inilah yang kini terjadi pada “super flu”. 

Pencegahan

Seperti halnya pada Covid-19, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), efektif  mencegah paparan influenza. Khususnya pengenaan masker, sangat dianjurkan. Saat mobilitas, sebaiknya menghindari kerumunan, terutama dalam ruangan tertutup.  Pencegahan spesifik berupa vaksin influenza, diindikasikan terutama pada individu imunokompromi dan balita. Vaksin influenza trivalen (mengandung komponen dari dua galur subtipe A dan satu galur subtipe B), efektif mencegah penularan. Karena potensi evolusinya tinggi, vaksin influenza harus diperbarui setiap tahun. 

—–o—–

*Penulis :

  • Pengajar senior di :
    • Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam             FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
    • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku :
    • Serial Kajian COVID-19 (tiga seri) 
    • Serba-serbi Obrolan Medis
    • Catatan Harian Seorang Dokter
    • Sisi Jurnalisme Seorang Dokter (dua jilid)
Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update, wawasan Ditag dengan:Ari Baskoro, kesehatan, Super Flu, Waspada

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Hemat Energi Tanpa Mengorbankan Layanan Publik

17 Maret 2026 By admin

Menjaga Surabaya Tetap Rukun di Tengah Nyepi dan Idulfitri

17 Maret 2026 By admin

Drone Murah Iran yang Mengguncang Kekuatan Militer Barat

17 Maret 2026 By admin

Majelis Tarjih Muhammadiyah: Dam Haji Sah Disembelih di Indonesia

17 Maret 2026 By admin

MBG Rp335 Triliun: Antara Janji Gizi dan Tantangan Efisiensi

17 Maret 2026 By admin

Iran Klaim 80% Sistem Radar Pangkalan AS Hancur

16 Maret 2026 By admin

Liga Serie A: Lazio Tundukkan Milan 1-0

16 Maret 2026 By admin

Melasti di Watu Pecak, Menyucikan Diri Menjelang Nyepi

15 Maret 2026 By admin

Khofifah Bagikan Mushaf Madinah Hadiah Raja Salman

15 Maret 2026 By admin

Batagor Yunus, Oleh-Oleh Legendaris Bandung untuk Pemudik

15 Maret 2026 By admin

Tol Prosiwangi Dibuka Fungsional, Mudik Tapal Kuda Lebih Lancar

15 Maret 2026 By wah

Gilimanuk, Gerbang Mudik yang Tak Pernah Sepi

15 Maret 2026 By admin

Arsenal Kian Kokoh di Puncak, Tundukkan Everton 2-0 di Emirates

15 Maret 2026 By admin

Awal 2026, Ketika Kepala Daerah Berguguran di Meja OTT

15 Maret 2026 By admin

Mudik Tenang, Rumah Aman, Begini Pesan Surabaya Menjelang Lebaran

15 Maret 2026 By admin

Hemat Energi dan Wacana WFH di Tengah Bayang-bayang Krisis

14 Maret 2026 By admin

Ketika Harga Emas Mengubah Nisab Zakat

14 Maret 2026 By admin

Perang Modern, Ketika Laser Tak Mampu Menahan Drone

14 Maret 2026 By admin

Operasi Ketupat 2026, Menghadang Truk “Raksasa” di Jalur Mudik

14 Maret 2026 By admin

Ibu-ibu Surabaya Garda Depan Lawan Ancaman Digital

14 Maret 2026 By admin

Selat Hormuz, Jalur Sempit yang Mengguncang Dunia

13 Maret 2026 By admin

Belajar dari Kasus Yaqut: Begini Mekanisme Penentuan Kuota Haji

13 Maret 2026 By admin

Kolaborasi LAZIS Nurul Falah Salurkan Bantuan Paket Pendidikan Untuk Santri di Aceh Tamiang

13 Maret 2026 By admin

Kopi Tahlil Pekalongan, Hangatnya Kopi Rempah dari Tradisi Doa Malam

13 Maret 2026 By admin

Jasa Marga Beri Diskon Tol 30 Persen Saat Mudik Lebaran

13 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Menyantap Hidangan Lebaran: Nikmatnya Santan Tanpa Risiko Kesehatan
  • Lebaran 2026 di Saudi dan Negara Timur Tengah Lainnya Jatuh 20 Maret
  • Trump Minta Israel Hentikan Serangan Energi Iran
  • Sidang Isbat Lebaran Digelar Nanti Sore, Kamis 19 Maret 2026
  • Perempat Final Liga Champions: Big Match Tersaji

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.