• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Sahur Tanpa Meja Makan: Cerita Para Perantau di Kota Besar

23 Februari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Isa Anshori*

Pukul 03.27 WIB. Di sebuah kamar kos berukuran tiga kali tiga meter di kawasan Wonokromo, Surabaya, Ardi (23) terbangun oleh alarm ponselnya. Tak ada suara ibu yang mengetuk pintu. Tak ada aroma sayur bening atau telur dadar yang biasa tersaji di meja makan rumahnya di Lamongan. Yang ada hanya mi instan, sebotol air mineral, dan sepi.

Di kota sebesar Surabaya, kisah seperti Ardi bukanlah cerita tunggal. Ribuan perantau—mahasiswa, pekerja toko, karyawan pabrik, ojek daring—menjalani sahur dalam sunyi. Mereka datang dengan mimpi, tapi Ramadhan membuat rindu terasa lebih nyata.

Kota yang Tak Pernah Benar-Benar Tidur

Surabaya tetap menyala menjelang sahur. Di pinggir Jalan Ahmad Yani, beberapa warung 24 jam ramai oleh wajah-wajah mengantuk. Ada yang menyendok nasi goreng dengan mata setengah terpejam. Ada yang sekadar membeli teh hangat sebelum kembali ke kos.

Rani (26), karyawan ritel asal Banyuwangi, mengaku sahur adalah momen paling berat selama Ramadhan.

“Kalau buka puasa masih bisa ramai-ramai sama teman. Tapi sahur itu sepi sekali. Kadang cuma minum air dan roti,” katanya lirih.

Bagi sebagian perantau, sahur bukan lagi soal menu, melainkan soal suasana. Di rumah, sahur adalah kebersamaan. Di kota, sahur menjadi urusan bertahan.

Antara Mimpi dan Rindu

Perantau datang ke Surabaya membawa harapan: kuliah yang lebih baik, pekerjaan yang layak, masa depan yang lebih cerah. Namun Ramadhan menghadirkan ujian emosional yang berbeda.

Video call menjadi pengganti meja makan. Pesan suara ibu menjadi pengganti suara azan yang biasa terdengar dari musala kampung. Ada yang menahan air mata sebelum imsak, lalu bergegas bersiap bekerja.

Ardi mengaku, setiap sahur ia membuka kembali foto keluarganya.

“Supaya kuat. Saya ke sini kan juga buat bantu orang tua,” ujarnya.

Pandangan Tokoh Agama

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren di Surabaya, KH. Ahmad Syarif (nama disesuaikan), pengalaman sahur dalam kesendirian justru dapat menjadi ladang kedewasaan spiritual.

“Dalam Islam, puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga melatih kesabaran dan kemandirian. Perantau yang tetap bangun sahur meski sendiri, itu sedang melatih keteguhan niatnya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kesendirian tidak selalu berarti kehilangan makna.

“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap amal tergantung niatnya. Ketika seorang anak merantau untuk memperbaiki nasib dan tetap menjaga ibadahnya, itu termasuk bentuk bakti kepada orang tua,” tuturnya.

KH. Ahmad juga mengingatkan pentingnya membangun komunitas di perantauan. “Masjid dan musala di kota besar harus menjadi rumah kedua. Jangan biarkan ada yang merasa sendirian di bulan suci.”

Sahur yang Menguatkan

Di beberapa sudut Surabaya, komunitas kecil mulai terbentuk. Ada kelompok mahasiswa yang sepakat sahur bersama di masjid kampus. Ada pula warga yang membuka dapur sahur gratis bagi pekerja malam.

Mungkin meja makan tak lagi panjang dan penuh lauk. Mungkin tak ada suara ayah yang bercanda atau adik yang masih mengantuk. Namun di kota ini, sahur tetap menjadi ruang harapan.

Surabaya mengajarkan bahwa kedewasaan sering lahir dari kesunyian.

Dan di antara suara motor yang melintas serta azan Subuh yang menggema, para perantau belajar satu hal:
bahwa sahur tanpa meja makan pun tetap bisa penuh makna—selama ada niat, doa, dan keyakinan bahwa rindu suatu hari akan terbayar ketika mereka pulang membawa cerita keberhasilan.

—000—

*Pemimpin Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Cerita, Kota Besar, Meja Makan, Perantau, Sahur

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Persebaya Bidik Kemenangan di Jepara

21 Februari 2026 By admin

Menlu: TNI di Gaza Fokus Misi Kemanusiaan

21 Februari 2026 By admin

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump

21 Februari 2026 By admin

STY: Karier di Liga 1 Bukan Masalah bagi Pemain Naturalisasi

21 Februari 2026 By admin

Dua Abad Harmoni dan Cahaya Toleransi Klenteng Eng An Kiong

20 Februari 2026 By admin

Waspada Lonjakan Gula Darah Saat Berbuka

20 Februari 2026 By admin

Lautaro Cedera, Inter Milan Terpukul

20 Februari 2026 By admin

Persebaya Sesuaikan Latihan di Bulan Ramadan

20 Februari 2026 By admin

Trump Janji AS Sumbang Rp162 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

20 Februari 2026 By admin

AS Siap Serang Iran, Trump Belum Putuskan

19 Februari 2026 By admin

Ketika Kebaikan Terlupakan: Ujian Sabar dari Seorang Office Boy

19 Februari 2026 By admin

Inter Takluk 1-3 di Kandang Bodo/Glimt

19 Februari 2026 By admin

Takjil dan Iftar: Memahami Makna dan Adab Berbuka Puasa

18 Februari 2026 By admin

Delapan Negara Kecam Klaim Israel di Tepi Barat

18 Februari 2026 By admin

Cahaya dari Berbagai Penjuru: Tradisi Dunia Menyambut Ramadhan

18 Februari 2026 By admin

Trump dan Carney Sampaikan Ucapan Ramadhan, Tegaskan Kebebasan Beragama

18 Februari 2026 By admin

Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan 18 Februari, NU Tunggu Isbat Pemerintah

17 Februari 2026 By admin

Jadwal Playoff UCL: Madrid Tandang ke Benfica, Derbi Prancis Tersaji

17 Februari 2026 By admin

Mourinho: Madrid Terluka Kian Berbahaya

17 Februari 2026 By admin

BPKH Dorong Indonesia Kuasai Ekonomi Haji Global

17 Februari 2026 By admin

Lonjakan Gula Darah Usai Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer

16 Februari 2026 By admin

Tradisi Nusantara Menyambut Ramadhan: Dari Megengan hingga Meugang

16 Februari 2026 By admin

Pemerintah Indonesia Siapkan Kampung Haji di Makkah

16 Februari 2026 By admin

Trump: BoP Siapkan Dana $5 Miliar untuk Gaza

16 Februari 2026 By admin

PBB Tegaskan Greenland Tetap Wilayah Denmark

22 Januari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Fariz RM: Di Antara Nada, Godaan Narkoba, dan Upaya Bangkit
  • Ketika Hutan Terkubur Lumpur: Jeritan Sunyi Gajah Sumatera di Bener Meriah
  • Sahur Tanpa Meja Makan: Cerita Para Perantau di Kota Besar
  • Puasa Bikin Kulit Kering? Ini Tips Dokter Unair agar Tetap Sehat
  • Muzani: Ambang Batas 7 Persen Terlalu Tinggi

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.