
Pasuruan (Trigger.id) – Puluhan ibu rumah tangga di Dusun Betas, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, sukses mengembangkan batik bermotif daun kelor sebagai produk unggulan desa. Kerajinan tersebut mulai menggeliat sejak 2021 berkat dukungan pelatihan dari perusahaan swasta di wilayah Gempol.
Salah satu pembatik, Solikhah, mengungkapkan pelatihan membatik yang difasilitasi perusahaan pada akhir masa pandemi menjadi titik awal kebangkitan usaha ini. Bersama sejumlah warga RT 8 RW 10, ia belajar teknik dasar membatik hingga akhirnya mampu memproduksi dan memasarkan karya secara mandiri. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan hingga para ibu-ibu desa mampu menghasilkan batik berkualitas.
Sejak awal produksi, motif lima helai daun kelor bercabang menjadi ciri khas Batik Kepulungan. Motif tersebut memiliki makna filosofis yang menggambarkan lima Rukun Islam dan lima sila Pancasila, sebagai simbol harapan agar usaha batik desa terus bertahan dan berkembang.
Proses pembuatan batik dilakukan secara teliti melalui berbagai tahapan, mulai dari perancangan desain, mencanting, pewarnaan, pencelupan hingga pelorotan malam. Seluruh proses dikerjakan bersama oleh 19 anggota komunitas pembatik setempat.
Kini, batik khas Pulungan yang dipasarkan dengan nama “Batik Canting Cantik Wong Pulungan” semakin diminati sebagai oleh-oleh khas daerah. Produk ini dijual dengan harga berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung kualitas bahan dan tingkat kerumitan motif.
Kepala Desa Kepulungan, Didik Hartono, menjelaskan bahwa pengembangan batik ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan desa. Ia berharap keterampilan membatik dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat daya saing produk lokal. Ke depan, pelatihan batik direncanakan merata di setiap dusun agar semakin banyak warga yang terlibat dan merasakan manfaatnya. (ian)



Tinggalkan Balasan