• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Masjid Saka Tunggal, Jejak Awal Islam di Tanah Jawa

10 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Masjid Saka Tunggal, salahsatu masjid tertua di Tanah Jawa. Foto: Trac

Banyumas, Jateng (Trigger.id) – Di lereng perbukitan Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, berdiri sebuah bangunan sederhana namun sarat makna sejarah. Namanya Masjid Saka Tunggal. Dari luar, masjid ini tampak bersahaja dengan atap tumpang khas arsitektur Jawa. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan kisah panjang perjalanan Islam di Nusantara.

Masjid ini dipercaya berdiri sekitar tahun 1288 Masehi, menjadikannya salah satu masjid tertua di Indonesia. Keberadaannya bahkan diyakini lebih tua dari masa dakwah para Wali Songo yang kemudian dikenal luas dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Satu Tiang Penyangga yang Sarat Filosofi

Nama Saka Tunggal secara harfiah berarti “satu tiang”. Nama itu merujuk pada ciri utama masjid ini: sebuah tiang kayu besar di tengah bangunan yang menjadi penyangga utama atap.

Tiang tunggal tersebut bukan sekadar elemen konstruksi, tetapi juga sarat simbolisme. Dalam tradisi Jawa-Islam, satu tiang itu sering dimaknai sebagai lambang tauhid, yakni keesaan Allah SWT. Filosofi ini menjadi pesan spiritual bahwa segala kehidupan berpusat pada satu Tuhan.

Di bagian atas tiang terdapat empat sayap kayu yang dikenal sebagai mustaka, yang melambangkan empat arah mata angin. Simbol ini sering dimaknai sebagai gambaran penyebaran Islam ke berbagai penjuru.

Jejak Dakwah Mbah Mustolih

Masjid Saka Tunggal diyakini didirikan oleh seorang tokoh penyebar Islam bernama Mbah Mustolih. Ia dikenal sebagai ulama yang berdakwah di wilayah Banyumas pada masa ketika masyarakat Jawa masih kuat dipengaruhi tradisi Hindu-Buddha.

Pendekatan dakwah yang dilakukan Mbah Mustolih tidak bersifat konfrontatif. Ia justru memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, sehingga ajaran baru dapat diterima masyarakat secara perlahan.

Karena itulah, arsitektur masjid ini memperlihatkan perpaduan unik antara unsur Jawa kuno dan nuansa Islam. Atapnya berbentuk tajug bertingkat, sementara struktur bangunan didominasi kayu tanpa banyak ornamen mewah.

Masjid dan Tradisi Aboge

Hingga kini, Masjid Saka Tunggal masih menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat setempat. Uniknya, sebagian warga di sekitar masjid masih memegang tradisi Islam Aboge (Alif Rebo Wage), sebuah sistem penanggalan Jawa-Islam yang berbeda dengan kalender hijriah pada umumnya.

Karena itu, waktu pelaksanaan ibadah seperti awal Ramadan atau Idul Fitri di komunitas ini kadang berbeda dengan kalender nasional. Meski begitu, tradisi tersebut tetap berjalan harmonis di tengah masyarakat.

Selain menjadi tempat ibadah, kawasan masjid juga dikenal sebagai habitat kera ekor panjang yang hidup bebas di sekitar kompleks. Kehadiran kera-kera itu menjadi bagian unik dari kehidupan sehari-hari di desa tersebut.

Saksi Diam Perjalanan Zaman

Selama lebih dari tujuh abad, Masjid Saka Tunggal tetap berdiri kokoh. Ia telah melewati berbagai periode sejarah—dari masa kerajaan, kolonialisme, hingga Indonesia modern.

Bagi masyarakat Banyumas, masjid ini bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah pengingat bahwa penyebaran Islam di Jawa berlangsung melalui dialog budaya, kearifan lokal, dan pendekatan damai.

Di tengah perkembangan zaman, Masjid Saka Tunggal tetap memancarkan pesona sederhana. Tiang tunggal yang menopang atapnya seakan menjadi simbol keteguhan: bahwa sejarah dan iman dapat bertahan melintasi abad, selama tetap berakar pada nilai yang kokoh. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, seni budaya, update Ditag dengan:islam, Jejak Awal, masjid, Masjid Saka Tunggal, Saka Tunggal, Tanah Jawa

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Timnas Panggil 41 Pemain untuk FIFA Series 2026

9 Maret 2026 By admin

Hari Musik Nasional: Nada-Nada yang Menyatukan Identitas Bangsa

9 Maret 2026 By admin

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

9 Maret 2026 By admin

Perang Iran Jadi Taruhan Besar Trump

9 Maret 2026 By admin

Liga Arab Minta Iran Hentikan Serangan ke Wilayah Negara Arab

9 Maret 2026 By admin

Persebaya Remuk Redam Dihajar Borneo FC 5-1

8 Maret 2026 By admin

Khofifah Ajak REI Percepat Penyediaan Rumah MBR

7 Maret 2026 By admin

Musisi Legendaris Donny Fattah Wafat

7 Maret 2026 By admin

Obat GLP-1 Berpotensi Tingkatkan Risiko Gangguan Tulang

7 Maret 2026 By admin

Persebaya Hadapi Misi Berat di Samarinda

7 Maret 2026 By admin

Menag Luruskan Polemik Zakat saat Ceramah Subuh di Al-Akbar

7 Maret 2026 By wah

Surabaya Batasi Warganya Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

7 Maret 2026 By wah

Merawat Hutan Jawa Timur: Antara Konservasi, Edukasi, dan Wisata Alam

7 Maret 2026 By isa

Komisi E DPRD Jatim Dukung Pengawasan Ketat THR 2026

7 Maret 2026 By admin

Perang Timur Tengah Picu Pembatalan Ribuan Penerbangan

7 Maret 2026 By admin

Intelijen Iran Peringatkan Dugaan Operasi “Bendera Palsu” Israel di Al-Aqsa

7 Maret 2026 By admin

Bijak Mengelola THR di Tengah Ketidakpastian Global

6 Maret 2026 By admin

Ramadan, PWI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

6 Maret 2026 By admin

Derby Milan: Pertarungan Harga Diri di San Siro

6 Maret 2026 By admin

Iqra: Kata Pertama yang Mengubah Sejarah

6 Maret 2026 By admin

Menjaga Stamina Akhir Ramadan, Dokter Ingatkan Pola Sahur dan Tidur Cukup

6 Maret 2026 By admin

Miliarder UEA Kritik Tajam Trump Soal Perang Iran

6 Maret 2026 By admin

Belajar Ngaji di Usia Senja: Ketika Hati Kembali Menemukan Cahaya

6 Maret 2026 By wah

Jelang Lebaran, Jasa Marga Surabaya-Mojokerto Tingkatkan Pemeliharaan Ruas Jalan Tol

6 Maret 2026 By zam

City Tertahan, Guardiola: Perburuan Gelar Belum Usai

6 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Ketika Trauma Tumbuh di Lingkungan Keluarga
  • Komodo di Ujung Ancaman, Ketika Habitat Menyusut dan Perburuan Mengintai
  • Masjid Saka Tunggal, Jejak Awal Islam di Tanah Jawa
  • Hutan Kota Jeruk, Disiapkan Jadi Sarana Rekreasi dan Penggerak Ekonomi
  • Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.