
Madiun (Trigger.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA dan SMK berjalan lancar di seluruh wilayah Jawa Timur.
Saat meninjau langsung pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Madiun dan SMAN 4 Madiun, Jumat, Khofifah menegaskan bahwa seluruh tahapan penerimaan peserta didik telah disusun secara terukur guna menghindari penumpukan calon siswa maupun orang tua di sekolah tujuan.
Menurutnya, sistem pendaftaran yang diterapkan memungkinkan calon peserta didik memperoleh jadwal verifikasi yang jelas sejak awal. Dengan demikian, mereka dapat mengetahui waktu pelayanan yang harus diikuti sehingga proses berjalan lebih tertib, efektif, dan nyaman.
“Seluruh proses sudah diatur dengan pembatasan jumlah layanan setiap hari. Karena sebagian besar tahapan dilakukan secara daring, calon siswa telah memperoleh konfirmasi lebih awal sehingga tidak perlu menunggu lama di sekolah,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, suasana pelaksanaan SPMB yang dipantau di sejumlah sekolah berlangsung kondusif dan memberikan kenyamanan bagi para pendaftar maupun pendampingnya.
Khofifah juga mengapresiasi kesiapan fasilitas yang disediakan sekolah. Sejumlah ruang layanan SPMB telah dilengkapi pendingin ruangan sehingga mendukung kenyamanan selama proses verifikasi berlangsung.
Selain itu, untuk mempercepat pelayanan, setiap SMA dan SMK negeri di Jawa Timur menyiapkan 10 operator yang bertugas membantu proses verifikasi data calon peserta didik.
Verifikasi tersebut dilakukan dengan mencocokkan data nilai yang telah diunggah secara daring dengan dokumen asli yang dibawa siswa. Jika ditemukan perbedaan data, sekolah akan menggunakan dokumen fisik sebagai acuan utama.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jumlah lulusan SMP/MTs dan sederajat pada tahun 2026 mencapai 618.479 siswa. Dari jumlah tersebut, daya tampung SMA dan SMK negeri hanya tersedia untuk 244.621 siswa.
Rinciannya, SMA negeri menyediakan 121.538 kursi, sedangkan SMK negeri menampung 123.083 siswa. Artinya, sekolah negeri hanya mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan tahun ini.
Sebanyak 373.858 siswa atau sekitar 60,45 persen lainnya diperkirakan akan melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan alternatif lainnya yang tersedia di Jawa Timur. (ori)



Tinggalkan Balasan