
Surabaya (Trigger.id) – Selama ini, kita akrab dengan istilah lifespan (usia hidup) dan healthspan (masa hidup sehat). Kini, para ilmuwan mulai memperkenalkan konsep baru bernama “peakspan”—sebuah cara pandang segar untuk memahami kualitas hidup manusia seiring bertambahnya usia.
Apa Itu Peakspan?
Konsep peakspan diperkenalkan dalam jurnal ilmiah Aging & Disease oleh peneliti termasuk Alex Zhavoronkov. Sederhananya, peakspan adalah rentang waktu ketika seseorang berada pada kondisi kesehatan atau performa terbaiknya.
Lebih spesifik, peakspan diukur dari:
Seberapa lama seseorang mampu mempertahankan performa terbaiknya—minimal masih berada dalam 90% dari kemampuan puncaknya.
Menariknya, peakspan tidak bersifat tunggal. Ia bisa berbeda-beda tergantung fungsi tubuh. Misalnya:
- Peakspan jantung (kardiovaskular)
- Peakspan otak (kognitif)
- Peakspan kekuatan otot
Artinya, seseorang bisa berada di puncak kemampuan fisik, tapi belum tentu di puncak fungsi kognitif—atau sebaliknya.
Apa Bedanya dengan Healthspan?
Di sinilah muncul perdebatan. Banyak ahli menilai konsep ini mirip dengan healthspan, tapi dengan pendekatan berbeda.
Menurut Mahtab Jafari, healthspan bukan sekadar bebas penyakit, tetapi kemampuan mempertahankan fungsi tubuh yang optimal.
Sementara itu, Jay Luthar mempertanyakan:
“Seberapa banyak lagi istilah ‘span’ yang sebenarnya kita butuhkan?”
Namun, keunikan peakspan adalah fokusnya pada kualitas performa tertinggi, bukan sekadar kondisi “sehat”.
Kapan Peakspan Terjadi?
Secara umum, sebagian besar fungsi tubuh manusia mencapai puncaknya di usia 20–30 tahun. Setelah itu, penurunan perlahan terjadi akibat akumulasi kerusakan sel dan proses penuaan alami.
Namun, ini bukan aturan mutlak.
Banyak orang justru belum mencapai “puncaknya” di usia muda karena gaya hidup yang kurang sehat. Sebaliknya, ada yang justru menemukan performa terbaiknya di usia lebih tua setelah mengubah pola hidup.
Contohnya:
- Seseorang yang tidak aktif di usia muda, tapi mulai berolahraga serius di usia 50-an
- Individu yang meningkatkan fungsi kognitif melalui belajar dan aktivitas mental di usia lanjut
Bahkan, penelitian terbaru di jurnal Geriatrics (2026) menunjukkan bahwa:
Hampir setengah dari lansia yang diteliti justru mengalami peningkatan fungsi fisik atau kognitif dalam periode pengamatan hingga 12 tahun.
Bisakah Peakspan Diperpanjang?
Jawabannya: ya, sangat mungkin.
Para ilmuwan meyakini bahwa dengan intervensi gaya hidup yang tepat, manusia bisa memperpanjang masa berada di kondisi terbaiknya.
Beberapa kunci utamanya:
- Aktivitas fisik rutin
- Pola makan seimbang
- Kesehatan mental terjaga
- Tidur berkualitas
- Pencegahan penyakit sejak dini
Pesan pentingnya sederhana:
Tidak pernah terlalu cepat—dan tidak pernah terlambat—untuk mulai merawat kesehatan.
Mengapa Konsep Ini Penting?
Peakspan menggeser fokus dari sekadar “hidup lama” menjadi:
➡️ “Berapa lama kita bisa hidup dalam kondisi terbaik?”
Ini relevan di era modern, ketika banyak orang hidup lebih lama, tetapi tidak selalu dalam kondisi prima.
Dengan memahami peakspan, kita diajak untuk:
- Tidak hanya mengejar usia panjang
- Tapi juga menjaga kualitas hidup di setiap fase usia
Kesimpulan
Konsep peakspan memberi perspektif baru dalam dunia kesehatan dan penuaan. Ia menekankan pentingnya mempertahankan performa terbaik, bukan sekadar menghindari penyakit.
Pada akhirnya, kualitas hidup bukan ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi:
Seberapa lama kita bisa hidup dalam versi terbaik diri kita. (ian)



Tinggalkan Balasan