• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

MBG di Persimpangan: Ketika Program Strategis Diuji oleh Tata Kelola

9 Juni 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi alat masak program Makan Bergizi Gratis. Foto: Dok.

Yogyakarta (Trigger.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia kini menghadapi ujian serius. Di tengah harapan besar yang disematkan pada program unggulan pemerintah tersebut, berbagai persoalan terus bermunculan, mulai dari kasus keracunan makanan, ketimpangan distribusi manfaat, hingga dugaan penyimpangan anggaran yang berujung pada proses hukum terhadap mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Bagi Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Prof. Dr. Phil. Gabriel Lele, kasus yang menjerat mantan pimpinan BGN bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Menurutnya, kasus tersebut merupakan puncak dari serangkaian persoalan tata kelola yang telah mengiringi program sejak awal pelaksanaannya.

Ia menilai MBG dibangun dengan pola pengelolaan yang cenderung sentralistis dan tertutup. Sebagai program prioritas pemerintah yang mendapat perhatian langsung dari presiden, proses pengambilan keputusan lebih banyak berada di tangan segelintir aktor di tingkat pusat. Kondisi ini, menurut Gabriel, berpotensi mengurangi ruang partisipasi dan memperlemah mekanisme pengawasan yang seharusnya berjalan secara terbuka.

Model kebijakan yang dirancang secara nasional dan diterapkan seragam di seluruh daerah juga dinilai menyimpan risiko tersendiri. Indonesia memiliki keragaman kondisi sosial, ekonomi, dan kapasitas daerah yang tidak bisa disamaratakan. Ketika sebuah program diterapkan dengan pendekatan yang sama di seluruh wilayah, sensitivitas terhadap kebutuhan lokal berpotensi terabaikan.

Karena itu, pelibatan pemerintah daerah menjadi aspek penting yang perlu diperkuat. Dengan keterlibatan yang lebih besar dari pemerintah daerah, kebijakan dapat lebih adaptif terhadap kondisi lapangan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat sasaran.

Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah lemahnya sistem pengawasan dan akuntabilitas. Mengelola anggaran dalam jumlah besar dengan cakupan nasional membutuhkan mekanisme kontrol yang kuat dan mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini. Namun dalam praktiknya, pengawasan yang dilakukan oleh lembaga terkait sering kali baru berjalan setelah persoalan mencuat ke publik.

Akibatnya, berbagai risiko seperti penyimpangan dalam pengadaan, pemborosan anggaran, hingga penurunan kualitas layanan menjadi lebih sulit dicegah. Menurut Gabriel, sistem kontrol yang memadai seharusnya dapat meminimalkan peluang terjadinya penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan program.

Tidak hanya pengawasan internal, mekanisme kontrol publik juga dinilai belum berfungsi secara optimal. Berbagai kritik yang muncul terkait kualitas pelaksanaan MBG, mulai dari kasus keracunan makanan hingga penggunaan anggaran, kerap tidak mendapatkan respons yang memadai. Padahal, sebagian besar kritik tersebut lahir dari keinginan agar program dapat berjalan lebih baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, faktor politik turut memengaruhi dinamika pelaksanaan program. Sebagai salah satu janji kampanye sekaligus program unggulan pemerintahan saat ini, MBG memiliki nilai simbolis dan politik yang besar. Situasi tersebut membuat pemerintah cenderung berhati-hati dalam melakukan perubahan atau evaluasi mendasar terhadap program, meskipun berbagai kelemahan telah teridentifikasi.

Meski demikian, Gabriel mengapresiasi langkah pemerintah yang menindak secara hukum mantan pimpinan BGN. Namun ia mengingatkan bahwa penegakan hukum terhadap individu tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Perbaikan harus menyentuh akar masalah, yakni sistem tata kelola yang melandasi perencanaan dan pelaksanaan program.

Tanpa pembenahan yang menyeluruh terhadap mekanisme pengelolaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan, risiko terulangnya persoalan serupa akan tetap ada, siapa pun yang memimpin lembaga tersebut.

Sebagai langkah awal, Gabriel mendorong pemerintah melakukan evaluasi komprehensif terhadap desain kelembagaan MBG. Evaluasi tersebut perlu mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, hingga pertanggungjawaban program. Ia bahkan mengusulkan penghentian sementara pelaksanaan MBG selama satu hingga dua bulan guna memberikan ruang bagi proses evaluasi yang lebih mendalam.

Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya dilakukan oleh birokrasi internal atau pihak yang terlibat langsung dalam program. Keterlibatan para ahli independen di bidang gizi, keuangan, dan tata kelola menjadi penting agar rekomendasi yang dihasilkan lebih objektif dan mampu memperkuat fondasi program ke depan.

Di tengah berbagai polemik yang muncul, satu hal yang menjadi catatan penting adalah bahwa tujuan besar MBG tetap relevan: meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia. Namun, cita-cita tersebut hanya dapat terwujud apabila dibarengi dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kritik. Kasus yang terjadi saat ini dapat menjadi peringatan sekaligus momentum untuk memastikan bahwa program strategis nasional tidak hanya besar dalam visi, tetapi juga kuat dalam pelaksanaannya. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update Ditag dengan:MBG, MBG di Persimpangan, Persimpangan, Program Strategis, Tata Kelola

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Abu Anak Krakatau Berpotensi Ganggu Kesehatan, Jangan Ke Luar Rumah

7 September 2026 By zam

Bandara Soetta Tutup Sementara Akibat Abu Anak Krakatau

6 September 2026 By admin

Emil Dardak Bikin Kejutan Konser Kahitna, dari Kursi Penonton ke Panggung “Lajeungan”

6 September 2026 By admin

Charles Honoris Soroti 50 Ribu Korban Keracunan MBG dan Anggaran Rp240 Triliun

6 September 2026 By admin

Abu Erupsi Anak Krakatau Terdeteksi Menyebar ke Lima Provinsi

6 September 2026 By admin

Biji Semangka Jangan Dibuang, Kaya Magnesium dan Lemak Sehat

6 September 2026 By admin

Inter Milan Comeback Dramatis, Napoli Tumbang 3-2 di Giuseppe Meazza

6 September 2026 By admin

Seleksi Petugas Haji 2027 Masuk Tahap CAT, Transparansi Jadi Prioritas

5 September 2026 By admin

Hari Pertama Ngantor PBNU, Gus Kikin Bertemu Dubes Arab Saudi dan BSI

5 September 2026 By admin

Nogogeni ITS Siapkan 2 Mobil Hemat Energi

5 September 2026 By admin

Inter Milan vs Napoli: Duel Panas Papan Atas Serie A di San Siro

5 September 2026 By admin

P-APBD Jatim 2026 Disepakati, Anggaran Rp29,9 Triliun Difokuskan untuk Kesejahteraan Warga

5 September 2026 By admin

Zulhas Dorong Sekolah Tiru Kelola Sampah Pesantren.

4 September 2026 By admin

4 Makanan Ini Jangan Terlalu Sering Jadi Menu Sarapan

4 September 2026 By admin

190 Satwa Liar Batal Diperdagangkan

4 September 2026 By admin

BGN Suspend SPPG Sidoarjo Selama 30 Hari

3 September 2026 By admin

FIFA ASEAN Cup 2026, Ujian Timnas Jaga Tren Positif Ranking Dunia

3 September 2026 By admin

4 Kura-Kura Aldabra Asal Jepang Koleksi Perdana KBS

2 September 2026 By admin

BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026.

1 September 2026 By admin

Dua Dekade Bersama Argentina, Lionel Messi Akhiri Perjalanan di Tim Nasional

1 September 2026 By admin

DPR Setujui Destry, Aida dan Solikin Pimpin BI

1 September 2026 By admin

Ahli Pemerintah: Pasal Pidana Umrah Bertujuan Lindungi Jamaah, Bukan Batasi Ibadah

1 September 2026 By admin

Prabowo Terima Kartanu Saat Menutup Muktamar NU.

31 Agustus 2026 By admin

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa 5 Provinsi Termasuk Jatim

31 Agustus 2026 By admin

KH Miftachul Akhyar Rois Aam, Gus Kikin Ketum PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Prabowo Hadiri KTT BRICS, Dorong Tatanan Ekonomi Global Lebih Inklusif.
  • Green Farm Banyuwangi Jadi Laboratorium Pertanian Modern
  • 7 Talenta SMK Jatim Tembus Kandidat WorldSkills Shanghai 2026
  • Warga Surabaya Jangan Panik, Tetapi Waspada Sesar Kendeng Aktif
  • Warga Pesisir Bantu Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.