• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Gunung Menjerit: Ancaman Bencana Akibat Alih Fungsi Lahan

11 Desember 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi gunung Rinjani di NTB. Foto: Arsip
Oleh; Isa Anshori*)

Setiap 11 Desember, dunia memperingati Hari Gunung Internasional—sebuah momentum global untuk mengingatkan betapa pentingnya pegunungan bagi keberlangsungan hidup manusia. Bagi anak-anak, gunung kerap dipahami sebagai tempat bermain, rekreasi, atau pemandangan indah. Namun bagi masyarakat luas, pegunungan adalah penopang kehidupan: sumber air bersih, pusat keanekaragaman hayati, penyedia pangan, energi bersih, hingga ruang hidup bagi komunitas adat.

Tahun ini, tema “Perempuan Menggerakkan Pegunungan” mengajak dunia untuk melihat peran penting perempuan sebagai penjaga ekosistem pegunungan. Mereka menjaga benih, mengelola lahan, mempertahankan tradisi, dan sekaligus menjadi kelompok paling terdampak ketika lingkungan rusak. Namun lebih dari itu, peringatan tahun ini harus kita kaitkan dengan ancaman yang terus membesar: meningkatnya bencana akibat alih fungsi lahan dan kerusakan ekosistem pegunungan.

Ketika Gunung Kehilangan Fungsinya

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi lonjakan bencana ekologis—longsor, banjir bandang, kekeringan berulang, hingga sedimentasi sungai. Sebagian besar bencana ini bermula dari kawasan pegunungan yang kehilangan daya dukungnya.

Hutan yang dibabat untuk permukiman, vila, industri pariwisata, hingga perkebunan monokultur membuat tanah tak lagi stabil. Gunung yang dahulu berfungsi sebagai “menara air” kini berubah menjadi lahan gundul yang tak mampu menyerap curah hujan ekstrem. Dampaknya mengalir ke hilir: sungai meluap, sawah rusak, dan masyarakat menanggung kerugian sosial-ekonomi yang luar biasa.

Kita sering menyebutnya bencana alam. Padahal sering kali, penyebabnya adalah bencana buatan manusia.

Kesalahan Cara Pandang terhadap Gunung

Kerusakan ekosistem pegunungan terjadi bukan hanya karena pembukaan lahan, tetapi karena cara pandang kita yang keliru. Gunung diperlakukan sebagai ruang kosong yang boleh dikapling, ditambang, atau dibangun sesuka hati.

Beberapa kesalahan mendasar yang masih kita temui:

  • Pegunungan dilihat sebagai komoditas ekonomi, bukan sebagai ekosistem rapuh.
  • Pariwisata massal memaksa pembangunan vila, resort, dan jalan baru hingga zona sensitif.
  • Perkebunan skala besar menggantikan hutan, menghilangkan fungsi penahan air alami.
  • Pertambangan merusak kontur tanah, mempercepat erosi dan ancaman longsor.

Dalam kondisi seperti ini, perempuan di desa-desa pegunungan menjadi kelompok yang paling terdampak: kehilangan sumber air, kesulitan bertani, beban ekonomi meningkat, dan risiko keselamatan semakin tinggi saat bencana terjadi.

Tema peringatan tahun ini menegaskan bahwa keadilan gender tak bisa dipisahkan dari keadilan ekologis.

Mengapa Kita Harus Bertindak Sekarang?

Karena kerusakan gunung adalah kerusakan kehidupan. Ketika hutan hilang dan pegunungan rusak, dampaknya dirasakan oleh semua:

  • Kota-kota mengalami krisis air bersih.
  • Sungai meluap karena sedimentasi tinggi.
  • Sawah dan kebun gagal panen.
  • Infrastruktur rusak akibat banjir bandang.
  • Risiko longsor meningkat setiap tahun.

Hari Gunung Internasional seharusnya menjadi alarm serius bahwa kerusakan ini tidak boleh dibiarkan lebih jauh.

Langkah Nyata yang Harus Dilakukan

1. Hentikan alih fungsi lahan yang merusak
Kawasan pegunungan perlu dikembalikan sebagai ruang lindung, bukan ruang bisnis tanpa batas.

2. Berdayakan perempuan penjaga gunung
Perempuan adalah pusat ekosistem sosial-pegunungan. Penguatan peran mereka berarti memperkuat keberlanjutan.

3. Tegakkan kebijakan konservasi secara konsisten
Moratorium pembukaan lahan, pertambangan, dan pariwisata masif di area rawan harus dijalankan tanpa kompromi.

4. Kembangkan pariwisata yang ramah lingkungan
Ekowisata yang dikelola masyarakat jauh lebih berkelanjutan dibanding pariwisata massal.

5. Edukasi generasi muda tentang pentingnya gunung
Anak-anak harus tumbuh dengan pemahaman bahwa gunung adalah sumber kehidupan, bukan aset eksploitasi.

Hari Gunung Internasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan panggilan moral untuk menyelamatkan penyangga kehidupan kita. Gunung sedang menjerit—melalui longsor, banjir bandang, hutan gundul, dan krisis air. Jika kita terus mengabaikan tanda-tanda ini, masa depan yang rusak akan menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

Melindungi gunung berarti melindungi manusia.
Melestarikan hutan berarti melestarikan masa depan.
Dan menghormati peran perempuan di pegunungan berarti menghargai penjaga kehidupan yang selama ini bekerja dalam diam.

Saatnya mendengar jeritan gunung sebelum semuanya terlambat.

—000—

*Pemimpin Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: update, wawasan Ditag dengan:Alih Fungsi, Ancaman, bencana, Fungsi Lahan, Gunung, Menjerit

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Menhaj Lepas Kloter Perdana Pulang ke Tanah Air, Apresiasi dan Mohon Maaf kepada Jemaah

1 Juni 2026 By admin

Kasus Hanania Travel, Alarm Keras Perlindungan Jemaah Umrah

31 Mei 2026 By admin

Siap Hadapi Tantangan di Level Internasional, Benitez Minat Tangani Timnas Italia

31 Mei 2026 By admin

PSG Pertahankan Mahkota Eropa, Taklukkan Arsenal Lewat Adu Penalti Dramatis di Final Liga Champions

31 Mei 2026 By admin

Kisruh Distribusi Makanan di Mina, Kemenhaj Lakukan Evaluasi

30 Mei 2026 By admin

Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi Portabel

30 Mei 2026 By zam

Khofifah Temukan Pasokan Beras SPHP dan Minyakita Tersendat

30 Mei 2026 By admin

Osteoporosis dan Risiko Kematian pada Perempuan Lansia

30 Mei 2026 By admin

Iran Bantah Kesepakatan dengan AS Sudah Final

30 Mei 2026 By admin

Kominfo Jatim Tingkatkan Kompetensi Digital ASN melalui Pelatihan Presentasi Berbasis AI

30 Mei 2026 By admin

TNI Turun Membantu, Begal Tetap Urusan Polisi

29 Mei 2026 By admin

Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Gunakan Verifikasi Wajah

29 Mei 2026 By admin

Kuota 30 Persen: Momentum Membangun Kepemimpinan Perempuan dalam Politik

29 Mei 2026 By admin

Timwas Haji DPR Soroti Kepadatan Tenda di Mina hingga Distribusi Konsumsi

29 Mei 2026 By admin

Penataan Armuzna 2026, Jemaah Haji Rasakan Lebih Nyaman dan Tertib

29 Mei 2026 By admin

Waspada Hewan Qurban Sakit, Ancaman Penyakit Bisa Menular ke Manusia

28 Mei 2026 By admin

Pedoman Baru Skrining Kanker Usus Besar: Kini Bisa Lewat Tes Darah

28 Mei 2026 By admin

Dentuman Maut di Rel KA Pakistan: Puluhan Tewas, Gerbong Kereta Jadi Tumpukan Korban

27 Mei 2026 By admin

Idul Adha 2026: Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Layak Disembelih

27 Mei 2026 By admin

Tulisan Tangan Bisa Jadi Alarm Dini Penurunan Daya Ingat Lansia

26 Mei 2026 By admin

SoFi Stadium, Arena Futuristik yang Siap Memukau Dunia di Piala Dunia 2026

26 Mei 2026 By admin

Gagal ke Liga Champions, AC Milan Pecat Allegri dan Rombak Manajemen

26 Mei 2026 By admin

Arafah, Tempat Manusia Mengenal Dirinya

26 Mei 2026 By admin

Air Mata Perpisahan Salah dan Robertson Warnai Anfield

25 Mei 2026 By admin

AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal, Selat Hormuz Dibuka Bertahap

25 Mei 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Indo Wood Expo 2026: Industri Furnitur Indonesia Tak Bisa Lagi Bersaing Hanya Lewat Harga
  • Glenn Candranegara Pimpin HIMKI Jatim 2026–2029, Siap Perkuat Ekosistem Industri Mebel dan Kerajinan
  • Ketika Kampus Didorong Jadi Mitra Strategis Makan Bergizi Gratis
  • Arsitek Awal MBG Dicopot: Berakhirnya Era Dadan Hindayana di Badan Gizi Nasional
  • Surabaya Pastikan Daging Pasca Idul Kurban Aman

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.