• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Haruskah Vaksinasi Booster Kedua Sebagai Syarat Mudik 2023 ?

8 Februari 2023 by isa Tinggalkan Komentar

ilustrasi vaksinasi booster

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyatakannya sebagai fase transisi.”

Oleh: Dr. Ari Baskoro SpPD. (Divisi Alergi-Imunologi KlinikDepartemen/KSM Ilmu Penyakit DalamFK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya)

Dari tahun ke tahun, mudik lebaran selalu menjadi topik pembicaraan hangat masyarakat. Untuk mewujudkannya, diperlukan persiapan yang optimal dari semua aspek. Termasuk rencana vaksinasi booster kedua, sebagai persyaratan perjalanan bagi para pemudik tahun 2023.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kebijakan itu sedang dikaji secara mendalam. Banyak perkembangan terkini yang layak jadi bahan pertimbangan, guna memutuskan peraturan tersebut. Tidak dapat dipungkiri, setelah tiga tahun pandemi, kini kondisi Covid-19 di dalam negeri semakin terkendali.

Namun demikian, pintu endemi belum terbuka. Banyak ahli menyatakan, saat ini kita sedang dalam situasi transisi dari pandemi ke endemi. Pandemi dan endemi Kategori terminologi tersebut, berdasarkan sejauh mana Covid-19 menyebar dan berdampak pada masalah kesehatan masyarakat.

Fase pandemi yang saat ini masih berlangsung, mengacu pada penyebaran penyakit yang terjadi di banyak negara. Bahkan di seluruh dunia. Laju infeksi bersifat eksponensial. Artinya hanya dalam hitungan waktu tertentu yang relatif singkat (hari, minggu, bulan, dan sebagainya), angka infeksi meningkat dengan tajam.

Di sisi lain, endemi merujuk terjadinya infeksi hanya terbatas pada wilayah/area tertentu saja, dan dapat dikelola dengan baik. Contohnya adalah penyakit malaria, demam berdarah dengue (DBD) dan influenza musiman.

Berbeda dengan Indonesia, di beberapa negara lainnya, Covid-19 masih belum dapat dikendalikan dengan baik. Atas dasar pertimbangan tersebut, saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyatakannya sebagai fase transisi. Pintu menuju endemi akan terjadi, seiring dengan berjalannya waktu. Hal itu akan bisa terwujud, bila mayoritas populasi global telah mampu membentuk kekebalan terhadap virus Covid-19.

Imunitas masyarakat akan terbangun melalui infeksi alami, maupun pasca vaksinasi. Dalam kasus Covid-19, herd immunity (kekebalan komunal), tidak cukup hanya 70 persen. Untuk menekan laju infeksi dan penyebaran virus, seyogianya proteksi masyarakat pada ambang mendekati 100 persen. Dasar pertimbangannya karena omicron dan subvariannya yang selalu bermutasi, memiliki daya tular yang sangat tinggi. Saat situasi menjadi endemi, masyarakat berharap bahwa kehidupan akan menjadi “normal” kembali, seperti sebelum pandemi.

Mungkinkah semua aktivitas kehidupan berjalan tanpa protokol kesehatan (prokes) lagi ? Sementara itu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), telah dicabut sejak 30 Desember 2022. Di sisi lain, hampir bisa dipastikan vaksinasi masih akan tetap memainkan peranan yang krusial.

Peran vaksinasi

Selain prokes, vaksinasi terbukti mampu menekan laju penyebaran Covid-19. Dari beberapa riset, diperoleh data yang menarik. Kekebalan yang diperoleh pasca vaksinasi, mempunyai daya proteksi yang lebih baik, dibanding setelah mengalami infeksi alamiah.

Antibodi pasca vaksinasi, dapat dikembangkan berdasarkan target terhadap berbagai macam varian virus penyebab Covid-19.

Penelitian lainnya menyatakan, kadar antibodi juga lebih tinggi pada penyintas Covid-19 yang kemudian dilakukan vaksinasi. “Imunitas hibrida” semacam ini, relatif lebih tangguh dalam membentuk kekebalan komunal. Hasil yang terbukti melegakan adalah pada penekanan dampak klinisnya.

Manifestasi klinis penyakit yang sedang dan berat, bahkan yang memerlukan rawat inap, dapat ditekan hingga 100 persen. Demikian pula terhadap aspek fatalitas dan angka kematiannya.

Vaksinasi bukanlah tanpa kendala. Selain tingkat kepatuhan masyarakat yang kian berkurang (“apatisme Covid”), antibodi yang terbentuk juga semakin melandai dengan berjalannya waktu. Pada umumnya titernya akan cenderung menurun, setelah enam hingga delapan bulan. Rata-rata kadarnya akan berkurang hingga 50 persen, setelah tiga bulan. Daya proteksi antibodi akan meningkat kembali, setelah mendapatkan vaksinasi booster. Saat ini para peneliti masih melakukan riset, bagaimana cara memperoleh derajat imunitas yang bisa bertahan lebih lama. Riset yang dilakukan Yale School of Public Health, bisa menjadi bahan pertimbangan. Prediksinya sangat mungkin pada era endemi nanti, skenario vaksinasi booster secara reguler akan tetap dilakukan. Bisa jadi setiap enam bulan, atau mungkin satu tahun sekali.

Modalitas preventif ini, dapat menekan risiko terinfeksi secara signifikan. Terlebih pada orang-orang yang mengalami defisiensi sistem imun, akibat berbagai faktor (lansia, kanker dan kemoterapi, serta penyakit-penyakit sistem imun dan kondisi-kondisi lainnya).

Vaksinasi booster Covid-19 secara reguler, sangat mirip dengan tata laksana vaksin influenza musiman yang selalu diperbarui setiap tahunnya. Tercapainya fase endemi, membutuhkan komitmen komunitas global.

Diperlukan kebijakan yang konsisten, terutama dari segi pasokan, akses, dan distribusi vaksin yang merata. Sejak tanggal 24 Januari 2023, pemerintah sudah memberikan layanan publik untuk vaksinasi booster kedua. Itu berlaku untuk usia 18 tahun ke atas.

Sebelumnya telah diberlakukan kebijakan vaksinasi booster kedua kepada tenaga kesehatan (nakes) dan lansia. Sayang sekali masyarakat lambat meresponsnya. Sangat mungkin angka pertambahan vaksinasi booster kedua ini nantinya, akan berjalan lambat. Prediksi ini didasarkan atas cakupan vaksinasi booster pertama yang kurang gereget.

Sejak dimulai pada 12 Januari 2022, hingga kini cenderung stagnan. Sementara hanya mencapai 29,67 persen. Untuk booster kedua, baru mencakup 0,71 persen. Data tersebut tercatat tanggal 6 Februari 2023 (Vaksin Dashboard-Kemenkes).

Perkembangan Covid-19 terkiniLambatnya cakupan vaksinasi booster pertama dan kedua, tidak terlepas dari semakin terkendalinya Covid-19 di tanah air. PPKM telah dicabut. Laju mobilisasi warga, arus pariwisata, dan kegiatan ekonomi, semakin menunjukkan ke arah pemulihan. Aktivitas kehidupan sosial masyarakat telah kembali normal. Tampak seperti sebelum terjadinya pandemi. Tidak sedikit warga masyarakat yang mengira, bahwa pandemi telah berlalu. Dampaknya disiplin prokes semakin sering diabaikan.

Vaksinasi booster seolah-olah menjadi tidak penting lagi. Ada beberapa indikator yang menjadi acuan, bahwa penanggulangan pandemi Covid-19 sudah pada jalur yang benar. Libur natal dan tahun baru 2023, telah dilalui tanpa terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Pertambahan kasus baru, positivity rate dan angka okupansi rumah sakit, semuanya masih di bawah standar acuan WHO. Padahal pada saat yang sama, terjadi “ancaman” omicron subvarian BF.7. Virus mutan ini masih menjadi masalah besar dengan angka fatalitas yang relatif tinggi di Tiongkok.

Namun sebaliknya, tidak menimbulkan lonjakan kasus di tanah air. Demikian pula terdeteksinya omicron subvarian XBB 1.5, tidak berdampak pada peningkatan kasus Covid-19 di dalam negeri. Padahal omicron subvarian yang lebih dikenal dengan sebutan “Kraken” ini, menimbulkan dampak penyebaran penularan yang signifikan di Amerika serikat. Sebelumnya saat aktivitas mudik lebaran 2022 dan penyelenggaraan kompetisi sepak bola liga satu (hingga dihentikan akibat tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022), juga tidak menunjukkan peningkatan kasus Covid-19 secara bermakna. Demikian pula penyelenggaraan haji 2022 dan umroh pun, berjalan tanpa kendala Covid-19 yang berarti. Dalam kaitan itu, prokes dan vaksinasi, telah terbukti menunjukkan peran pentingnya.

Harapan Pandemi belum berakhir. Virus Covid-19 masih berada di sekitar kita dan akan selalu bermutasi. Munculnya varian-varian virus baru yang mungkin lebih membahayakan, seharusnya tetap menjadi kewaspadaan bersama. Transisi menuju era endemi, merupakan tantangan yang bisa dicapai dengan mempertahankan status imunitas masyarakat. Hingga kini, disiplin prokes dan vaksinasi, masih menjadi kunci penanggulangan Covid-19. Semoga kebijakan vaksinasi booster kedua sebagai syarat perjalanan mudik 2023, merupakan pilihan yang tepat bagi semua pihak.

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, nusantara, wawasan Ditag dengan:Ari Baskoro Sppd, Endemi, Idul fitri, pandemi, syarat perjalanan, vaksin booster

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Jonatan Christie, Tunggal Putra Nomor Satu Dunia

27 Agustus 2026 By admin

DPT Muktamar NU Tuntas, 557 Pemilik Suara Dipastikan Sah

26 Agustus 2026 By admin

Muktamar NU Perkuat Tata Kelola Digital dengan Kartu Cip dan 100 CCTV

26 Agustus 2026 By admin

Beban Kesehatan Tembus Rp120 Triliun, PFI Serukan Penanganan Sistemik Karhutla

26 Agustus 2026 By zam

Replika Unta, Magnet Pawai Maulid Kampung Nelayan

25 Agustus 2026 By admin

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Dorong Kemandirian Energi

25 Agustus 2026 By admin

Dari Sudan ke Cikoang: Ketika Cinta kepada Nabi Dihias di Atas Perahu

24 Agustus 2026 By admin

Menghidupkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Perubahan Zaman

24 Agustus 2026 By admin

Kabupaten Malang Krisis Air Bersih, BNPB Salurkan 363.800 Liter

24 Agustus 2026 By admin

M-TEER Pertama di Bali, Pasien Kebocoran Katup Jantung Tanpa Operasi

24 Agustus 2026 By admin

Catat Tanggalnya, Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka

24 Agustus 2026 By admin

Cinta Panji Lewat Balutan Kekinian Topeng Malangan

23 Agustus 2026 By admin

Asap Karhutla Bahaya Bagi Tumbuh Kembang Anak

23 Agustus 2026 By admin

De Bruyne Jadi Pembeda, Napoli Tundukkan Genoa

23 Agustus 2026 By admin

Inovasi Mahasiswa UB, Kacang Tanah Jadi Produk Susu

22 Agustus 2026 By admin

Bandara Dhoho Kediri Lengkapi Infrastruktur Menuju Embarkasi Haji 2027

22 Agustus 2026 By admin

SR-025 Resmi Ditawarkan, Return 6,9% Jadi Pilihan Investasi Aman

21 Agustus 2026 By admin

Dana DP Haji 2027 Diblokir Saudi, Kemenhaj Tempuh Jalur Diplomatik

21 Agustus 2026 By admin

Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun Buat PPPK Guru

21 Agustus 2026 By admin

Tavares Perketat Persiapan Persebaya

20 Agustus 2026 By admin

MagangHub 2026 Batch 2 Dibuka September

20 Agustus 2026 By admin

Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat

19 Agustus 2026 By admin

Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions

18 Agustus 2026 By admin

Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran

18 Agustus 2026 By admin

Kereta Garuda Prabayaksa Antar Bendera Pusaka ke Istana Merdeka

17 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Pemilihan Ketum PBNU Diserahkan 9 Anggota AHWA
  • KomdigiTerbitkan SE, Opsel Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
  • Inovasi Ampas Kopi Jadi Obat Kumur Lansia
  • Mulai 31 Agustus, 96 Angkot Gratis Antar Pelajar Kota Malang
  • Malam Ini Pemilihan Rais Aam dan Ketua PBNU

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.