
Jakarta (Trigger.id) – Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menggandeng KIU System Solutions untuk mendorong transformasi digital dalam layanan penumpang melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto mengatakan digitalisasi diperlukan untuk menjawab semakin kompleksnya pengelolaan penumpang, mulai dari proses pemesanan, check-in, perubahan jadwal hingga penanganan gangguan penerbangan. “Penanganan penumpang sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi maskapai penerbangan,” kata Bayu dalam sosialisasi teknologi penanganan penumpang bersama KIU di Jakarta.
Menurut dia, volume perjalanan yang besar, karakter penumpang yang beragam, serta tuntutan keselamatan, keamanan dan efisiensi operasional membuat maskapai membutuhkan sistem yang mampu mengintegrasikan berbagai proses secara lebih cepat.
Kebutuhan tersebut semakin relevan seiring besarnya pasar penerbangan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang 2025 jumlah penumpang angkutan udara domestik mencapai 59,8 juta orang, sedangkan penumpang internasional mencapai 20,5 juta orang. Pada Desember 2025 saja, jumlah penumpang domestik mencapai 5,5 juta orang dan internasional 1,8 juta orang.
Dalam sosialisasi tersebut, KIU memperkenalkan ekosistem digital yang menghubungkan proses layanan penumpang hingga administrasi dan akuntansi pendapatan maskapai.
Salah satu teknologi yang ditawarkan adalah KIUT AI Concierge, asisten perjalanan berbasis AI yang dapat melayani pelanggan melalui kanal digital. KIU menyebut sistem tersebut mampu memahami percakapan dalam lebih dari 75 bahasa, menjawab pertanyaan seputar penerbangan dan reservasi, menawarkan layanan tambahan, serta membantu proses layanan pascapemesanan.
Teknologi tersebut juga dirancang untuk membantu maskapai menangani perubahan perjalanan akibat gangguan operasional penerbangan atau irregular operations (IROPS) secara lebih cepat, sekaligus membuka peluang otomatisasi upselling dan layanan pelanggan selama 24 jam.
Selain AI Concierge, KIU menawarkan Passenger Service System (PSS) dan Departure Control System (DCS) yang terintegrasi dengan platform e-commerce, layanan seluler serta modul pengelolaan allotment. Sistem administrasi dan akuntansinya juga dirancang untuk mengotomatisasi penerbitan dokumen elektronik, rekonsiliasi dan pengawasan pendapatan.
Bayu berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu maskapai anggota INACA meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat efisiensi, keselamatan dan keamanan operasional.
Sosialisasi ini diikuti sejumlah maskapai anggota INACA, antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Indonesia AirAsia, TransNusa, Sriwijaya Air, NAM Air dan BBN Airlines. (wah)



Tinggalkan Balasan