
Surabaya (Trigger.id) – Tanpa disadari, udara di dalam rumah kita dipenuhi partikel sangat kecil yang berasal dari plastik, dikenal sebagai mikroplastik. Sumbernya pun dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pakaian berbahan sintetis hingga perabot rumah tangga.
Baju yang kita kenakan—terutama yang berbahan campuran sintetis—dapat melepaskan serat-serat halus ke udara saat dicuci, dikeringkan, atau bahkan saat dipakai. Partikel tak kasat mata ini kemudian bisa terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Para ilmuwan kini semakin menyadari bahwa paparan mikroplastik melalui udara mungkin lebih besar dari yang sebelumnya diperkirakan. Jika dulu makanan dan air dianggap sebagai jalur utama masuknya mikroplastik ke dalam tubuh, kini inhalasi atau proses menghirup udara diduga menjadi jalur dominan, terutama karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di dalam ruangan.
Dalam kehidupan modern, seseorang bisa menghabiskan hingga 90% waktunya di dalam ruangan. Kondisi ini membuat paparan mikroplastik di dalam rumah menjadi lebih tinggi dibandingkan di luar ruangan. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi mikroplastik di udara dalam ruangan bisa berkali-kali lipat lebih tinggi.
Sumber mikroplastik di rumah sangat beragam. Selain pakaian sintetis, partikel ini juga berasal dari karpet, sofa, tirai, hingga debu rumah tangga. Aktivitas sehari-hari seperti membersihkan rumah, mencuci pakaian, atau sekadar bergerak di dalam ruangan dapat membuat partikel tersebut beterbangan di udara.
Meski sulit dihindari sepenuhnya, para ahli menegaskan bahwa paparan mikroplastik dapat dikurangi dengan perubahan kebiasaan sederhana. Misalnya, memilih pakaian berbahan alami, rutin membersihkan rumah dengan metode yang tidak menyebarkan debu, serta memastikan sirkulasi udara yang baik.
Kesadaran akan keberadaan mikroplastik di udara rumah menjadi langkah awal penting. Dengan perubahan kecil dalam gaya hidup, kita dapat membantu mengurangi risiko paparan dan menjaga kesehatan dalam jangka panjang. (ian)



Tinggalkan Balasan