• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Virus Hanta Menyasar Indonesia, Bahayakah?

10 Juli 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Ari Baskoro*

Perang Korea (tahun 1950-1953) tidak hanya mengakibatkan krisis kemanusiaan. Saat itu, lebih dari tiga ribu tentara Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa terpapar infeksi “misterius”. Gejalanya didominasi perdarahan dan gangguan fungsi ginjal. “Demam berdarah Korea” sebutannya kala itu, menimbulkan trauma bagi dunia medis. Melalui riset yang cukup panjang, penyebabnya baru dapat diidentifikasi pada tahun 1976-1978. Virus Hanta (Hantaan virus/HNTV) adalah biang keladinya. Dasar penamaannya, merujuk pada aspek sejarah. Sebab, awal mula kasusnya banyak ditemukan di sekitar aliran sungai Hantan-Korea. Inang alamiahnya adalah tikus spesies tertentu (Apodemus agrarius). Kini tikus got dan tikus rumah, dapat pula bertindak sebagai inang lainnya. Dengan semakin pesatnya riset virologi, HNTV strain HFRS (hemorrhagic fever with renal syndrome) diketahui sebagai momok “demam berdarah Korea”. Sejatinya masih ada cukup banyak strain HNTV yang masing-masing menimbulkan sindrom (kumpulan gejala) spesifik.

HFRS menyiratkan gejala demam berdarah dan gagal ginjal akut, sebagai manifestasi utamanya. Angka kematiannya berkisar antara satu hingga 15 persen. Strain lainnya, yakni Hantavirus Pulmonary syndrome (HPS), mengakibatkan dampak klinis yang lebih parah. Gagal napas yang memerlukan penatalaksanaan intensif dengan bantuan ventilator, menjadi risiko utamanya. Mortalitasnya dapat mencapai sekitar 40 persen.

Kini HNTV strain HFRS, mulai menyasar ke Indonesia. Sedikitnya sudah ada delapan kasus yang terdeteksi di empat provinsi (Jabar, DIY, NTT, Sulut). Selain negara kita, ada beberapa negara-negara lainnya yang juga melaporkan kasus serupa. Misalnya Rusia Timur, beberapa negara Eropa, dan Asia (terutama Tiongkok). Di belahan dunia lainnya, HNTV strain HPS terutama menyasar Amerika Utara dan Selatan. 

Pola penularan 

Kencing dan kotoran tikus yang mengering, tercampur dengan debu yang akhirnya dapat terhirup memasuki saluran napas manusia. Selain paparan dalam bentuk aerosol, penularan dapat terjadi melalui gigitan tikus. Sebagai penyakit zoonosis, HNTV sangat jarang menular antar manusia. Strain Andes adalah satu-satunya HNTV yang dapat menular antar manusia. Sifatnya sangat virulen/ganas. Penyebarannya lebih dominan di kawasan Amerika Selatan. 

Dari berbagai riset epidemiologi, mayoritas penularan berasal dari sekitar rumah (50 persen kasus). Tempat-tempat lainnya yang berpotensi sebagai sumber penularan adalah tempat kerja (sepuluh persen) dan destinasi wisata (lima persen). Sisanya tidak dapat diidentifikasi asal paparannya. 

Petani, orang-orang yang bekerja di bidang perkebunan, dan pekerja kebersihan saluran air/sampah, paling berisiko terpajan virus.

Gejala

Pada umumnya masa inkubasi berlangsung sekitar 12-16 hari. Strain HFRS memantik pola penyakit yang terdiri dari lima fase. Gejala awal/fase satu adalah demam tinggi. Selanjutnya diikuti dengan anjloknya tekanan darah/hipotensi (fase dua). Akibatnya produksi kencing menjadi sangat berkurang (fase tiga). Pada tahap ini, bila tidak mendapatkan penanganan yang optimal berisiko memicu gagal ginjal akut. Karena itulah tidak jarang diperlukan bantuan hemodialisis (cuci darah). Jika fase tiga dapat terlewati, diikuti dengan produksi urine yang meningkat drastis (fase empat). Selanjutnya kondisi pemulihan, merupakan fase terakhir (lima). 

HNTV strain HPS menampilkan pola klinis yang berbeda. Umumnya masa inkubasinya berlangsung antara tujuh hingga 39 hari. Kadang keluhan awalnya mirip gejala flu. Sakit kepala dan pegal/ngilu, dirasakan di seluruh otot bagian tubuh. Selanjutnya gangguan pernapasan dapat berkembang dengan cepat. Pada fase ini, gambaran klinis yang tampak adalah sesak napas, sembab paru, hipotensi, dan syok. Jika terlambat ditangani, gagal napas berpotensi besar dapat segera timbul. Karena itulah pengelolaan di ruang perawatan intensif diperlukan, dengan disertai dukungan peralatan bantu napas (ventilator). Tanda lainnya, terjadi penurunan yang tajam produksi urine. Kadang pula disertai bercak-bercak perdarahan, hingga perdarahan masif. Tidak mengherankan, angka mortalitas strain HPS lebih tinggi dibanding HFRS.  

Hingga kini belum ada pengobatan anti virus spesifik terhadap infeksi HNTV. Pengobatan hanya bersifat suportif saja. Vaksinasi untuk pencegahan pun, belum tersedia. Mencegah lebih baik daripada mengobati, masih proporsional diterapkan untuk menghadapi HNTV. Meminimalkan kontak dengan tikus, merupakan tindakan pencegahan yang terbaik. Ventilasi rumah dan sinar matahari yang cukup, dapat membantu menetralkan virus. Alat pelindung diri dan rajin mencuci tangan, penting diterapkan jika berhadapan dengan tikus dan ekskretanya. 

—–o—–

*Penulis:

  • Staf pengajar senior di Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
  • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku:
    – Serial Kajian COVID-19 (tiga seri)
    – Serba-serbi Obrolan Medis
    – Catatan Harian Seorang Dokter
Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Bahayakah, Menyasar, Menyasar Indonesia, virus, Virus Hanta

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Beban Kesehatan Tembus Rp120 Triliun, PFI Serukan Penanganan Sistemik Karhutla

26 Agustus 2026 By zam

Replika Unta, Magnet Pawai Maulid Kampung Nelayan

25 Agustus 2026 By admin

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Dorong Kemandirian Energi

25 Agustus 2026 By admin

Dari Sudan ke Cikoang: Ketika Cinta kepada Nabi Dihias di Atas Perahu

24 Agustus 2026 By admin

Menghidupkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Perubahan Zaman

24 Agustus 2026 By admin

Kabupaten Malang Krisis Air Bersih, BNPB Salurkan 363.800 Liter

24 Agustus 2026 By admin

M-TEER Pertama di Bali, Pasien Kebocoran Katup Jantung Tanpa Operasi

24 Agustus 2026 By admin

Catat Tanggalnya, Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka

24 Agustus 2026 By admin

Cinta Panji Lewat Balutan Kekinian Topeng Malangan

23 Agustus 2026 By admin

Asap Karhutla Bahaya Bagi Tumbuh Kembang Anak

23 Agustus 2026 By admin

De Bruyne Jadi Pembeda, Napoli Tundukkan Genoa

23 Agustus 2026 By admin

Inovasi Mahasiswa UB, Kacang Tanah Jadi Produk Susu

22 Agustus 2026 By admin

Bandara Dhoho Kediri Lengkapi Infrastruktur Menuju Embarkasi Haji 2027

22 Agustus 2026 By admin

SR-025 Resmi Ditawarkan, Return 6,9% Jadi Pilihan Investasi Aman

21 Agustus 2026 By admin

Dana DP Haji 2027 Diblokir Saudi, Kemenhaj Tempuh Jalur Diplomatik

21 Agustus 2026 By admin

Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun Buat PPPK Guru

21 Agustus 2026 By admin

Tavares Perketat Persiapan Persebaya

20 Agustus 2026 By admin

MagangHub 2026 Batch 2 Dibuka September

20 Agustus 2026 By admin

Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat

19 Agustus 2026 By admin

Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions

18 Agustus 2026 By admin

Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran

18 Agustus 2026 By admin

Kereta Garuda Prabayaksa Antar Bendera Pusaka ke Istana Merdeka

17 Agustus 2026 By admin

Hobi Memasak Bisa Menjaga Kesehatan Mental

17 Agustus 2026 By admin

Melepas Tukik Lekang di Pantai Banyuwangi

16 Agustus 2026 By admin

500 Pendaki Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Puncak Arjuno

16 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Mulai 31 Agustus, 96 Angkot Gratis Antar Pelajar Kota Malang
  • Malam Ini Pemilihan Rais Aam dan Ketua PBNU
  • NU: Antara Kharisma Ulama, Konstitusi, dan Kekuasaan
  • BAZNAS Siapkan 15.000 Paket Konsumsi dan Beasiswa Santri di Muktamar
  • Festival Kampung Klasik : Merawat Tradisi Merajut Kebersamaan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.