• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Antraks, Relasi Antara Tradisi dan Penyakit

12 Juli 2023 by isa Tinggalkan Komentar

Ilustrasi virus Antraks. Foto: Wikipedia

Oleh :  dr. Ari Baskoro, SpPD, K-AI, FINASIM*

Penyakit antraks kembali menggegerkan dunia kesehatan di tanah air. Kabupaten Gunung kidul, di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menjadi sorotan. Sebanyak 93 orang warganya dinyatakan positif terpapar bakteri Bacillusanthracis yang merupakan penyakit zoonosis (ditularkan dari hewan yang terinfeksi  ke manusia).Hingga saat ini,sudah  tiga orang yang tidak tertolong jiwanya.

Disinyalir asal mula mikroba yang memiliki toksin mematikan itu,menulari wargamelalui tradisi “brandu”. Kebiasaan masyarakat yang sudah berakar lama tersebut, sebenarnya mencerminkan asas gotong royong. Ternak yang sakit atau mati milik warga, dipotong untuk dibagi-bagikan dan kemudiandikonsumsi. Uang pengganti  ternak itu, berasal dari iuran warga yang nilainya tidak sepadan dengan harga ternak yang sebenarnya. Harapannya, agar pemilik ternak tidak terlalu merugi.

Merebaknya penyakit antraks, bukan hanya kali ini saja terjadi di Yogyakarta. Kejadian itu bisa berulang setiap tahun, meski sekalanya tidak sebesar saat ini. Tradisi “brandu”,selalu  melatarbelakangi penyebabnya.

Tradisi “brandu” jugaberlangsungdi Ponorogo. Khususnya di Desa Ngampel Kecamatan Balong. Lebih dikenal dengan sebutan “brandu wedus”. Tradisi tersebut dilakukan untuk memperoleh kemudahan dalam hal jual-beli kambing (Nurhidayat, 2019). Di Desa Ngampel, banyak warga yang memelihara kambing, sebagai usaha sampingan selain sebagai petani. Ketika ada kambing milik warga yang sakit parah, maka dilakukannya “branduwedus”. Tentu saja harga kambing bermasalah itu, menjadi sangat murah.Pemiliknya tidak mempunyai alternatif lain selain “membrandunya”, daripada ternaknya harus “mati sia-sia”. Mungkin risiko penularan penyakit antraks tidak pernah terpikirkan oleh mereka. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kasus antraks menyasardi wilayah Ponorogo.

Di Indonesia, kasus antraks terjadibeberapa kalisecara sporadis,karena memang sifatnya endemis di beberapa provinsi. Meski demikiankasusnya tidak seheboh sepertiyang saat ini terjadi di Gunung kidul.

Kasus antraks yang terkait dengan tradisi,juga terjadi di negara lain.Turki sebagai contohnya. Di tanah seribu budaya tersebut, ada suatu ritual yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat pedesaan. Dengan maksud tertentu, darah dari sapi yang disembelihdioleskan pada dahi seorang anak. Tradisi tersebut dapat memicu terjadinya penularan antraks.

Guinea di Afrika Barat, pernah melaporkan kasus antraks yang terjadi pada pembuat gendang/drum untuk acara tradisional. Dikenal dengan sebutan drum djembe, terbuat dari kulit kambing. Alat musik tradisionaltersebut, dilaporkan dapat sebagai media penularan pada pembelinya yang berdomisili di Amerika Serikat.Pembuatan gendang/drum,biasanya dilakukan dengan cara meregangkan, mengikis, dan mengampelas kulit kambing. Prosestersebut berpotensi menyebarkan spora Bacillusanthracis.Terutama bila cara pengelolaannya tidak sesuai standar.Kasus itu sempat diinvestigasi secara intensif oleh Biro Investigasi Federal (FBI), karena antraks merupakan agen biologi yang bisa digunakan untuk tujuanbioterorisme (Stratidis, 2007).

Cara penularan antraks

Antraks bisa ditemukan di seluruh dunia, tetapi lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang. Masa inkubasinya sangat bervariasi. Pada antraks kulit, bisa hanya memakan waktu sekitar dua hingga lima hari.Tetapi padaumumnyaberdurasi rata-rata hingga 60 hari. Tingkat mortalitasnya pada manusia relatif tinggi (sekitar 18 persen). Di sisi lain, hewan yang terinfeksi, dapat mati dalam tempo yang relatif singkat. Karena itulah penyakit antraks sangat mengkhawatirkan.

Paparan bakteri antraks pada manusia, dapat melaluikonsumsi daging, tulang ataupun  kulit. Bisa juga melalui darah,ataukotoran hewan yang terinfeksi.Produk-produk asal hewan, seperti dendeng, abon, dan sebagainya, dapat pula menularkannya.

Antraksterutama menjangkiti hewan pemakan tumbuhan, seperti pada peternakan kambing, sapi, kerbau dan kuda . Babi,unta dan antelop,juga bisa  terpapar. Mikroba tersebut lebih menyukai lingkungan berupa tanah  berkapur yang bersifat basa (alkalis). Kasusnya banyakterjadi pada musim kering (kemarau). Kondisitersebutberakibat pada kelangkaan rumput, sehinggasaat hewan memakannya, tercabut hingga sampai ke akarnya. Lewat akar rumput itulah,pada umumnya banyak terbawa spora antraks.

Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang bisa memverifikasi terjadinya penularan antar manusia.

Sumber penularan pada manusia adalah spora bakteri yang terhirupmelalui saluran napas. Bisa juga melalui kulit yang terluka. Pola penularan melalui kulit inilah yang mayoritas (95 persen) terjadi. Jalur paparanlainnyadapat melalui saluran cerna. Itu bisa terjadi bila mengonsumsi daging hewan ternakyang mengandung spora bakteri, tetapi tidak dimasak secara optimal.

Gejala klinis

Bila terpapar melalui makanan yang mengandung spora bakteri, keluhannya banyak terjadi pada saluran cerna. Dapat menimbulkan mual, muntah, tidak nafsu makan, sakit perut-melilit yang kadang terasa hebat, disertai buang air besar berwarna kehitaman.Bisa juga disertai dengan demam, pusing, dan pegal-pegal di seluruh bagian tubuh.

Sebagian besar kasus, hanya terjadi pada kulit (cutaneousanthrax). Gejalanya berupa luka seperti bisul kecil yang kemerahan dan terasa nyeri. Kadang pula terasa gatal.Lesi kulit itu kemudian membesar, pecah, dan menjadi borok kehitaman. Jaringan sekitarnya mengalami pembengkakan.

Paparan spora bakteri antraks pada saluran nafas, bisa berdampak fatal. Gejala  awalnya mirip flu. Dada terasa berat, berkeringat dingin, hingga sesak napas. Bila infeksi berlanjut hingga menyasar susunan saraf pusat, maka bisa menimbulkan fatalitas yang berujung pada kematian.

Pencegahan

Tindakan pencegahan sangat penting dan memerlukan kerja sama lintas sektoral. Perlu melakukan edukasi masyarakat, khususnya pada peternak, agar dapat mengenali secara dini gejala penyakit antraks pada ternaknya. Bila disinyalir itu terjadi, segera melaporkannya pada dinas terkait,agar segera mendapatkan penanganan. Tindakan vaksinasi pada ternak, merupakan cara preventif agar penyakit ini tidak semakin merebak.             Tradisi gotong royong warga memang layak dilestarikan, tetapi “brandu” ternak seharusnya perlu disikapi secara bijak.

*Penulis merupakan Staf senior Divisi Alergi-Imunologi Klinik Departemen/KSM Ilmu Penyakit DalamFK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya

Penulis buku:

  • Serial Kajian COVID-19 (sebanyak tiga seri)
  • Serba-serbi Obrolan Medis
Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, Tips, update, wawasan Ditag dengan:Antraks, Antraks Relasi Antara Tradisi dan Penyakit, Penyakit antraks, Relasi Antara Tradisi dan Penyakit

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Catat Tanggalnya, Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka

24 Agustus 2026 By admin

Cinta Panji Lewat Balutan Kekinian Topeng Malangan

23 Agustus 2026 By admin

Asap Karhutla Bahaya Bagi Tumbuh Kembang Anak

23 Agustus 2026 By admin

De Bruyne Jadi Pembeda, Napoli Tundukkan Genoa

23 Agustus 2026 By admin

Inovasi Mahasiswa UB, Kacang Tanah Jadi Produk Susu

22 Agustus 2026 By admin

Bandara Dhoho Kediri Lengkapi Infrastruktur Menuju Embarkasi Haji 2027

22 Agustus 2026 By admin

SR-025 Resmi Ditawarkan, Return 6,9% Jadi Pilihan Investasi Aman

21 Agustus 2026 By admin

Dana DP Haji 2027 Diblokir Saudi, Kemenhaj Tempuh Jalur Diplomatik

21 Agustus 2026 By admin

Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun Buat PPPK Guru

21 Agustus 2026 By admin

Tavares Perketat Persiapan Persebaya

20 Agustus 2026 By admin

MagangHub 2026 Batch 2 Dibuka September

20 Agustus 2026 By admin

Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat

19 Agustus 2026 By admin

Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions

18 Agustus 2026 By admin

Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran

18 Agustus 2026 By admin

Kereta Garuda Prabayaksa Antar Bendera Pusaka ke Istana Merdeka

17 Agustus 2026 By admin

Hobi Memasak Bisa Menjaga Kesehatan Mental

17 Agustus 2026 By admin

Melepas Tukik Lekang di Pantai Banyuwangi

16 Agustus 2026 By admin

500 Pendaki Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Puncak Arjuno

16 Agustus 2026 By admin

Pasca Gempa M7,7 Flores, Warga Diimbau Jauhi Pantai

15 Agustus 2026 By admin

Parkir QRIS Surabaya Cukup Rp 810, Berlaku 15–16 Agustus

15 Agustus 2026 By admin

Prabowo : Gaji Hakim Junior Sudah Naik 280 Persen, Tertinggi ASEAN

14 Agustus 2026 By admin

Pramuka Jatim Didorong Jadi Penggerak Swasembada Pangan

14 Agustus 2026 By admin

Maskapai Indonesia Mulai Gunakan AI Layani Penumpang

14 Agustus 2026 By admin

Api Mendekat, Seruni Point Bromo Ditutup Sementara

13 Agustus 2026 By admin

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

13 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Presiden dan Wapres Hadiri Pembukaan Muktamar NU
  • ITS Didorong Perkuat Inovasi Teknologi Kedaulatan Pangan
  • Jonatan Christie, Tunggal Putra Nomor Satu Dunia
  • DPT Muktamar NU Tuntas, 557 Pemilik Suara Dipastikan Sah
  • Muktamar NU Perkuat Tata Kelola Digital dengan Kartu Cip dan 100 CCTV

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.