• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Hasil Studi, Makanan Ultra-Proses Tingkatkan Risiko Dini Gejala Parkinson

18 Mei 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Makanan Ultra-Proses Tingkatkan Risiko Dini Gejala Parkinson. Foto: Health

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology mengungkapkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah tinggi dapat berdampak negatif terhadap kesehatan otak. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan ringan kemasan dan minuman manis berisiko lebih besar mengalami gejala awal penyakit Parkinson—suatu penyakit neurodegeneratif yang ditandai dengan gangguan pergerakan tubuh.

Ultra-Proses dan Gejala Awal Parkinson

Temuan ini memperkuat bukti sebelumnya yang menyebutkan bahwa makanan ultra-proses—makanan yang telah mengalami pengolahan signifikan untuk meningkatkan rasa dan daya simpan—dapat berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat, perhatian, dan kemampuan belajar. Namun, studi ini menjadi yang pertama secara spesifik menghubungkan makanan ultra-proses dengan kemunculan penyakit Parkinson.

Penyakit Parkinson terus menunjukkan peningkatan jumlah kasus secara global, dan angka ini diperkirakan akan melonjak hingga 112% pada tahun 2050. Para ilmuwan menduga bahwa faktor lingkungan dan gaya hidup berperan besar, termasuk pola makan sebagai salah satu faktor risiko yang bisa dimodifikasi.

Dr. Don Thushara Galbadage, seorang peneliti penyakit neurodegeneratif dan profesor kesehatan masyarakat di Texas Christian University, menyatakan bahwa “apa yang kita makan hari ini bisa membentuk kesehatan otak kita beberapa dekade ke depan.”

Menelusuri Hasil Penelitian

Penelitian ini menganalisis data kesehatan dari 42.843 orang dengan rata-rata usia 48 tahun yang tidak memiliki Parkinson saat studi dimulai. Selama 26 tahun, para partisipan rutin menjalani pemeriksaan medis dan mengisi kuesioner kesehatan serta catatan makanan.

Tim peneliti menelusuri siapa saja yang menunjukkan gejala awal Parkinson yang dikenal sebagai fase prodromal, yaitu kondisi sebelum munculnya gejala motorik khas Parkinson. Gejala awal ini meliputi sembelit, gangguan tidur, perubahan penciuman, rasa kantuk di siang hari, nyeri tubuh, hingga gangguan penglihatan warna.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi 11 porsi atau lebih makanan ultra-proses setiap hari—seperti satu kaleng soda, sebungkus keripik, atau satu buah hot dog—memiliki risiko 2,5 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami tiga atau lebih gejala awal Parkinson dibandingkan mereka yang hanya makan tiga porsi makanan olahan per hari.

Menariknya, semakin tinggi konsumsi makanan olahan, semakin besar risiko munculnya gejala awal—dengan pengecualian pada sembelit.

Bagaimana Makanan Ultra-Proses Memengaruhi Otak?

Para ilmuwan masih mencoba memahami secara rinci mekanisme di balik dampak negatif makanan ultra-proses terhadap otak. Namun, dugaan sementara menunjukkan bahwa kombinasi berbagai faktor berperan. Beberapa bahan tambahan seperti pemanis buatan diduga dapat meningkatkan stres oksidatif di dalam tubuh. Selain itu, makanan olahan juga bisa mengganggu keseimbangan mikrobioma usus—yang menurut penelitian memiliki kaitan erat dengan peradangan otak dan penyakit neurologis seperti Parkinson.

Dr. Mary Ann Picone, seorang ahli saraf, menjelaskan bahwa bakteri sehat di dalam usus memiliki peran penting dalam menekan peradangan di otak. Gangguan terhadap mikrobioma usus bisa memicu peradangan dan kerusakan neuron secara perlahan, yang pada akhirnya mempercepat proses neurodegeneratif.

Galbadage menambahkan bahwa jalur biologis yang sama seperti peradangan kronis dan stres metabolik juga berperan dalam berkembangnya penyakit seperti demensia, gangguan suasana hati, hingga gangguan tidur.

Selain otak, makanan ultra-proses juga diketahui berkontribusi terhadap penyakit jantung, gangguan metabolisme, dan obesitas.

Pola Makan Sehat untuk Menjaga Kesehatan Otak

Temuan ini menekankan pentingnya memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Mengurangi konsumsi makanan ultra-proses sejak dini diyakini bisa membantu menunda munculnya gejala Parkinson. Menurut Galbadage, mengganti makanan cepat saji dengan makanan segar dan kaya nutrisi bisa menjadi strategi penting selama fase awal perkembangan penyakit.

Studi ini tidak menyalahkan satu jenis bahan atau aditif tertentu, namun menunjukkan bahwa berbagai jenis makanan ultra-proses—termasuk saus, yogurt, dan makanan siap saji lainnya—dapat meningkatkan risiko gejala awal Parkinson.

Dr. Jessica Ng dari Stanford Medicine menyampaikan bahwa bukan hanya soal apa yang seharusnya dikonsumsi, tapi juga penting untuk tahu apa yang sebaiknya dihindari.

Para ahli menyarankan untuk menerapkan pola makan sehat seperti diet Mediterania atau diet MIND, yang fokus pada konsumsi bahan segar dan alami. Langkah kecil seperti mengganti camilan kemasan dengan buah segar atau memilih air putih ketimbang soda bisa menjadi awal yang baik.

Picone juga menyarankan untuk berbelanja di bagian tepi supermarket—tempat biasanya dijual produk segar seperti sayuran, daging, dan ikan—dan menghindari bagian tengah yang penuh dengan makanan kemasan.

Galbadage menyimpulkan bahwa mengurangi konsumsi makanan ultra-proses adalah langkah sederhana namun kuat untuk menjaga kesehatan otak jangka panjang. (ian)

Sumber: Health dan jurnal Neurology.

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Gejala Parkinson, Hasil Studi, Makanan Ultra-Proses, Parkinson, Risiko Dini, Ultra Processed Food

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

SR-025 Resmi Ditawarkan, Return 6,9% Jadi Pilihan Investasi Aman

21 Agustus 2026 By admin

Dana DP Haji 2027 Diblokir Saudi, Kemenhaj Tempuh Jalur Diplomatik

21 Agustus 2026 By admin

Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun Buat PPPK Guru

21 Agustus 2026 By admin

Tavares Perketat Persiapan Persebaya

20 Agustus 2026 By admin

MagangHub 2026 Batch 2 Dibuka September

20 Agustus 2026 By admin

Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat

19 Agustus 2026 By admin

Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions

18 Agustus 2026 By admin

Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran

18 Agustus 2026 By admin

Kereta Garuda Prabayaksa Antar Bendera Pusaka ke Istana Merdeka

17 Agustus 2026 By admin

Hobi Memasak Bisa Menjaga Kesehatan Mental

17 Agustus 2026 By admin

Melepas Tukik Lekang di Pantai Banyuwangi

16 Agustus 2026 By admin

500 Pendaki Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Puncak Arjuno

16 Agustus 2026 By admin

Pasca Gempa M7,7 Flores, Warga Diimbau Jauhi Pantai

15 Agustus 2026 By admin

Parkir QRIS Surabaya Cukup Rp 810, Berlaku 15–16 Agustus

15 Agustus 2026 By admin

Prabowo : Gaji Hakim Junior Sudah Naik 280 Persen, Tertinggi ASEAN

14 Agustus 2026 By admin

Pramuka Jatim Didorong Jadi Penggerak Swasembada Pangan

14 Agustus 2026 By admin

Maskapai Indonesia Mulai Gunakan AI Layani Penumpang

14 Agustus 2026 By admin

Api Mendekat, Seruni Point Bromo Ditutup Sementara

13 Agustus 2026 By admin

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

13 Agustus 2026 By admin

MBG Wajib Dikonsumsi Maksimal 4 Jam Setelah Matang

12 Agustus 2026 By admin

Rp 81 Tarif Trans Jatim, 11-17 Agustus 2026

12 Agustus 2026 By admin

Jelang Muktamar NU, Gus Ipul Ikut Nata Kasur Muktamirin

10 Agustus 2026 By admin

Bromo Ditutup Total, Api Meluas

10 Agustus 2026 By admin

Rihlah Yanmu Sowan ke Bahrul Ulum Jombang, Wakafkan Dua Ambulans dan Seribu Al-Quran

7 Agustus 2026 By zam

UWKS Perkuat Budaya Literasi melalui Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Kredo Kewijayakusumaan

29 Juli 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Replika Unta, Magnet Pawai Maulid Kampung Nelayan
  • Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Dorong Kemandirian Energi
  • Dari Sudan ke Cikoang: Ketika Cinta kepada Nabi Dihias di Atas Perahu
  • Menghidupkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Perubahan Zaman
  • Kabupaten Malang Krisis Air Bersih, BNPB Salurkan 363.800 Liter

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.