
Ilustrasi orang berpuasa
Surabaya (Trigger.id) – Menjelang akhir Ramadan, banyak orang mulai merasakan penurunan energi akibat perubahan pola makan dan waktu istirahat selama berpuasa. Karena itu, menjaga pola hidup sehat menjadi hal penting agar tubuh tetap bugar hingga Hari Raya.
Dokter dari RSUD Dr. Soetomo di Surabaya, dr Andika Prasetyo Sp GK menekankan kunci utama menjaga stamina di sisa waktu Ramadan adalah pola makan yang tepat, hidrasi yang cukup, serta istirahat yang berkualitas.
Menurut dr. Andika Prasetyo, Sp.GK, dokter gizi klinik di rumah sakit tersebut, masyarakat sebaiknya memperhatikan komposisi makanan saat sahur dan berbuka. Ia menjelaskan bahwa konsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah, oatmeal, atau roti gandum dapat membantu tubuh mempertahankan energi lebih lama selama berpuasa.
“Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama. Jika dikombinasikan dengan protein seperti telur, ikan, atau ayam tanpa lemak, tubuh akan memiliki cadangan energi yang lebih stabil sepanjang hari,” ujar dr. Andika di Surabaya, Jumat.
Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan mengonsumsi makanan manis, terlalu asin, maupun gorengan saat berbuka puasa. Jenis makanan tersebut dapat memicu rasa haus berlebihan dan membuat tubuh cepat lemas saat berpuasa keesokan harinya.
Pentingnya Pola Hidrasi 4-2-2
Salah satu cara sederhana menjaga kondisi tubuh selama puasa adalah dengan menerapkan pola hidrasi 4-2-2. Pola ini berarti minum empat gelas air putih saat berbuka puasa, dua gelas pada malam hari setelah makan atau setelah salat tarawih, serta dua gelas lagi saat sahur.
Menurut dr. Andika, pola tersebut membantu tubuh memenuhi kebutuhan cairan harian meskipun waktu minum terbatas.
“Banyak orang hanya minum saat berbuka dan sahur, padahal kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi agar tidak mengalami dehidrasi. Dengan pola 4-2-2, tubuh tetap terhidrasi dengan baik,” jelasnya.
Tetap Aktif Olahraga Ringan
Meski sedang berpuasa, aktivitas fisik tetap dianjurkan agar metabolisme tubuh tetap terjaga. Namun, intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan.
Dokter menyarankan olahraga ringan hingga sedang selama sekitar 30 menit, seperti berjalan santai, bersepeda ringan, atau yoga. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah pada sore hari menjelang berbuka puasa agar tubuh tidak terlalu lama menahan kelelahan setelah aktivitas fisik.
Tidur Cukup, Hindari Begadang
Selain pola makan dan aktivitas fisik, kualitas tidur juga berperan penting dalam menjaga kebugaran tubuh. Perubahan jadwal selama Ramadan sering membuat waktu tidur berkurang.
Idealnya, orang dewasa tetap mendapatkan waktu tidur sekitar tujuh jam per hari. Jika malam hari kurang tidur karena sahur atau ibadah, tidur siang singkat atau power nap selama 20–30 menit dapat membantu memulihkan energi.
“Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, daya tahan tubuh, dan membuat seseorang lebih mudah lelah saat berpuasa,” kata dr. Andika.
Dukungan Nutrisi dan Kesehatan Mental
Untuk menjaga daya tahan tubuh, masyarakat juga disarankan mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi yang mengandung vitamin dan mineral. Suplemen seperti vitamin C dan zinc dapat dikonsumsi bila diperlukan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.
Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu dijaga. Mengelola stres, menjaga hubungan sosial, dan memperbanyak kegiatan positif selama Ramadan dapat membantu menjaga keseimbangan psikologis.
Dengan menerapkan pola hidup sehat tersebut, masyarakat diharapkan tetap bugar hingga akhir Ramadan. “Tujuannya bukan hanya menjalani puasa, tetapi memastikan tubuh tetap sehat hingga menyambut Hari Raya,” tutupnya. (wah)



Tinggalkan Balasan