
Jombang (Trigger.id) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan sistem digital untuk memperkuat keamanan dan tata kelola Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Setiap peserta akan dibekali kartu khusus berbasis cip yang telah melalui proses verifikasi dan memiliki pengaturan wilayah akses, sehingga peserta hanya dapat memasuki area sesuai kewenangan.
Sekretaris Steering Committee Muktamar Ke-35 NU, Prof Dr Mohammad Nuh, mengatakan sistem tersebut dirancang untuk mencegah manipulasi akses sekaligus meminimalkan potensi sengketa terkait status kepesertaan.
“Selain kartu bercip, panitia menyiapkan lebih dari 100 kamera pengawas (CCTV) yang terhubung dengan pusat kendali untuk memantau aktivitas di berbagai titik,” jelas M Nuh, Rabu (26/8).
Dijelaskan, pengawasan mencakup arena persidangan, lokasi akomodasi dan konsumsi, menara, hingga ruas jalan di sekitar kawasan muktamar.
“Integrasi teknologi ini menjadi bagian dari upaya panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan terkendali,” urai mantan Rektor ITS ini.
Tim IT Muktamar Ke-35 NU, Robin Makrufi menambahkan pemanfaatan teknologi diterapkan secara menyeluruh, mulai dari verifikasi peserta, pengaturan akses menggunakan kartu bercip, hingga pemantauan situasi melalui sistem CCTV terpusat.
Menurutnya, penerapan sistem digital tersebut diharapkan mempercepat pelayanan, memudahkan penanganan persoalan di lapangan, serta membuat penyelenggaraan muktamar lebih terukur dan transparan bagi peserta maupun rombongan. (wah)



Tinggalkan Balasan