• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Andai Terjadi Masalah Gawat Darurat Medis di IKN, Siapkah?

15 Agustus 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Ibu Kota Negara (IKN) di PPU Kaltim. Foto: IKN Pos
Oleh: Ari Baskoro*

Pelaksanaan upacara Dirgahayu Kemerdekaan RI 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN), tinggal menunggu hitungan hari saja. Berbagai persiapan telah dirancang dengan baik. Lokasi upacaranya pun, disebut-sebut telah seratus persen siap. Bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),telah mempersiapkan operasi modifikasi cuaca. Tujuannya jelas, agar tidak terjadi hujan saat giat upacara berlangsung. Persiapan dari sisi infrastruktur, mungkin mendapatkan porsi pengelolaan  yang lebih dominan. Tidak berlebihan kiranya bila hal itu harus dilakukan. Pasalnya tamu yang diundang berjumlah ribuan. Mungkin sedikitnya bisa mencapai 1500 orang. Mayoritas di antara tamu undangan, adalah orang-orang tertentu yang berstatus “penting”. Publik sudah terbiasa mengenal mereka sebagai tamu VIP (Very Important Person) atau VVIP (Very-veryImportant Person). Tamu istimewa tersebut termasuk misalnya pejabat negara, atau perwakilan negara-negara sahabat. Mereka dipastikan memerlukan perlakuan secara khusus, termasuk bila mengalami masalah gawat darurat medis.

Tidak ada seorang pun yang berharap akan terjadi gangguan kesehatan pada dirinya. Apalagi pada saat momen penting. Terjadinya masalah gawat darurat medis, sering kali justru diawali dari sesuatu yang tidak diprediksi sebelumnya. Setiap orang berisiko bisa mengalaminya. Tidak terkecuali orang-orang yang tergolong dalam VIP atau VVIP. Meski demikian, mereka yang berstatus orang penting, mungkin berisiko lebih kecil. Pasalnya mereka relatif lebih sering melakukan medicalcheck-up (MCU) secara reguler, karena merupakan “kewajiban” atas statusnya.

Penunjang medis, antara Jakarta dan IKN

Tidak dapat dipungkiri, rumah sakit merupakan sarana penunjang penting suatu pemerintahan.Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia saat ini, telah didukung dengan sistem kesehatan yang mumpuni. Rumah sakit bertebaran dimana-mana, di hampir  semua sudut kota. Segmen masyarakat yang dilayaninya pun sangat beragam. Mulai “rakyat biasa” hingga orang-orang yang tergolong dalam VIP/VVIP. Tenaga medis yang menyokongnya bisa dibilang amat lengkap, dengan berbagai spesialisasi. Situasi tersebut juga ditunjang oleh keberadaan Fakultas Kedokteran (FK) dari banyak  Universitas.Mayoritas telah dilengkapi staf pengajar dengan berbagai kualifikasi keahlian.Peralatan medis penunjangnya juga sangat layak, baik dari sisi kecanggihannya ataupun kuantitasnya.

Saat ini kondisi di IKN mungkin sangat berbeda. Rumah sakit pemerintah, yaitu Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) IKN, baru dimulai pembangunannya akhir Desember 2023. Hingga kini belum bisa beroperasi melayani masyarakat. Tetapi jelang upacara Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-79, khusus instalasi gawat darurat (IGD)akan difungsikan.RSUP IKN merupakan rumah sakit keempat yang dibangun di kawasan IKN. Tiga rumah sakit lainnya yang juga sedang dibangun, adalah milik swasta. Pemerintah merencanakan rumah sakit yang beroperasi di IKN,lebih memprioritaskan pada penanganan penyakit jantung dan stroke. Harapannya agar tidak akan ada lagi masyarakat yang berobat ke luar negeri. Keinginan  tersebut mungkin belum bisa terwujud dalam waktu dekat.Salah satu kendalanya, tidak mudah mencari tenaga dokter spesialis yang siap untuk ditempatkan di IKN.

Dua orang terpenting di Republik ini dipastikan bakal hadir,  pada upacara peringatan kemerdekaan tersebut. Presiden Jokowi rencananya akan bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan VVIP lainnya adalah Presiden terpilih Prabowo Subiyanto. Sebagai tuan rumah, provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) harus siap menghadapi kejadian medis tak terduga terhadap semua “orang penting”. Pemerintah provinsi setempat telah menyiapkan satuan kerja yang dikoordinasikan oleh tim Kesehatan Kepresidenan dan Kementerian Kesehatan.Ada puluhan personel yang dilibatkan, termasuk dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga kesehatan, hingga driver ambulans. Mereka semuanya akan berkolaborasi dengan tenaga medis yang saat ini bertugas di rumah sakit setempat. Nantinya rumah sakit di Balikpapan, Samarinda, ataupun Penajam Paser Utara (PPU), dipersiapkan sebagai rumah sakit rujukan. Sebagai gambaran, jarak IKN ke Balikpapan dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam melalui jalan darat. Di sisi lain, jarak Samarinda sebagai ibu kota provinsi Kaltim menuju IKN sekitar 113 Km. Bila sangat diperlukan, di IKN juga telah dipersiapkan helipad yang bisa digunakan sebagai sarana transportasi pasien jalur udara.

Seperti halnya di Jakarta, tersedianya dokter dengan berbagai macam spesialisasi, akan lebih cepat terpenuhi bila terdapat FK. Apalagi bila sudah memenuhi kualifikasi untuk dapat mendidik dokter spesialis. Kini Universitas Balikpapan tengah mengupayakan berdirinya FK. Satu-satunya FK yang ada di Kaltim saat ini, adalah di Universitas Mulawarman-Samarinda yang mendidik dokter umum.

Problem medis terkait VIP/VVIP

Ada sisi kebanggaan tertentu pada tenaga medis yang dipercaya menangani VIP/VVIP. Mereka adalah orang-orang pilihan. Namun ada fenomena lainnya yang jarang terdengar oleh publik. Beberapa contoh kasus di luar negeri, dokter atau fasilitas kesehatan yang melayani VIP/VVIP harus siap “luar-dalam”. Terkait statusnya (kaya, penting, terkenal), mereka tergolong sangat mampu “membayar lebih” seluruh biaya medis. Tetapi sebaliknya juga menginginkan “fasilitas mewah”. Pelayanannya pun menghendaki terpisah (privasi) dari pasien lain. Sebagai konsekuensinya, pasien tersebut akan menerima layanan yang berbeda dari standar perawatan normal. Deviasinya mengarah pada persoalan keamanan dan kualitas yang menghendaki (jauh) lebih baik. Rumah sakit yang memiliki kualifikasi merawat VIP/VVIP, harus mempersiapkan diri memiliki ruang perawatan khusus untuk keperluan tersebut. Bila memerlukan perawatan di IGD, mesti mendapat akses langsung pada dokter spesialis yang dikehendaki. Responsetime-nya harus sangat cepat. Mengacu pada standar umum yang berlaku,mestinya dokter umum yang bertindak sebagai dokter jaga, akan memberikan pelayanan  pertama.

Ada satu sisi “negatif” bagi seorang dokter yang merawat pasien VIP/VVIP. Situasi yang menghendaki “tuntutan tanpa henti” dari pasien, staf, serta kerabatnya, berpotensi memantik berbagai konflik kepentingan dan etika. Masyarakat umum bisa mengasumsikannya dengan isu keadilan, aspek ekonomi/pemborosan, dan keselamatan.Tidak jarang pula, staf medis mendapat “tekanan” dari rombongan VIP/VVIP. Mereka acapkali meminta “akomodasi khusus”. Dalam terminologi medis, situasi serba tekanan yang terjadi pada tenaga medis itu, dikenal dengan istilah sindrom VIP. Semoga sarana medis VIP/VVIP di IKN, saat peringatan Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-79 telah berjalan optimal.

—000—

*Penulis:

  • Staf pengajar senior di :Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
  • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku :Serial Kajian COVID-19 (tiga seri)Serba-serbi Obrolan Medis
Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update, wawasan Ditag dengan:Ari Baskoro, Gawat Darurat Medis di IKN, IKN, kesehatan, Medis

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Survei: Mayoritas Warga AS Berpandangan Negatif terhadap Netanyahu

29 Juli 2026 By wah

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Program MBG Turun Tajam

29 Juli 2026 By zam

Luka di Ujung Perjalanan: Messi Menutup Piala Dunia 2026 dengan Air Mata

21 Juli 2026 By zam

Kemendikdasmen Siapkan Rekrutmen Guru PNS Pusat untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

21 Juli 2026 By wah

Spanyol Ukir Rekor Tak Terkalahkan Usai Juara Piala Dunia 2026

20 Juli 2026 By zam

IRGC: Dua Tanker Meledak di Hormuz

20 Juli 2026 By wah

Transaksi KDMP Jatim Tertinggi Secara Nasional, Tembus Rp21,64 Miliar

18 Juli 2026 By wah

Jatim Perkuat Posisi sebagai Penopang Ketahanan Pangan Nasional

18 Juli 2026 By zam

Prancis Lebih Termotivasi Hadapi Inggris demi Golden Boot Mbappe

18 Juli 2026 By admin

Inter Milan Bidik Djed Spence Gantikan Dumfries

17 Juli 2026 By zam

Sedekah: Investasi Abadi yang Tak Pernah Merugi

17 Juli 2026 By zam

Belajar ADEM di Jawa Timur, Mengabdi untuk Papua

12 Juli 2026 By admin

Festival Muharram LAZIS Nurul Falah Asah Hafalan dan Kreativitas Ratusan Santri

12 Juli 2026 By wah

Jatim Siap Perkuat Rantai Pasok Biodiesel B50, Khofifah Dukung Transformasi Energi Nasional

11 Juli 2026 By zam

De La Fuente Optimistis Spanyol Mampu Singkirkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

11 Juli 2026 By wah

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story 13, Tur Dunia Jadi Prioritas

11 Juli 2026 By zam

Intelektual Mengisi Jarak antara Teori dan Praktik

5 Juli 2026 By admin

Empat Tanda Calon Penghuni Surga yang Mulai Tampak Sejak di Dunia

5 Juli 2026 By admin

Jejak Kolaborasi Jatim Tekan Stunting: Penghargaan Persagi untuk Kepemimpinan Khofifah

5 Juli 2026 By admin

Arif Satria: ICMI Harus Bangun Peradaban Berbasis Data dan Integritas

4 Juli 2026 By zam

KNVB Ajukan Pengaduan Resmi atas Ujaran Rasis terhadap Tiga Pemain Belanda

4 Juli 2026 By zam

Portugal Lolos Dramatis, Ronaldo Torehkan Sejarah di Piala Dunia

3 Juli 2026 By zam

Real Madrid Bidik Bastoni untuk Perkuat Pertahanan

3 Juli 2026 By wah

Disabilitas Tak Tampak: Yang Tak Terlihat, yang Terabaikan

2 Juli 2026 By wah

Saat Camilan Menjadi Penjaga Kesehatan Mental

2 Juli 2026 By zam

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Pramuka Jatim Didorong Jadi Penggerak Swasembada Pangan
  • Maskapai Indonesia Mulai Gunakan AI Layani Penumpang
  • Api Mendekat, Seruni Point Bromo Ditutup Sementara
  • Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?
  • MBG Wajib Dikonsumsi Maksimal 4 Jam Setelah Matang

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.