• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Menapaki Jejak Sejarah Candi Cetho di Lereng Gunung Lawu

14 Agustus 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Candi Cetho berada di lereng Gunung Lawu Kab. Karanganyar Jawa Tengah. Foto: IST

Karanganyar (Trigger.id) – Di ketinggian 1.496 meter di atas permukaan laut, di lereng barat Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, berdiri sebuah peninggalan sejarah yang sarat makna: Candi Cetho. Dikelilingi hamparan kebun teh dan panorama pegunungan, candi bercorak Hindu ini tak hanya memikat mata, tetapi juga menyimpan kisah panjang dari masa ke masa.

Asal Usul Nama dan Sejarah Awal

Nama Cetho diambil dari nama desa tempat candi ini berdiri. Dalam bahasa Jawa, cetho berarti “nampak jelas”, menggambarkan pandangan luas yang bisa dinikmati dari ketinggian candi—menyapu perbukitan, sawah, dan langit biru tanpa batas.

Candi Cetho diyakini dibangun pada abad ke-15, menjelang keruntuhan Kerajaan Majapahit. Saat itu, pengaruh Hindu semakin terdesak oleh perkembangan Islam di pesisir utara Jawa. Para pengikut setia Majapahit memilih mengungsi ke lereng Gunung Lawu, mendirikan tempat pemujaan yang juga dipercaya sebagai lokasi moksa Raja Brawijaya V.

Penemuan Kembali dan Pemugaran

Candi ini pertama kali ditemukan oleh arkeolog Belanda, Van der Vlis, pada 1842. Penelitiannya dilanjutkan oleh W.F. Stutterheim, K.C. Crucq, dan A.J. Bernet Kempers. Saat ditemukan, candi hanya berupa reruntuhan batu berlumut dengan 14 teras bertingkat, memanjang dari barat ke timur. Kini, jumlah terasnya tinggal sembilan setelah pemugaran pada 1978, yang sayangnya mengubah sebagian struktur aslinya.

Makna Filosofis dan Simbolik

Bagi masyarakat Jawa Kuno, Gunung Lawu adalah tempat suci, kediaman para dewa. Tak heran jika orientasi Candi Cetho menghadap langsung ke puncaknya. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat ruwatan—ritual pembebasan dari kutukan atau marabahaya—yang tercermin dari berbagai simbol dan arca di setiap terasnya.

Di teras ketiga, misalnya, terdapat batu berbentuk kura-kura raksasa dan simbol phallus sepanjang dua meter. Kura-kura melambangkan penciptaan alam semesta, sedangkan phallus melambangkan penciptaan manusia. Relief kisah Samudramanthana dan Garudeya di teras keempat semakin menguatkan peran candi ini sebagai pusat ritual penyucian diri.

Teras-teras lainnya menampilkan arca tokoh legendaris seperti Sabdapalon dan Nayagenggong, arca kuntobimo, hingga perwujudan Prabu Brawijaya V sebagai mahadewa. Teras kesembilan, yang dianggap paling suci, hanya dibuka pada acara keagamaan tertentu bagi umat Hindu untuk bersembahyang.

Candi Hidup di Masa Kini

Kini, Candi Cetho tak hanya menjadi objek wisata sejarah, tetapi juga tetap difungsikan sebagai tempat ibadah umat Hindu. Dari pukul 08.00–17.00 WIB, pengunjung dapat menjelajahi setiap teras dengan tiket masuk Rp10.000 untuk wisatawan domestik dan Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara.

Lokasinya juga menjadi salah satu jalur resmi pendakian Gunung Lawu, memberi kesempatan bagi para pendaki untuk memulai perjalanan spiritual dan alamiah dari titik bersejarah ini.

Harmoni Alam, Sejarah, dan Spiritualitas

Mengunjungi Candi Cetho bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan juga perjalanan waktu. Setiap batu, relief, dan teras memuat cerita tentang kejayaan Majapahit, keyakinan spiritual masyarakat Jawa, dan usaha melestarikan warisan budaya. Di sini, alam dan sejarah bertemu dalam harmoni, menghadirkan pengalaman yang cetho—jelas—bagi siapa saja yang datang. (bin)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, seni budaya, update Ditag dengan:Candi Cetho, Gunung Lawu, Jejak Sejarah, Lereng, Menapaki Jejak, Sejarah Candi Cetho

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Investor Pasar Modal Malang Raya Melonjak 78%, Apa Yang dibeli ?

17 September 2026 By admin

Dua Sesar Aktif Melintasi Surabaya, BPBD Gencar Mitigasi Gempa

17 September 2026 By admin

Di Balik Laut Raja Ampat, Penyu Sisik yang Tak Boleh Hilang

17 September 2026 By isa

Mendagri Kaji Aturan Sound Horeg, Batas Desibel Jadi Sorotan

16 September 2026 By admin

Expo UMKM Madiun Jadi Pintu Gerbang Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

15 September 2026 By admin

Kembali Dipercaya, Abdul Sobur Pimpin HIMKI hingga 2030

15 September 2026 By admin

Prof Muzakki Kembali Pimpin UINSA Surabaya

15 September 2026 By admin

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, DPR Sebut Prudent dan Paham Fiskal

15 September 2026 By admin

Waspada Cuaca Berubah, Tubuh Jangan Lengah

14 September 2026 By admin

Pemerintah Bangun Museum Majapahit di Trowulan, Jadi Ikon Budaya Indonesia 

14 September 2026 By zam

Indonesia Siap Gebyar FIFA ASEAN Cup 2026

13 September 2026 By admin

SAR Kerahkan Helikopter dan Kapal, Cari Virgo Transport 8 Hilang Kontak

13 September 2026 By admin

Pengusaha Sound Horeg Datangi MUI Jatim dan Minta Maaf

13 September 2026 By admin

Prabowo Hadiri KTT BRICS, Dorong Tatanan Ekonomi Global Lebih Inklusif.

12 September 2026 By admin

Green Farm Banyuwangi Jadi Laboratorium Pertanian Modern

12 September 2026 By admin

7 Talenta SMK Jatim Tembus Kandidat WorldSkills Shanghai 2026

11 September 2026 By admin

Warga Surabaya Jangan Panik, Tetapi Waspada Sesar Kendeng Aktif

11 September 2026 By admin

Warga Pesisir Bantu Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang

10 September 2026 By admin

Kulit Buah Naga Menjadi Teh Celup “Teanaga”

10 September 2026 By admin

Maskapai Wajib Periksa Pesawat Pasca Erupsi Anak Krakatau

9 September 2026 By admin

Lulus Spesialis Anestesi FK Unair, Dokter Apolonia Pulang Kampung ke NTT

9 September 2026 By zam

Ketika Wawali Mendemo Pemerintahan Sendiri, Ada Apa Kota Blitar?

8 September 2026 By admin

Kopi Kalibaru Banyuwangi Masuk Papan Atas JCW 2026

8 September 2026 By admin

3.283 Warga Surabaya Sanggah Desil, Dinsos Verifikasi Data

7 September 2026 By admin

KAI Tambah 1.032 Kursi Tujuan Jakarta Imbas Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • MUI Jatim Imbau 38 Daerah Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang
  • Agro Expo 2026 Kenalkan Produk Pangan Premium
  • Waspada Banjir Rob Akibat Super New Moon
  • KDMP Soft Launching Oktober 2026
  • Surabaya Jadi Ruang Bertemu Seni dan Imajinasi

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.