• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ramai-ramai Mendirikan Fakultas Kedokteran, Ada Apa?

25 November 2022 by isa Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Fakultas Kedokeran. Foto: Pendidikankedokteran.net

“Setidaknya saat ini ada sekitar seratus-an institusi pendidikan yang meminta rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk mendirikan Fakultas Kedokteran (FK).”

Oleh: dr. Ari Baskoro, Sp.PD, K-AI. (Konsultan Alergi-Imunologi Klinik / Anggota IDI Cab. Surabaya)

Belakangan ini banyak berita seputar perekrutan dokter, sebagai calon tenaga dosen di beberapa perguruan tinggi (PT). Melalui media sosial dan media-media lainnya, banyak berseliweran tawaran tersebut. Bukan hanya perguruan tinggi swasta (PTS), perguruan tinggi negeri berstatus PTN-BH pun ikut meramaikannya. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri-Badan Hukum (PTN-BH), memang mempunyaihak otonom. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.58 tahun 2013, bisa secara mandiri mengelola rumah tangganya sendiri, sesuai dengan tujuan kampus tersebut. PP ini memberi keleluasaan bagi kampus, untukbisa membuka Program Studi (Prodi) baru. Sebaliknya dapat menutupnya kembali, ketika dianggap tidak lagi diperlukan. Begitu juga dalam urusan kepegawaian dan keuangan, kampus PTN-BH berhak mengaturnya sendiri.

Setidaknya saat ini ada sekitar seratus-an institusi pendidikan yang meminta rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk mendirikan Fakultas Kedokteran (FK). Sebanyak sepuluh kampus sudah mendapatkan rekomendasi Kemenkes. PT peminat pembentukan Prodi pendidikan dokter, ternyata mempunyai ruang lingkup yang beragam. Beberapa kampus tersebut, berlatar belakang pengampu Prodi yang selama ini tidak terkait dengan masalah kedokteran/kesehatan. Malah sudah sangat dikenal malang melintang di bidang disiplin pendidikan ilmu lainnya. Bagi lingkungan kampus, khususnya bidang kedokteran atau kesehatan, hal itu bukanlah sesuatu yang aneh. Namun tidak sedikit masyarakat umum yang bertanya-tanya, ada apa di balik semua fenomena itu ? Beberapa perspektif menjadi latar belakangnya.

Calon mahasiswa

Pilihan unggulan calon mahasiswa baru (Camaba), terutama masih ditujukan pada jurusan kedokteran.Kecenderungan itu mengacu pada data Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), beberapa tahun terakhir ini. FK merupakan pilihan favorit rumpun sains dan teknologi (saintek), di kampus-kampus negeri ternama di tanah air.

Opsi padaProdi primadona tersebut, selaras dengan riset Indeks Kepercayaan Global 2021. Penelitiannya dilakukan oleh lembaga riset Ipsos. Menurut survei, dokter menjadi sosok yang mendapat kepercayaan tertinggi di masyarakat. Angkanya mencapai 54 persen. Peringkat berikutnya jatuh pada ilmuwan. Angkanya sebesar 51 persen.Masih ada beberapa profesi lainnya yang disurvei oleh lembaga riset tersebut.

Kebutuhan dokter

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, bahwa rasio yang ideal adalah satu orang dokter untuk seribu penduduk. Untuk melayani 270 juta penduduk Indonesia, seyogianya diperlukan sebanyak 270 ribu dokter umum. Menurut data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), negara kita memiliki 170 ribu dokter umum. Tetapi jumlah yang terdaftar di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) untuk mengurus surat tanda registrasi (STR),  hanya 140 ribu. Sisanya sebesar 30 ribu, masih terkendala berbagai persyaratan untuk mendapatkan STR. STR merupakan syarat penting bagi seorang dokter mendapatkan surat izin praktik (SIP), guna menjalankan profesinya.Dari angka-angka ini, setidaknya negara kita masih kekurangan sekitar 100-130 ribu dokter umum.

Moratorium FK

Saat ini Indonesia masih memberlakukan moratorium izin pendirian FK. Kebijakan itu berdasarkan surat edaran Menteri Riset, Teknologi,dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) tanggal 14 Juni 2016. Moratorium diberlakukan setelah hasil evaluasi penyelenggaraan Prodi pendidikan dokter, menunjukkan hasil yang mengecewakan. Saat itu terdapat 83 FK di Indonesia. Sebanyak 17 FK menyandang akreditasi A, 29 FK berakreditasi B, dan sisanya 37 FK (45 persen) hanya berakreditasi C. Kegagalan memenuhi standar akreditasi, karena minimnya persiapan dalam pengembangan FK itu sendiri. Pembelajaran yang dinilai belum optimal, berdampak pada kualitas lulusannya yang masih di bawah standar. Salah satu indikator yang digunakan adalah Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Misalnya ada FK swasta yang hanya mampu meloloskan 18 persen lulusannya pada UKMPPD. Pembinaan akan dilakukan secara berkala terhadap FK yang bermasalah, bila kelulusan UKMPPD masih di bawah 60 persen. Sarjana Kedokteran yang tidak lulus UKMPPD, belum berhak menerima ijazah dokternya.  

Saat ini, dari 92 kampus FK yang ada di Indonesia, setiap tahunnya dapat meluluskan 11 ribu mahasiswa. Sebanyak tiga ribu di antaranya, belum lulus UKMPPD. Ujian kompetensi  dilakukan, setelah mahasiswa FK menyelesaikan studi teori dan praktiknya. Bila belum lulus UKMPPD, dengan sendirinya tidak akan mendapatkan SIP.Mereka yang belum lulus (disebut retaker) bisa mengulang ujian kompetensi. Pada beberapa kasus, bisa mengulang hingga berkali-kali sampai dinyatakan lulus.

FK yang bermasalah, antara lain karena tidak terpenuhinya tenaga dosen. Rasio antara dosen dan mahasiswa, masih jauh dari seharusnya. Pernah ada mahasiswa yang terlantar tidak bisa mengikuti perkuliahan, karena tidak ada dosennya. Untuk “penyelamatan” saat itu, terpaksa mendatangkan “dosen terbang” dari daerah lain. Beberapa FK ada yang terkendala sarana dan prasarana perkuliahan.Termasuk di antaranya tidak memiliki laboratorium dan rumah sakit pendidikan.

Belajar dari kegagalan pencapaian mutu lulusan pada masa lalu, sekala prioritas pembenahan saat ini mestinya adalah peningkatan akreditasi FK. Jaminan kualitas, seyogianya dimulai dari persoalan hulu (pembukaan FK) hingga ke hilir (lulusan FK) secara konsisten.

Finansial kampus

Status PTN-BH mempunyai arti, bahwa pemerintah akan mengurangi dana subsidi PTN. Konsekuensinya dapat mempunyai keleluasaan dalam mencari dana tambahan dari berbagai pihak. Anggaran ini diperlukan untuk menjalankan aktivitas kampus, khususnya pembangunan infrastruktur dan keperluan operasional lainnya. Prinsipnya, PTN-BH diperkenankan  mendapatkan dana dari masyarakat. Pengelolaannya harus dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas.

Beban biaya kuliah, khususnya pada Prodi pendidikan dokter, menjadi salah satu imbasnya. Walaupun biaya tersebut sering kali berkorelasi dengan kualitas kampus, namun tidak sedikit masyarakat yang menilai kaum ekonomi lemah akan sulit mendapatkan akses masuk FK. Sudah menjadi pemahaman masyarakat, pada jalur tertentu camaba FK , memerlukan dana besar. Bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Distribusi dokter

Terkait target kuantitas dokter, seharusnya secara seimbang disertai peningkatan kualitasnya. Kendala lainnya adalah pemerataan dokter di seluruh tanah air. Masih banyak terjadi maldistribusi.  Di satu sisi jumlahnya bisa melimpah di kota-kota besar.Namun sebaliknya sangat minim pada daerah tertentu. Gangguan keamanan suatu wilayah atau insentif dari pemerintah setempat yang kurang menarik, bisa menjadi latar belakangnya.Rancangan Undang-undang (RUU) Pendidikan Kedokteran, nantinya akan mengatur pemerataan distribusi lulusan kedokteran            

Bila kebijakan moratorium dicabut, pembukaan Prodi pendidikan dokter memang sah-sah saja. Bisa menumbuhkan lapangan pekerjaan baru bagi calon tenaga kerja, asal memenuhi standar kualifikasi yang telah ditentukan. Bagi camaba semakin banyak mempunyai alternatif pilihan PT, bila akan melanjutkan studinya pada jurusan kedokteran.  Namun di sisi lain, jangan sampai terjadi “industrialisasi dokter” dan mengabaikan mutu. Standar kualitas lulusan yang tidak terpenuhi, berpotensi menimbulkan rendahnya jaminan keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat. Malpraktek dan problem medikolegal bisa menjadi taruhannya.

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, nusantara, update Ditag dengan:Ari Baskoro, Fakultas kedokteran, Jumlah Dokter, Kemenkes, PTN-BH

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Menuju Laut Lebih Bersih, Surabaya Jadi Percontohan Pengendalian Sampah Plastik Nasional

6 Juni 2026 By admin

Dari Surabaya untuk Indonesia: Saat Para Rektor Satukan Langkah Majukan Pendidikan Tinggi

6 Juni 2026 By admin

Kendala Teknis Tunda Kepulangan Kloter KJT-04, Seluruh Jemaah Akhirnya Terbang Aman ke Tanah Air

6 Juni 2026 By admin

Dari Kampus ke Panggung Nasional, Miss Indonesia Berburu Talenta Muda Unesa

6 Juni 2026 By admin

Chivu Pasang Target Realistis untuk Inter Milan di Liga Champions

6 Juni 2026 By admin

Khofifah Pastikan SPMB Jatim 2026 Berjalan Lancar

5 Juni 2026 By admin

Perekaman KTP Elektronik Surabaya Tembus 99,68 Persen, Pemkot Genjot Aktivasi IKD

5 Juni 2026 By admin

Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Indonesia Jaga Paspor Jelang Kepulangan

5 Juni 2026 By admin

Dari Pesantren hingga Pelabuhan: Jalan Jawa Timur Menuju Pusat Industri Halal Dunia

5 Juni 2026 By admin

Indonesia Bidik Kemenangan Perdana atas Oman Setelah 38 Tahun

5 Juni 2026 By admin

Pemerintah Tegaskan Tak Ada Rencana Ganti Menkeu Purbaya

5 Juni 2026 By admin

HIMKI Dorong Transformasi Industri Furnitur Lewat Indowood Expo 2026

4 Juni 2026 By admin

Indo Wood Expo 2026 di Surabaya, Jatim Perkuat Posisi sebagai Hub Ekspor Dunia

4 Juni 2026 By admin

Wajah Jukir Kini Terpampang di Rambu Digital, Upaya Surabaya Perkuat Transparansi Parkir

4 Juni 2026 By admin

Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun, Perjalanan Fulviana Taklukkan Tekanan dan Jaga Mimpi

4 Juni 2026 By admin

Di Tengah Rumor Hengkang, Grab Tegaskan Indonesia Tetap Menjadi Rumah

4 Juni 2026 By admin

Ketika Hormuz Terganggu, Turkiye Melihat Peluang Menjadi Simpul Energi Baru

4 Juni 2026 By admin

Indo Wood Expo 2026: Industri Furnitur Indonesia Tak Bisa Lagi Bersaing Hanya Lewat Harga

3 Juni 2026 By admin

Glenn Candranegara Pimpin HIMKI Jatim 2026–2029, Siap Perkuat Ekosistem Industri Mebel dan Kerajinan

3 Juni 2026 By admin

Ketika Kampus Didorong Jadi Mitra Strategis Makan Bergizi Gratis

3 Juni 2026 By admin

Arsitek Awal MBG Dicopot: Berakhirnya Era Dadan Hindayana di Badan Gizi Nasional

3 Juni 2026 By admin

Surabaya Pastikan Daging Pasca Idul Kurban Aman

3 Juni 2026 By admin

Pesantren Aman, Santri Nyaman: Ikhtiar NU Bangun Ruang Belajar Bebas Kekerasan

2 Juni 2026 By admin

Luis Enrique Masuk Klub Elite Pelatih Liga Champions, Sejajar dengan Ancelotti dan Guardiola

2 Juni 2026 By admin

Bidik Gelar Perdana, PSSI Pasang Target Tinggi di Piala ASEAN 2026

2 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Kantin Sekolah Jadi Andalan Baru MBG, Solusi Efisien untuk Menjangkau Wilayah 3T
  • Indonesia Antisipasi Kecepatan Mozambik pada FIFA Match Day di GBK
  • Mensesneg Pastikan Tindak Lanjut Putusan Etik Ombudsman terhadap Hery Susanto
  • Air Mata Menetes di Tanah Suci: Kisah Lansia Temukan Keluarga Baru dalam Pelayanan Haji
  • Misi Ghana Mengulang Keajaiban Piala Dunia 2010

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.