• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Tinjauan Medis Regulasi Penyelenggaraan Haji 2025

28 September 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Ari Baskoro*

Regulasi kesehatan haji, antara lain berbasiskan data akurat khususnya terkait epidemiologi dan risiko persebaran penyakit. Sifatnya sangat dinamis, mengikuti pola perkembangan suatu penyakit yang dari waktu ke waktu bisa berubah. Aspek edukasi dan pencegahan, khususnya vaksinasi, menjadi pilar penting. Seyogianya itu dipahami calon jemaah haji (CJH) ataupun biro pelaksana perjalanannya.

Umumnya sekitar dua hingga tiga juta umat Muslim yang berasal dari seluruh dunia, akan melaksanakan rukun Islam kelima itu. Arab Saudi sebagai tuan rumah, memiliki “hak prerogatif” dalam mengatur masuknya jemaah haji (JH). Misalnya terhadap negara tertentu yang sedang dilanda wabah. Pada tahun 2012, Arab Saudi tidak mengizinkan masuknya JH dari Uganda. Penyebabnya terjadi wabah Ebola di negara Afrika tersebut. Peraturan yang sama diberlakukan untuk Guinea, Liberia, dan Sierra Leone, pada tahun 2014 dan 2015. Sebaliknya terjadi pada musim haji tahun 2013 dan 2014. Sejak Arab Saudi dilanda kasus Middle East Respiratory Syndome Coronavirus (MERS-CoV) pada tahun 2012, JH dari seluruh dunia diminta lebih waspada. Khususnya terhadap unta yang merupakan sumber penularan. Pasalnya saat itu MERS-CoV telah menyebar di 27 negara. Arab Saudi berkontribusi sebesar 85 persen dari total seluruh kasus yang dilaporkan.

Hingga kini Arab Saudi masih menerapkan aturan wajib vaksinasi bagi JH yang berasal dari negara endemis Yellow Fever/demam kuning. Sebagian besar negara-negara tersebut berasal dari Afrika dan Amerika Selatan. Demikian pula dengan pencegahan transmisi meningitis. Tanpa kecuali semua JH dari seluruh dunia, harus menunjukkan bukti telah dilakukan vaksinasi meningitis quadrivalent (ACYW135). JH yang berasal dari negara-negara dengan angka meningitis meningokokus yang tinggi (“Meningitis Belt”), harus diberi tablet pencegahan juga. “Meningitis Belt” berasal dari sebagian negara Afrika.

Seiring pemulihan dunia pasca pandemi COVID-19, Arab Saudi berkomitmen meningkatkan jumlah JH secara bertahap. Sejak tahun 2025, diproyeksikan mampu menerima kedatangan 15 juta JH dan Umrah internasional setiap tahunnya.

Istithaah haji

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 15 tahun 2016, menjadi instrumen penting penentuan istithaah kesehatan JH. Menurut Permenkes tersebut, istithaah mempunyai makna kemampuan JH secara jasmaniah, rohaniah, pembekalan, dan keamanan, untuk menunaikan ibadah haji. Fokusnya pada JH lansia dan yang berkategori risiko tinggi (Risti). Misalnya yang memiliki berbagai kondisi penyakit/komorbid. Tujuannya mempersiapkan menghadapi situasi geografi Arab Saudi yang “kurang ramah” dari sisi kesehatan. Suhu ekstrem dan kepadatan massa, patut diperhitungkan. Diprediksi pada musim haji tahun 2025 M/1446 H, masih bertepatan dengan musim panas. Saat wukuf di padang Arafah, kepadatannya diperkirakan bisa mencapai 1,8 meter/orang dan 0,8 meter/orang di Mina. Situasi itu bisa membuat JH “sulit bergerak”. Risiko terjadinya penularan penyakit pun, akan meningkat signifikan. Dampak buruknya terutama menyasar pada JH lansia dan Risti.

Aturan baru haji 2025

Indonesia telah dipastikan mendapatkan kuota sebesar 221 ribu. Tetapi berbeda dengan musim haji sebelumnya, JH Risti tidak diizinkan ikut berhaji pada tahun 2025. Mereka itu antara lain yang terindikasi memiliki penyakit tidak menular (PTM), misalnya ginjal, jantung, paru, lever, dan kanker. Penyandang tuberkulosis (TB) sebagai penyakit menular (PM), juga tidak diizinkan menunaikan ibadah haji. Selain akibat penyakit kronik/PTM yang diidapnya, JH Risti berisiko lebih mudah terpapar PM. Mereka tergolong memiliki gangguan sistem imunitas (immunocompromised). Dampak negatifnya tidak mampu memberikan respons proteksi yang optimal, pasca dilakukannya vaksinasi. Bila terpapar PM/infeksi, berisiko lebih gampang mengalami penyakit berat. Bahkan berujung pada kematian.

Saat ini Indonesia memiliki penyandang TBC terbanyak kedua di dunia, setelah India. Jumlahnya diperkirakan mencapai 1.060.000 kasus. Di antaranya sebanyak 24 ribu , merupakan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO). Setiap tahunnya bertanggungjawab atas 134 ribu kematian penyandangnya. Artinya identik dengan 17 orang meninggal setiap jamnya akibat TBC. Sangat mungkin realitas kasus yang ada di masyarakat, jauh melampaui catatan tadi. Pasalnya persoalan TBC ibarat fenomena gunung es. Kasus-kasus yang tidak terdeteksi, bisa berjumlah hingga sepuluh kali lipat, bila dibanding yang terkonfirmasi. Mayoritas penyandangnya enggan terbuka menyangkut kondisi kesehatannya. Sering kali mereka justru mengalami stigma dan akhirnya terdiskriminasi, bila diketahui mengidap TBC oleh warga sekitarnya. Peta TBC di Indonesia itu, mengkhawatirkan banyak negara. Wajar kiranya bila Arab Saudi tidak mengizinkan negara kita mengirimkan JH yang terindikasi TBC.

Setelah selama puluhan tahun polio “menghilang”, kini kasusnya mulai bangkit kembali. Contohnya di Gaza-Palestina. Imbas perang, wilayah tersebut terdeteksi sebagai tempat berkembang biaknya virus polio. Sanitasi yang buruk menjadi biang masalahnya. Jeda pertempuran memberi kesempatan melakukan vaksinasi polio pada sedikitnya 600 ribu anak. Harapannya dapat menekan persebaran polio ke seantero dunia. Pada saat yang sama, Afganistan dan Pakistan sebagai negara endemis polio, telah melaporkan peningkatan kasusnya. Di negara kita, kejadian luar biasa (KLB) polio telah dilaporkan di Jatim dan Jateng. Karena itu pada tahun 2024, vaksinasi polio diwajibkan khusus bagi JH yang berasal dari kedua provinsi tadi. Merupakan langkah tepat, bila vaksinasi polio diwajibkan bagi semua JH tahun 2025.

Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan berita KLB terkait virus influenza. Di Australia, Amerika Serikat, dan Kamboja, terdeteksi flu burung (H5N1), Meksiko (H5N2), Vietnam (H9N2). Semua varian virus tadi, termasuk dalam “keluarga” virus Influenza yang ganas dan sangat menular. Karena itulah kewaspadaan harus ditingkatkan, agar tidak terjadi eskalasi menuju tingkat pandemi seperti flu Spanyol pada tahun 1918. Mewajibkan vaksinasi Influenza pada semua JH, merupakan keputusan yang tepat.

Semoga aturan haji yang baru, dapat direspons dengan saksama oleh pemerintah Indonesia.

—000—

*Penulis:

  • Staf pengajar senior di :Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
  • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku :Serial Kajian COVID-19 (tiga seri) dan Serba-serbi Obrolan Medis
Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Haji 2025, Regulasi Penyelenggaraan, Regulasi Penyelenggaraan Haji 2025, Tinjauan Medis

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Ketika Iklim Berubah, Anak-Anak Menjadi Kelompok yang Paling Rentan

10 Juni 2026 By admin

Menjaga Kemabruran dari Tanah Suci: Upaya Lindungi Jemaah Haji dari Praktik Penipuan

10 Juni 2026 By admin

TRIONDA: Ketika Bola Piala Dunia Menjadi Perangkat Cerdas di Lapangan

10 Juni 2026 By admin

Kisah Wasit Somalia yang Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

10 Juni 2026 By admin

DPRD Surabaya Dorong Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Kebutuhan Investasi

9 Juni 2026 By admin

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah Guna Jaga Daya Beli dan Kendalikan Inflasi

9 Juni 2026 By admin

MBG di Persimpangan: Ketika Program Strategis Diuji oleh Tata Kelola

9 Juni 2026 By admin

Vape, Rokok Pintar, dan Ancaman yang Mengintai Generasi Muda

9 Juni 2026 By admin

Iqra di Harvard: Saat Al-Quran Menggema dari Jantung Intelektual Dunia

9 Juni 2026 By admin

Kantin Sekolah Jadi Andalan Baru MBG, Solusi Efisien untuk Menjangkau Wilayah 3T

9 Juni 2026 By admin

Indonesia Antisipasi Kecepatan Mozambik pada FIFA Match Day di GBK

9 Juni 2026 By isa

Mensesneg Pastikan Tindak Lanjut Putusan Etik Ombudsman terhadap Hery Susanto

8 Juni 2026 By admin

Air Mata Menetes di Tanah Suci: Kisah Lansia Temukan Keluarga Baru dalam Pelayanan Haji

8 Juni 2026 By admin

Misi Ghana Mengulang Keajaiban Piala Dunia 2010

8 Juni 2026 By admin

Mengenal Diri, Menemukan Tuhan: Jalan Sunyi Menuju Makrifat

8 Juni 2026 By admin

Trump Tegaskan Netanyahu Ikuti Hasil Negosiasi AS dengan Iran

8 Juni 2026 By admin

Sekolah Rakyat Jatim 1: Membangun Generasi Unggul dari Satu Kawasan Pendidikan Terpadu

8 Juni 2026 By admin

Menkeu Purbaya: Rupiah Tembus Rp18.000, Tapi Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

7 Juni 2026 By admin

Piala Dunia 2026: Maroko Datang dengan Mimpi Lebih Besar

7 Juni 2026 By admin

Rapimnas HIMKI 2026: Membangun Ekosistem, Menguatkan Daya Saing dan Meningkatkan Ekspor

6 Juni 2026 By admin

Rezeki yang Tak Pernah Tertukar

6 Juni 2026 By admin

Menuju Laut Lebih Bersih, Surabaya Jadi Percontohan Pengendalian Sampah Plastik Nasional

6 Juni 2026 By admin

Dari Surabaya untuk Indonesia: Saat Para Rektor Satukan Langkah Majukan Pendidikan Tinggi

6 Juni 2026 By admin

Kendala Teknis Tunda Kepulangan Kloter KJT-04, Seluruh Jemaah Akhirnya Terbang Aman ke Tanah Air

6 Juni 2026 By admin

Dari Kampus ke Panggung Nasional, Miss Indonesia Berburu Talenta Muda Unesa

6 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Evaluasi Besar Haji 2026, Pergerakan Jamaah dan Syarat Kesehatan Jadi Sorotan
  • Ketika Dunia Mulai Membatasi Media Sosial untuk Anak
  • Kesamaan Ambisi Jadi Alasan Ernando Ari Bertahan di Persebaya
  • Piala Dunia dan Mimpi Menyatukan Dunia
  • Iran Tegaskan Kontrol Selat Hormuz, Peringatkan Kapal Asing Agar Tidak Melintas

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.