• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Visa Langit Tertutup: Ketika Uang Tak Mampu Membeli Haji

2 Juni 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: H. Wachid Mukaidori*

Di dunia yang serba bisa dibeli, ada satu hal yang ternyata masih berada di luar jangkauan kekuasaan manusia: izin dari langit.

Adalah haji furoda—jalur eksklusif yang hanya bisa diakses oleh mereka yang tak ingin menunggu puluhan tahun dalam antrean reguler. Tiket ini bukanlah sembarang tiket; ia adalah jalan pintas menuju Tanah Suci, ditawarkan dengan fasilitas kelas atas dan harga yang fantastis—mulai dari Rp 373,9 juta hingga menyentuh hampir satu miliar rupiah. Tapi tahun ini, semua itu tak ada artinya. Karena gerbang langit menutup dirinya, tanpa aba-aba, tanpa alasan.

Bayangkan, Rp 975,3 juta. Jumlah yang bisa dikonversi menjadi rumah di pinggiran ibu kota, satu unit mobil mewah, atau bahkan menyekolahkan anak hingga ke Eropa sambil liburan ke Swiss. Tapi bagi sebagian calon jemaah furoda, angka itu tahun ini hanya menjadi tiket menuju harapan yang tak pernah jadi kenyataan.

Jalur Elit yang Tersandung Takdir

Haji furoda adalah jalur istimewa—undangan dari Kerajaan Arab Saudi, terpisah dari kuota reguler dan haji plus. Ia diciptakan untuk mereka yang tak ingin berdesakan dalam antrean panjang, yang lebih percaya pada kecepatan layanan dan kelengkapan rekening. Jalur ini menjanjikan segalanya: hotel dekat Masjidil Haram, makanan terbaik, fasilitas premium, dan tentu saja—gengsi spiritual tersendiri.

Namun ketika visa tak kunjung terbit, semuanya berubah menjadi kisah pilu dalam koper mahal. Muhammad Firman Taufik, Ketua Umum Himpuh, menyebut bahwa tahun ini biaya haji furoda berkisar hingga hampir satu miliar rupiah. Tapi bahkan dengan biaya setinggi itu, perjalanan suci mereka tak pernah dimulai.

Arab Saudi menutup penerbitan visa furoda secara mendadak. Tanpa alasan. Tanpa penjelasan. Para jemaah yang sudah siap berangkat pun hanya bisa gigit jari. Beberapa bahkan sudah dalam proses, namun akhirnya digugurkan—seolah-olah nama mereka dihapus begitu saja dari daftar tamu langit.

Sebuah Tamparan untuk Dunia

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, mencatat dari 203.320 kuota haji reguler, hanya 203.279 visa yang benar-benar terbit. Sisanya menghilang, ditelan sistem. Menteri Agama Nasaruddin Umar pun menyebut bahwa fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia—banyak negara mengalami hal serupa. Ini bukan sekadar kekeliruan administratif, melainkan seperti badai spiritual global: semua jemaah kaya, dari berbagai belahan dunia, serempak ditolak.

Dan Tuhan, dalam keadilannya, tak memandang jumlah digit dalam rekening. Langit yang tertutup ini menjadi pengingat bahwa ibadah tak bisa dibeli. Bahwa surga tidak menawarkan tiket VIP, dan Ka’bah tidak bisa disewa atas nama eksklusivitas.

Mimpi yang Gagal Menginjak Tanah Haram

Koper premium. Baju ihram impor. Tiket pesawat bisnis class. Semua itu tak pernah menyentuh debu Arafah. Sebaliknya, para jemaah furoda pulang dengan hati berat. Tak membawa air zamzam, melainkan beban batin dan kecewa mendalam.

Ironisnya, di sisi lain, seorang penjual es tebu bernama Pak Dullah di ujung kampung justru berangkat haji. Setelah 17 tahun menabung, ia mendapat kuota reguler. Tak ada koper Samsonite. Hanya sandal jepit, doa dari istri, dan air mata restu dari sang ibu.

Karena Visa Langit Tak Bisa Dicetak

Peristiwa ini menyadarkan kita bahwa ibadah haji bukan semata urusan logistik dan keuangan. Ia adalah panggilan. Sebuah undangan dari langit yang tak bisa diakali atau dibayar. Bukan karena saldo besar, bukan karena nama di daftar elit. Tapi karena izin dari-Nya semata.

Haji furoda tahun ini tidak hanya gagal berangkat. Ia gagal membuktikan bahwa uang bisa menembus batas spiritual. Gagal memahami bahwa ibadah bukan proyek pribadi yang bisa ditargetkan. Karena pada akhirnya, Tuhan tidak bisa disuap. Dan visa langit, sayangnya, tidak bisa dicetak dari mesin ATM.

—000—

*Jurnalis senior, tinggal di Surabaya


Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update, wawasan Ditag dengan:Membeli Haji, Tak Mampu, Tertutup, Uang, Visa Langit

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Inter Milan Bidik Djed Spence Gantikan Dumfries

17 Juli 2026 By zam

Sedekah: Investasi Abadi yang Tak Pernah Merugi

17 Juli 2026 By zam

Belajar ADEM di Jawa Timur, Mengabdi untuk Papua

12 Juli 2026 By admin

Festival Muharram LAZIS Nurul Falah Asah Hafalan dan Kreativitas Ratusan Santri

12 Juli 2026 By wah

Jatim Siap Perkuat Rantai Pasok Biodiesel B50, Khofifah Dukung Transformasi Energi Nasional

11 Juli 2026 By zam

De La Fuente Optimistis Spanyol Mampu Singkirkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

11 Juli 2026 By wah

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story 13, Tur Dunia Jadi Prioritas

11 Juli 2026 By zam

Intelektual Mengisi Jarak antara Teori dan Praktik

5 Juli 2026 By admin

Empat Tanda Calon Penghuni Surga yang Mulai Tampak Sejak di Dunia

5 Juli 2026 By admin

Jejak Kolaborasi Jatim Tekan Stunting: Penghargaan Persagi untuk Kepemimpinan Khofifah

5 Juli 2026 By admin

Arif Satria: ICMI Harus Bangun Peradaban Berbasis Data dan Integritas

4 Juli 2026 By zam

KNVB Ajukan Pengaduan Resmi atas Ujaran Rasis terhadap Tiga Pemain Belanda

4 Juli 2026 By zam

Portugal Lolos Dramatis, Ronaldo Torehkan Sejarah di Piala Dunia

3 Juli 2026 By zam

Real Madrid Bidik Bastoni untuk Perkuat Pertahanan

3 Juli 2026 By wah

Disabilitas Tak Tampak: Yang Tak Terlihat, yang Terabaikan

2 Juli 2026 By wah

Saat Camilan Menjadi Penjaga Kesehatan Mental

2 Juli 2026 By zam

Sensus Ekonomi 2026, Penentu Arah Pembangunan Jawa Timur

1 Juli 2026 By wah

Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus di Soetta Dipusatkan ke Terminal 2F

1 Juli 2026 By wah

Mbappe Bersinar, Prancis Melaju ke 16 Besar

1 Juli 2026 By zam

Kemendikdasmen-BPOM budayakan hidup sehat lewat edukasi pangan aman

30 Juni 2026 By admin

DPD RI Apresiasi Haji 2026, Kemenhaj Berkomitmen Sempurnakan Tata Kelola

30 Juni 2026 By zam

Paraguay dan Maroko Buat Kejutan, Singkirkan Jerman dan Belanda untuk Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

30 Juni 2026 By wah

Kemenhaj: Sekitar 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

29 Juni 2026 By zam

Khofifah Tinjau SPBU di Malang, Pastikan Pasokan Biosolar di Jawa Timur Tetap Aman

29 Juni 2026 By admin

AS dan Iran Sepakat Redakan Ketegangan, Bahas Selat Hormuz dalam Pertemuan di Qatar

29 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • UWKS Perkuat Budaya Literasi melalui Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Kredo Kewijayakusumaan
  • Khofifah: Data BPS Jadi Fondasi Pembangunan Presisi dan Kebijakan Tepat Sasaran
  • MUI Ingatkan AI Tak Boleh Mengikis Tradisi Sanad Keilmuan Islam
  • Survei: Mayoritas Warga AS Berpandangan Negatif terhadap Netanyahu
  • Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Program MBG Turun Tajam

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.