• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ramadhan, Saatnya Internalisasi Ukhuwah Untuk Bangsa

11 April 2022 by admin Tinggalkan Komentar

Dr. Lia Istifhama, M.EI
Sekretaris MUI Provinsi Jawa Timur

Surabaya (Trigger.id) – Dalam Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah al-Iskandari, diterangkan sebuah nasehat: “Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling memarahi, janganlah saling menghindar. Jadilah kalian semua, wahai hamba Allah, sebagai saudara”.

Pesan menjaga persaudaraan seperti yang disampaikan Ibnu Athaillah, banyak diulas di dalam Al-Qur’an maupun Hadis. Dan di negara kita sendiri, pesan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, telah tegas direlevansikan dengan hubungan anak bangsa. Hal ini disampaikan oleh KH. M. Hasyim Asy’ari pada medio 1936 sebagai bentuk menyikapi perselisihan para ulama terkait khilafiyah dan furu’iyah (perbedaan pendapat).

“Janganlah kalian jadikan perdebatan itu menjadi sebab perpecahan, pertengkaran dan permusuh-musuhan…. Ataukah kita teruskan perpecahan, saling menghina dan menjatuhkan; saling mendengki kembali kepada kesesatan lama? Padahal agama kita satu: Islam. Madzab kita satu: (Imam) Syafi’i. Daerah kita juga satu: Indonesia (waktu itu sebutannya, Jawa).”

Nasehat-nasehat tersebut sangat jelas sebagai pengingat agar sesama mukmin menjaga ukhuwah (persaudaraan), yang hal ini bertujuan mempererat persaudaraan sesama mukmin maupun sesama generasi bangsa. Dalam Islam, momentum spirit persaudaraan sesama anak bangsa adalah saat menyatunya sahabat Anshar dengan Muhajirin.

Pada saat itu, 12 Ramadhan tahun pertama setelah hijrah, Rasulullah SAW mempersaudarakan kedua kaum tersebut sebagai sesama saudara mukmin yang kemudian bersatu padu melawan kafir pada perang Khandaq.

Potret persaudaraan mereka dijelaskan dalam kitab Shahih Bukhari hadis nomor 2704: “Dari Anas r.a, dia berkata: Rasulullah SAW berangkat ke Khandaq (parit). Ketika itu orang-orang Muhajirin dan Anshar menggali di pagi yang dingin, di antara mereka tidak ada hamba sahaya yang bekerja demikian untuk mereka. Ketika beliau melihat kelelahan dan lapar pada mereka, beliau bersabda: “Wahai Allah, sesungguhnya kehidupan itu adalah kehidupan akhirat, maka ampunilah orang-orang Anshar dan Muhajirin.” Mendengar sabda Rasulullah, mereka pun menjawab: “Kami adalah orang-orang yang berbai’at kepada Muhammad untuk berjihad selama kita masih (hidup) selama-lamanya.”

Dalam kehidupan di masa sekarang, seyogyanya potret persaudaraan yang telah dicontohkan pada bulan Ramadhan saat itu, dapat diteladani dengan baik demi kelangsungan negeri kita sendiri. Semangat perdamaian dan cinta kasih dalam bulan suci ini, akan menjadi investasi kebaikan yang besar bagi anak cucu kita kelak.

Hikmah dari persaudaraan, bukan hanya menjadi modal sosial atau solidaritas yang bermanfaat bagi sesam manusia, namun juga bagian dari refleksi penghambaan diri pada Allah SWT melalui penerapan ibadah mu’amalah. Dalam Islam, dijelaskan pentingnya internalisasi diri bahwa sesama orang mu’min bagaikan anggota tubuh, sesuai kitab Shahih Bukhari hadis nomor 5703 dijelaskan:

Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Kamu melihat orang-orang mu’min dalam kasih sayang, cinta mencintai dan belas kasih mereka seperti tubuh. Apabila tubuh itu mengaduh karena salah satu anggota badan (sakit), maka seluruh tubuh itu memanggilnya dengan jaga dan (dari) demam.”

Dengan begitu, jika sesama manusia menyadari bahwa semuanya merupakan saudara, maka hubungan sosial pun terjalin kuat dan sebaliknya, menghindari segala perilaku yang menyakiti sesama saudaranya, terlebih sesama anak bangsa.

Terlebih, kita yang terlahir dalam sebuah bangsa, secara otomatis memiliki sejarah dengan nenek moyang sesama anak bangsa lainnya. Bisa jadi pun, kita pun berkerabat dengan pertalian nasab pendahulu. Dan dalam hadis telah diterangkan:

“Pelajarilah dari nasab-nasabmu apa yang kamu dapat bersilaturrahim dengannya, karena sesungguhnya silaturahim itu menyenangkan keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad, Kitab Al-Jami’us Shaghier, hadis nomor 3319).

Pada akhirnya, marilah kita jadikan bulan Ramadhan sebagai cahaya atas internalisasi ukhuwah kita pada sesama anak bangsa. Tentunya kita pun berharap menjadi bagian dari golongan yang dirindukan surga, seperti yang diterangkan dalam Kitab Durratun Nasihin, dinukil dari Raunaqul Majalis:

“Surga itu rindu kepada empat orang: Orang yang membaca Al-Quran, orang yang menjaga lidahnya, orang yang memberi makan kepada mereka yang kelaparan, dan orang orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan.” Semoga dengan mengisi sisa umur kita dengan peningkatan penghambaan diri melalui membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, bersedekah, dan berpuasa, sejatinya menjadi alasan kita dipertemukan Surga. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin. (kai)

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Ramadhan Ditag dengan:internalisasi ukhuwah, kitab al-hikam, ramadhan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Persebaya Bidik Kemenangan di Jepara

21 Februari 2026 By admin

Menlu: TNI di Gaza Fokus Misi Kemanusiaan

21 Februari 2026 By admin

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump

21 Februari 2026 By admin

STY: Karier di Liga 1 Bukan Masalah bagi Pemain Naturalisasi

21 Februari 2026 By admin

Dua Abad Harmoni dan Cahaya Toleransi Klenteng Eng An Kiong

20 Februari 2026 By admin

Waspada Lonjakan Gula Darah Saat Berbuka

20 Februari 2026 By admin

Lautaro Cedera, Inter Milan Terpukul

20 Februari 2026 By admin

Persebaya Sesuaikan Latihan di Bulan Ramadan

20 Februari 2026 By admin

Trump Janji AS Sumbang Rp162 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

20 Februari 2026 By admin

AS Siap Serang Iran, Trump Belum Putuskan

19 Februari 2026 By admin

Ketika Kebaikan Terlupakan: Ujian Sabar dari Seorang Office Boy

19 Februari 2026 By admin

Inter Takluk 1-3 di Kandang Bodo/Glimt

19 Februari 2026 By admin

Takjil dan Iftar: Memahami Makna dan Adab Berbuka Puasa

18 Februari 2026 By admin

Delapan Negara Kecam Klaim Israel di Tepi Barat

18 Februari 2026 By admin

Cahaya dari Berbagai Penjuru: Tradisi Dunia Menyambut Ramadhan

18 Februari 2026 By admin

Trump dan Carney Sampaikan Ucapan Ramadhan, Tegaskan Kebebasan Beragama

18 Februari 2026 By admin

Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan 18 Februari, NU Tunggu Isbat Pemerintah

17 Februari 2026 By admin

Jadwal Playoff UCL: Madrid Tandang ke Benfica, Derbi Prancis Tersaji

17 Februari 2026 By admin

Mourinho: Madrid Terluka Kian Berbahaya

17 Februari 2026 By admin

BPKH Dorong Indonesia Kuasai Ekonomi Haji Global

17 Februari 2026 By admin

Lonjakan Gula Darah Usai Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer

16 Februari 2026 By admin

Tradisi Nusantara Menyambut Ramadhan: Dari Megengan hingga Meugang

16 Februari 2026 By admin

Pemerintah Indonesia Siapkan Kampung Haji di Makkah

16 Februari 2026 By admin

Trump: BoP Siapkan Dana $5 Miliar untuk Gaza

16 Februari 2026 By admin

PBB Tegaskan Greenland Tetap Wilayah Denmark

22 Januari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Fariz RM: Di Antara Nada, Godaan Narkoba, dan Upaya Bangkit
  • Ketika Hutan Terkubur Lumpur: Jeritan Sunyi Gajah Sumatera di Bener Meriah
  • Sahur Tanpa Meja Makan: Cerita Para Perantau di Kota Besar
  • Puasa Bikin Kulit Kering? Ini Tips Dokter Unair agar Tetap Sehat
  • Muzani: Ambang Batas 7 Persen Terlalu Tinggi

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.