• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Obat GLP-1 Berpotensi Tingkatkan Risiko Gangguan Tulang

7 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi tulang kaki. Foto: Health

Surabaya (Trigger.id) – Penggunaan obat golongan GLP-1 yang populer untuk diabetes dan penurunan berat badan diduga memiliki kaitan dengan peningkatan risiko beberapa masalah kesehatan tulang dan sendi. Temuan ini dipaparkan dalam pertemuan tahunan American Academy of Orthopaedic Surgeons.

Penelitian tersebut menganalisis hampir 150.000 orang yang menggunakan obat GLP-1 selama beberapa tahun. Di antara obat yang diteliti terdapat Ozempic dan Wegovy yang banyak digunakan untuk terapi obesitas.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Penelitian tersebut juga masih belum melalui proses peer review sehingga perlu kajian lanjutan.

Berawal dari Pengamatan Dokter

Penelitian ini bermula dari pengamatan dokter ortopedi John G. Horneff yang melihat beberapa pasien pengguna GLP-1 mengalami cedera tendon meski hanya mengalami trauma ringan. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan apakah perubahan komposisi tubuh akibat terapi GLP-1 bisa memengaruhi jaringan ikat dan kesehatan tulang.

Bersama peneliti lain termasuk mahasiswa kedokteran Muaaz Wajahath, tim kemudian menganalisis data rekam medis dari berbagai institusi kesehatan.

Sebanyak 73.483 pasien yang menggunakan obat GLP-1 dibandingkan dengan jumlah yang sama dari kelompok yang tidak menggunakan obat tersebut. Mereka dipantau selama lima tahun sejak terapi dimulai.

Beberapa obat yang dianalisis antara lain Victoza, Trulicity, dan Byetta.

Risiko yang Ditemukan

Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan angka diagnosis antara pengguna dan non-pengguna GLP-1 setelah mempertimbangkan faktor usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, kadar gula darah, hingga kebiasaan merokok.

Dalam periode lima tahun penelitian ditemukan bahwa:

  • Sekitar 4,1 persen pengguna GLP-1 didiagnosis mengalami Osteoporosis, lebih tinggi dibanding 3,2 persen pada kelompok non-pengguna.
  • Sekitar 7,2 persen pengguna GLP-1 mengalami Gout, dibandingkan 6,6 persen pada kelompok pembanding.
  • Sekitar 0,2 persen pengguna GLP-1 mengalami Osteomalacia, sementara pada kelompok non-pengguna hanya 0,1 persen.

Menurut ahli endokrinologi Andres Splenser, hasil penelitian ini menambah diskusi ilmiah mengenai pengaruh obat GLP-1 terhadap kesehatan tulang. Studi sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam, mulai dari perubahan kecil pada metabolisme tulang hingga tidak adanya dampak signifikan.

Kemungkinan Penyebab

Para pakar menduga beberapa faktor bisa menjelaskan temuan tersebut. Salah satunya adalah penurunan berat badan yang sangat cepat.

Ahli bedah bariatrik Kyle J. Thompson menjelaskan bahwa berat badan sebenarnya dapat merangsang pembentukan tulang. Jika berat badan turun terlalu cepat, tubuh mungkin memecah jaringan tulang lebih cepat dibandingkan proses pembentukannya.

Selain itu, penurunan lemak tubuh juga dapat meningkatkan kadar asam urat sementara di dalam darah sehingga berpotensi memicu serangan gout. Dehidrasi akibat efek samping gastrointestinal obat juga dapat memperburuk kondisi tersebut.

Faktor lain yang mungkin berperan adalah pola makan yang lebih sedikit selama terapi GLP-1 sehingga asupan nutrisi penting bagi tulang, seperti kalsium, protein, dan vitamin D, menjadi kurang.

Tidak Perlu Terlalu Khawatir

Meski ada indikasi peningkatan risiko, para ahli menilai manfaat obat GLP-1 bagi kesehatan metabolik dan jantung tetap lebih besar bagi sebagian besar pasien.

Endokrinolog Sonia Gibson menyebutkan bahwa risiko yang ditemukan dalam penelitian ini relatif kecil dan tidak serta-merta menjadi alasan untuk menghentikan terapi.

Namun, para ahli menyarankan pengguna GLP-1 untuk tetap berada di bawah pengawasan dokter, menjaga asupan nutrisi yang cukup, serta melakukan latihan kekuatan agar kesehatan tulang tetap terjaga selama proses penurunan berat badan. (ian)

Sumber: Health.com

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Berpotensi, Gangguan Tulang, Obat GLP-1, Risiko, Tingkatkan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Presiden Ingatkan Jenderal TNI-Polri: Pangkat Bintang Mereka dari Rakyat

18 April 2026 By admin

Inter Tekuk Genoa 2-1, Kembali Puncaki Serie A

18 April 2026 By zam

Inter Tekuk Genoa 2-1, Kembali Puncaki Serie A

18 April 2026 By zam

Gayam: Dari Buah Pinggiran Menjadi Harapan Baru Lawan Diabetes

18 April 2026 By admin

Masak di Rumah Ternyata Bisa Bantu Jaga Otak Tetap Tajam di Usia Senja

18 April 2026 By admin

Waspadai Hemofilia, Saat Darah Sulit Membeku dan Sendi Mulai Bermasalah

18 April 2026 By isa

Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Kini Jangkau 10 Negara

18 April 2026 By admin

Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Wafat di Usia 54 Tahun

18 April 2026 By admin

Inggris–Prancis Siap Pimpin Misi Global Amankan Selat Hormuz

18 April 2026 By admin

Dua Perwira Reskrimum Polda Jatim Raih PWI Jatim Award

17 April 2026 By zam

Dari Nasi Kuning hingga Rendang, Indonesia Menaklukkan Lidah Ottawa

17 April 2026 By admin

Doa Ibu Mengantar Langkah Sunyi Akhmad Munir Menuju Puncak Karier

17 April 2026 By admin

Big Match Pekan 33 Liga Inggris, Man City Siap Kejar Arsenal

17 April 2026 By admin

525 Kloter Siap Terbang, CJH Indonesia 2026 Diberangkatkan Bertahap Mulai 22 April

17 April 2026 By admin

Menhaj Tegaskan Wacana “War Tiket” Haji Masih Prematur

16 April 2026 By admin

Pendekatan Baru Mengatasi Obesitas di Era Modern

16 April 2026 By admin

Pemerintah Perketat Pengawasan, Distribusi Koper Jemaah Haji Ditarget Tepat Waktu

16 April 2026 By admin

Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern, Atletico Tantang Arsenal

16 April 2026 By admin

Eropa Bersiap Mandiri: Antisipasi Ketidakpastian Peran Amerika dalam NATO

16 April 2026 By admin

Saat Sistem Kekebalan Tubuh Menjadi Senjata Melawan Kanker

15 April 2026 By admin

Ketika Ruang Digital Menjadi Tempat Pelecehan di Kampus

15 April 2026 By admin

Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz dan Kembali ke Meja Perundingan

15 April 2026 By admin

Perempat Final Liga Champions: Atletico Singkirkan Barcelona, PSG Hentikan Langkah Liverpool

15 April 2026 By admin

DPR Pastikan Biaya Tambahan Haji 2026 Ditanggung Negara

15 April 2026 By admin

Arne Slot Yakin Liverpool Masih Bisa Bangkit Lawan PSG di Anfield

14 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Eliminasi TBC, Kemenkes dan BPOM Percepat Inovasi Alat Kesehatan
  • “Liquid Salad”: Minum Sayur Jadi Tren, Sehatkah atau Sekadar Praktis?
  • NIK Mantan Suami Lalai Nafkah Bakal Dinonaktifkan
  • Fakta Ketika 4,1 Juta Konten Negatif Ditangani Kemkomdigi
  • Mengenal “Peakspan”: Ukuran Baru Penuaan yang Sedang Dibahas Ilmuwan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.